Dibaca : 23787 x
KhotbahSabtu, 02 Agustus 2014 Efesus 3: 1- 7 ORANG BERIMAN ADALAH MEREKA YANG SALING MENERIMA

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Berada di dalam penjaa merupakan sebuah peristiwa yang sangat mempengaruhi pemikiran Paulus. Pikiran Paulus yang luar biasa ialah ketika ia dengan tegas menyatakan bahwa saya berada di penjara karena Yesus Kristus (ayat 1) untuk menunjukkan bahwa sekalipun Nero yang membuat Paulus terpenjara, tetapi ia fokus kepada Yesus. Artinya Paulus hendak menyatakan bahwa bukan karena Nero, tetapi karena Yesus. Inilah kebanggaan spiritual bahwa penderitaan yang dialminya adalah karena memberitakan Injil.
Sikap inilah yang memungkinkan surat kepada jemaat di Efesus menjadi surat yang memberi semangat dan kekuatan. Surat ini tidak saja menegaskan peristiwa pendamian di dalam Yesus Kristus (2:14) tetapi sekaligus menyuarakan kekuatan dan daya tahan menghadapi pergumulan yang luar biasa.
Pengalaman menderita memang tidak menyenangkan, tetapi ketika penderitaan itu berdasarkan tujuan yang kuat dan kokoh maka penjara tidak dapat membelenggu kekuatan daya tahan spiritual seseorang (2:10). Artinya Paulus mengimani bahwa kehidupannya sangat dipengaruhi oleh kekuatan penyertaan Allah di dalam Yesus Kristus.
Maka berada di dalam penderitaan oleh karena Yesus Kristus bukanlah aib yang harus disembunyikan tetapi sebuah peluang untuk menyatakan daya tahan spiritual. Dalam konteks inilah kehadiran seorang Kristen akan selalu nampak berkualitas dan mempesona banyak orang. Ruang public adalah ruang dimana kesaksian tentang Yesus kristus dikumandangkan.
Setiap orang bisa saja mengalami penderitaan bahkan tidak satupun manusia yang immune terhadap persoalan dan pergumulan. Namun dalam perspektif Efesus kita diajak untuk menerima setiap keadaan derita dengan tetap fokus kepada Tuhan. Derita memang menyesakkan tetapi dalam Yesus Tuhan derita tidak mengurangi nilai identitasnya sebagai umat Tuhan. Derita tidak pernah hadir dengan wajah sumringah tetapi seperti serigala lapar yang mengelilingi mangsanya demikianlah derita di sekitar umat Tuhan.
1. Ayat 1 - 3 Paulus menyuarakan kebenaran yang hakiki bahwa tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah telah dipercayakan kepadanya (ayat 2). Paulus menggunakan pengalaman rohaninya sebagai titik masuk pengakuan bahwa memang tugas penyelenggaraan kasih karunia dipercayakan kepadanya.
Melalui pemahaman yang demikian hendak dikemukakan pada setiap umat Tuhan bahwa menjadi pengikut Yesus tidak immune terhadap penderitaan tetapi sekaligus menghayati tugas kasih karunia yang dipercayakan. Hal ini membesarkan hati untuk selalu mengakui bahwa di stiap penderitaan yang dialami oleh orang percaya selalu ada harapan yang kuat dan kokoh.
Segala bentuk penderitaan bisa saja menyudutkan dan merusak skema keharmonisan yang sudah terbangun tetapi tetap harus ada keyakinan terhadap campur tangan-Nya yang membebaskan.
2. ayat 4 - 6, melalui bagian ini Paulus mengemukakan bahwa rahasia Kristus adalah kabar sukacita dimana Allah menjangkau manusia dalam kehinaan manusia dan memulihkan keberadaan manusia untuk terus hidup dalam Tuhan. Rahasia Injil hendak menegaskan bahwa kabar sukacita tidak hanya bagi bangsa Yahudi tetapi juga bagi setiap orang. Injil hadir melampaui berbagai batasan dan keterbatasan manusia. Injil tampil seperti tangan yang terbuka untuk menjangkau setiap orang yang mengalami remuk hati. Injil terasa hangat bagi mereka yang tenggelam dalam lautan ketidak berdayaan.
Melalui pemahaman yang demikian maka nampaklah rahasia yang utama yakni Injil yang memanusiakan manusia. Kabar sukacita tidak lagi bersifat eksklusif tetapi hadir dalam getaran inklusiftas.
Injil dialami sebagai sebuah pengalaman rohani yang luar biasa sehingga setiap bentuk pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan merupakan puncak dari karya Injil (ayat 20-21). Melalui pemahaman yang demikian maka kehadiran Injil merupakan berita sukacita dalam arti yang sesungguhnya, bahwa setiap orang mengalami pembebasan dari kuasa dosa.
Sahabat-sahabat yang terkasih
Dengan pemahamanyang demikian maka nampaklah bagi kita semua bahwa daya tahan spiritual kita tetap memampukan kita untuk terus menatap kepastian dalam pengharapan. Pengharapan yang bertolak dari keyakinan bahwa Injil merupakan kepastian keselamatan yang hadir dan menguatkan setiap orang percaya. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|