Dibaca : 23993 x
KhotbahSabtu, 23 Agustus 2014 Mazmur 130 : 1- 6 PADA TUHAN ADA PENGAMPUNAN

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Kehidupan ini seringkali menghadirkan peristiwa yang bersifat paradoksal, di satu sisi ada janji penyertaan Allah namun di sisi lain ada suasana batin yang gersang. Di satu pihak meyakini kedaulatan Allah namun sejajar dengan itu ada pengingkaran atas janji-Nya. Kehidupan yang paradoksal menempatkan manusia untuk terus hadir dan berpikir serta berkarya dalam rentang waktu yang tersedia. Waktu yang begitu mendesak untuk dijalani dengan kepatuhan dan kerelaan dalam tujuan kemuliaan nama-Nya menjadi sebuah keniscayaan. Maka kehidupan yang berlangsung bukanlah ruang kosong tanpa gejolak atau ruang hampa tanpa gerak, tetapi lorong yang berliku dan kadangkala terjal.
Bacaan kita saat ini menunjukkan bahwa sifat paradoksal itu dialami oleh pemazmur ketika berada di jurang yang dalam, maka ia berseru ( ayat 1 `cried�, `to call out� ). Antara jurang yang dalam dan seruan terbentuklah sifat paradoksal tadi. Dalam kesenyapan jurang yang dalam ditanggapi pemazmur dengan `keriuhan� berseru kepada Allah. Sebuah seruan yang dilandasi pengakuan bahwa dosa telah menghadirkan suasana kacau (chaos) bagi pribadi maupun persekutuan. Pemazmur menyatakan bahwa dalam belitan dosa yang bergerak senyap tetapi mematikan hanya seruan kepada Allah yang akan membebaskan. Ratapan inilah yang kemudian menjadi kekuatan bagi pemazmur dalam menghadapi dosa dengan segala karya senyapnya.
Keadaan mematikan dalam jurang yang dalam merupakan gambaran bahwa lorong kehidupan perlu selalu diwaspadai (band. 1 Tim. 4:16). Jurang yang dalam dengan segala kuasa mematikan menjadi kenyataan yang tidak dapat dihindari oleh pemazmur sebagai konsekuensi dosa. Kesadaran inilah yang akan membalik keadaan dari mematikan menjadi kehidupan, dari kerusakan menjadi pembenahan, dan semua itu berpangkal pada karya Allah yang besar.
Sahabat-sahabat yang terkasih, Maka keselamatan yang dari Tuhan menjadi andalan untuk tetap melihat realitas dengan pengharapan di tengah situasi yang paradoksal. Nampak pemahaman pemazmur yang mengakui kedaulatan Allah sebagai kedaulatan yang beriwibawa. Kuasa dosa dalam senyap memang mematikan namun kuasa Allah dalam senyap selalu menghidupkan. Maka yang diperlukan adalah kesadaran untuk terus berseru kepada-Nya. Riuh dalam teriakan minta tolong dan pengakuan bahwa dosa selau mematikan dan kasih selalu menghidupkan merupakan jawaban atas berbagai kenyataan hidup yang paradoksal.
Sungguh diperlukan kepekaan untuk merasakan kasya Allah dalam senyap, karya Allah dalam hening dan bening. Kepekaan yang akan menghadirkan kekuatan guna terus menyusuri lorong kehidupan. Kekuatan yang bertumpu pada pengampunan Allah sehingga genaplah nas yang menyatakan:
`sebab upah dosa adalah maut, tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita� (Roma 6:23).
Hal lain yang diperlihatkan dalam bacaan ini adalah penatian dalam kepastian bahwa tindakan pembebasan akan terjadi. Pengharapan menjadi energy yang menggerakkan semua potensi manusia untuk terus berada dalam pemeliharaan-Nya. Hadirnya pagi yang datang dalam senyap menjadi kekuatan untuk menghadapi gelapnya jurang yang hadir dingin dan mematikan.
Pengharapan tampil dalam kehangatan yang merangkul dan memeluk serta menghadirkan hidup. Pengharapan menukik dalam karya membebaskan serta berjuang untuk masa depan. Paulus bahkan mengakui bahwa `kami lemah tetapi kami akan hidup� (2 Kor. 13:4).
Sahabat-sahabat yang terkasih, Dengan pemahaman demikianlah kita menjalani kehidupan yang penuh dengan sifat paradoks. Dunia tertawa atas penderitaan kita, tetapi kita menangis bersama penderitaan sesama. Dunia bisa kecewa dengan keberhasilan orang lain, tetapi kita tertawa bersama sukacita sesama. Artinya kita mengakui kedaulatan Allah yang menghidupkan sehingga setiap seruan pengakuan iman yang `riuh� dapat mengatasi sengatan dosa dalam `senyap�. Hidup yang demikian adalah hidup yang energik dan tidak statis. Maka hadapi suasana paradoks dalam pengharapan bahwa bersama Yesus, kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|