Dibaca : 24719 x
KhotbahJumat, 29 Agustus 2014 1 Raja-raja 2: 28-35 AKIBAT DARI RENCANA JAHAT

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Rencana jahat yang dibuat dengan tujuan yang jahat hanya bisa diwujudkan oleh manusia dengan watak yang jahat. Kejahatan menjadi kewarasan yang dilakukan dengan berbagai alasan untuk melegalkannya. Manusia dengan watak yang jahat akan piawai dalam menyembunyikan rencana jahat dibalik semua argumentasi yang masuk akal. Kehadiran manusia yang dikuasai oleh kejahatan merupakan tanda berkecamuknya dosa dalam diri manusia. Dosa hadir dengan kekuatan yang memberontak sehingga nilai-nilai ke-kudus-an tidak lagi menjadi pertimbangan. Manusia yang dianggap waras pada masa kini adalah manusia yang mampu memakai topeng keluhuran yang tersembunyi dibalik kalimat-kalimat surgawi. Identitas kejahatan tersembunyi rapi dibalik segala kesantunan yang mempesona dalam bingkai kata-kata bijak.
Hari ini kepada kita diperlihatkan tokoh-tokoh Alkitab yang tampil dengan topeng kebajikan bahkan dengan menggunakan bahasa `damai� (1 Raja 2: 13) namun berisi rencana jahat. Tokoh-tokoh yang ditampilkan secara jujur mengemukakan bahwa manusia dalam kuasa dan balutan dosa selalu hadir dengan perangai lugu namun berbisa dan mematikan. Tokoh-tokoh seperti Adonia, Yoab, Benaya bahkan Salomo menghadirkan perilaku yang demikian.
Setiap rancana jahat yang berujung maut selalu identik dengan kekerasan yang berdarah. Darah sebagai symbol kehidupan tidak lagi menjadi penting sebab kepentingan yang diutamakan sehingga Kemah Tuhan (tabernakel) telah menjadi ruangan berdarah. Kekerasan bagaimanapun juga bertolak dari kerangka berpikir `saya terancam� maka `saya membalas� telah menjadi natur manusia yang menggelisahkan. Ketika rencana jahat dibangun dalam balutan kata "damai" tetap akan menampilkan wajahnya yang asli yakni adanya korban.
Sahabat-sahabat yangTuhan Yesus kasihi,
Kekuasaan bisa tampil dengan wajah ramah namun sadis demi menjadi kepentingan kekuasaan itu sendiri. Peristiwa dalam keluarga Daud menunjukkan bahwa Firman Tuhan dengan tajam menujukkan kejujuran. Firman Tuhan membedah kehidupan manusia sampai pada batas yang terdalam sehingga kejahatan tidak dapat disembunyikan. Firman Tuhan memainkan peran yang mendasar untuk memproteksi setiap manusia yang mau hidup dengan benar bahwa lingkungan kejahatan tidak dapat diabaikan namun bisa dipatahkan. Firman Tuhan `membelah� kehidupan manusia sehingga segala topeng hipokrit akan terbuka dengan jelas (band. Ibr. 4:12)
Dalam perikop ini kita dipertemukan dengan kekuasaan yang dikuasai dosa sehingga menimbulkan pembunuhan. Tragedy yang paling meruntuhkan kemanusiaan manusia adalah ketika manusia tidak menyadari bahwa dirinya hanyalah insan. Insan yang berarti pelupa dan jinak (bhs. Arab) mempertegas pemahaman bahwa manusia perlu terus diingatkan. Pengingat atau reminder itulah yang harus tumbuh dalam kuasa Firman Tuhan.
Maka hal utama dari perikop ini hendak memperlihatkan bahwa :
- Siapapun kita perlu diingatkan bahwa nama-nama dalam perikop ini bisa saja digantikan oleh nama-nama kita. Kita dengan kuasa yang dipercayakan oleh Allah perlu menjaga diri agar tidak merancang kejahatan sebab dalam korelasi dengan Allah kita patut merancang damai sejahtera dan masa depan penuh harapan (Bnad. Yer. 29:11). Siapapun kita dapat memiliki perangai Adonia yang hadir dengan rencana jahat atau Salomo yang menggunakan kuasa untuk mewujudkan kekerasan. Siapapun kita perlu terus waspada bahwa kuasa itu bersifat temporer tetapi siapa yang mernacang damai sejahtera akan hidup dalam kekuatan.
- Firman Tuhan yang berfungsi sebagai protektor, korektor dan director yang memungkinkan kita semua berada dalam tuntunan-Nya. Ia melindungi kita dari yang jahat supaya yang hadir di ruang domestic maupun di ruang public adalah pribadi yang setia dengan rencana-Nya. Ia juga mengkoreksi kita supaya kita paham bahwa dosa bisa berujung pada maut. Ia juga menuntun kita atau mengarahkan kita supaya perjalanan hidup jadi lebih bermakna. Dengan memahami bahwa Ia tidak pernah merancang kejahatan bagi kita, maka sebagai umat Tuhan jangan pernah ada rancangan jahat bagi siapapun. Jangan merancang kejahatan dalam rumah tangga dengan perselingkuhan yang mematikan, jangan merancang kejahatan di ruang publik dengan bahasa yang mematikan, sebaliknya hadirkan selalu rancangan damai sejahtera dan pengharapan.
Sahabat-sahabat yang terkasih,
Kita semua dituntun oleh firman-Nya agar kita bersedia untuk terus mengalami koreksi lalu selanjutnya proteksi dan direksi, supaya hidup yang Tuhan anugerahkan menjadi ruang persemaian persahabatan, ruang persemaian perdamaian dan ruang persemaian pengharapan.
Maju terus bersama Tuhan Yesus, sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah merancang damai sejahtera bagi sesama tidak akan sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|