Dibaca : 24492 x
KhotbahMINGGU, 6 Juli 2014 AMSAL 8:13-16 TUHAN SUMBER SEGALANYA

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Hikmat, adakah hikmat pada masa kini? Ketika ketimpangan menjadi hal biasa dan jurang miskin-kaya semakin menganga. Dimanakah hikmat, ketika seruan keadilan bak membuang garam ke laut. Jika hikmat adalah kecerdasan dalam mengelola keselarasan hati dan pikiran maka hikmat masa kini telah mengalami reduksi makna. Hikmat masa kini adalah hikmat untuk menyesuaikan diri dengan keadaan bahkan sampai menyangkal hati nurani. Hikmat bukan lagi suara hati yang cerdas dalam menjawab kenyataan tetapi suara lantang tentang kekuasaan dan bersifat tiran.
Hikmat menjadi ayam sayur yang tidakberdaya oleh gempuran dan terjangan dari serigala jaman. Maka dalam konteks demikian hadirlah hikmat yang kehilangan nyali dan taji untuk menampilkan wajah yang berwibawa.
Sungguh hikmat menjadi barang mewah yang tidak lagi ranum pada musimnya, tetapi membusuk dalam keranjang jaman dengan segala ikatan yang menumpulkan kemampuannya. Hikmat dewasa ini adlah percakapan orang yang putus asa sementara di sisi lain orang berbicara tentang memanfatkan peluang di atas penderitaan orang lain. Hikmat yang hadir saat ini adalah hikmat dengan tampilan yang wangi dan gincu yang merah serta aroma parfum yang menyentak.
Sahabat-sahabat yang terkasih dalam Tuhan Yesus
Hikmat dalam bacaan ini menampilkan wajah genuine sebab didasari dengan pernyataan yang tidak lagi sakral dan kudus. Pada bacaan ini nampak hikmat hadir dengan wajah yang kokoh dan dagu persegi melambangkan kekerasan kemauan untuk melakukan yang terbaik. Hikmat dalam bacaan kita adalah hikmat yang tampil sederhana tetapi dengan pengaruh yang kuat dan tidak terjebak pada berbagai komoditas. Hikmat seperti ini tidak bisa diperjualbelikan apalagi ditakar dengan takaran masa kini yang hedonis dan selalu merampok ruang kesejahteraan.
Hikmat dalam konteks inilah yang membedakan seseorang yang memeluknya seperti memeluk kekasih yang dilandasi dengan hati yang merindu. Maka takut akan Tuhan (ayat 13) bukanlah episode kering penuh basa-basi sebab bukankah pada hari suci banyak orang beribadah tetapi sekaligus pararel dengn tingkat korupsi yang mendunia. Hikmat dalam bacaan ini bukanlah hikmat yang sederhana tetapi kompleks namun dapat terurai dalam kesederhanaan pikiran dari jiwa yang merdeka. Artinya seorang yang dalam kemerdekaan memeluk hikmat maka ia tumbuh besar dalam kekuatan yang baik. Daniel dalam Dan. 2:20 mengemukakan hal demikian bahwa pada Allah ada hikmat dan kekuatan. Inilah perwujudan dari sebuah kombinasi yang indah, ada hikmat tetapi juga ada kekuatan.
Berdasarkan hal itu maka dapat dikemukakan sebagai berikut:
1. Hikmat dan takut akan Tuhan merupakan persatuan bukan sesuatu yang ditambahkan. Hikmat dan takut akan Tuhan merupakan rumus kehidupan yang dapat menghadirkan kekuatan untuk menatap segala persoalan dan pergumulan. Hikmat dan takut akan Tuhan adalah sepasang kekasih yang terus hadir dengan kemauan menghormati dan memperlakukan pasangan dengan baik. Karena itu hikmat dan takut akan Tuhan menjadi pondasi dari setiap pribadi yang gelisah untuk memberlakukan kebajikan bagi sesama. Ini bukan sekedar tindakan filantropis tetapi sebuah kemauan yang bertumbuh dari kesadaran iman yang kokoh. Paulus bahkan dengan lantang kemukakan bahwa `....oleh Dia kamu telah menjadi hikmat ....(1 kor. 1 :30). Ini berarti hikmat adalah sebuah kenyataa yang melekat pada diri seseorang sebagai hasil dari perjumpaan dengan realitas - horisontal atau dengan Tuhan - vertical. Maka takut akan Tuhan terwujud dalm keanggunan pribadi yang terus rea mengalami pembaruan.
Maka pada saat inilah kita semua menyatakan bahwa hikmat dan takut akan Tuhan merupakan menjadi penting
2. ayat 14-15. Sebuah kedudukan yang tinggi dengan pengaruh yang besar memerlukan kepiawaian dalam mengelola unsur negative dalam diri. Sombong, congkak, tingkah laku yang jahat penuh tipu muslihat, semuanya menjadi kekuatan destruktif yang hanya isa ditaklukkan oleh takut akan Tuhan. Maka selruh kehadiran selaku umat Tuhan yang senantiasa bersedia mengalami pembaruan adalah bahan mentah dari hikmat.
Pada saat inilah seluruh perhatian kita menjadi berarti, ketika menyadari bahwa dalam kerendahan hati tugas besar dan mulia dapat dijalankan dengan piawai. Pada saat inilah kita dapat memahamai bahwa penilaian terhadap sesame dengan memperhatikan rupa luar saja adalah kegagalan.
3. ayat 16. Hikmat hadir dengan kasih besar untuk mengangkat wibawa dan martabat seseorang. Hala ini nampak dari hasil karya dan hasil kerja yang menjadi penilaian. Hikmat kemudian tampil mempesona dengan ukiran kayu yang rumit dan mahal. Maka jangan abaikan hikmat ketika mengambil keputusan yang besar.
Seluruh kehadiran kita selaku orang percaya memiliki tanggung jawab yang penting yaitu:
a. genggamlah hikmat agar dapat tumbuh bersama
b. peluklah hikmat agar kehangatan kasih Allah bukan hal yang utopis.
c. Percayalah pada hikmat sehingga dalam perjumpaan dengan sesama tetap ditampilkan wajah hikmat yang ramah dan penuh inspirasi. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|