Dibaca : 24479 x
KhotbahMinggu, 8 Juni 2014 Yoel 2:28-32 BERTOBATLAH DAN TERIMALAH ROH KUDUS

Sahabat-sahabat yang terkasih dalam Yesus Kristus
Kehadiran seorang nabi yang menyuarakan kebenaran merupakan suara yang harus terus berkumandang. Suara yang berkumandang terhadap ketidakbenaran memang merupakan hal yang baik namun suara kebenaran itu harus muncul dari pengetahuan yang benar, pikiran yang benar serta berujung pada tindakan yang benar. Jaman ini jaman yang sungguh unik sebab pemaksaan untuk menerima ketidakbenaran sebagai kebenaran merupakan hal umum. Kebenaran hadir di wilayah abu-abu dalam suasana transaksional dan semangatnya ialah semangat yang merusak penuh tipu muslihat. Ketidak benaran tampil garang dan perkasa sehingga hanya mereka yang berkuasa yang identik dengan kebenaran.
Kehadiran nabi untuk memberitakan kebenaran bisa saja mendapat perlawanan sebab bukankah kenyamanan pada ketidakbenaran menjadi masalah ketika hadir kebenaran? Kebenaran akan menghadirkan kebenaran sebab topeng kepalsuan dan penuh kemunafikan akan terkuak di ruang publik. Maka kebenaran merupakan kehendak Allah kepada umat-Nya supaya mereka selalu hadir dalam kemauan menyatakan kebenaran dalam suasana merdeka
Disinilah pencurahan Roh Kudus menjadi peristiwa penting sebab kehadiran Roh Kudus yang menopang dan mendampingi sekaligus menjadi energy yang luar biasa. Hadirnya Allah dalam tuntunan Roh Kudus memberi perspektif baru dalam kehidupan manusia yang berjumpa dengan seruan Yoel. Artinya perjumpaan dengan suara kebenaran yang disuarakan dalam kebenaran oleh orang yang benar tidak linear dengan hasil yang baik. Roh Kuduslah yang menolong setiap suara kebenaran tetap berkumandang sehingga dalam bacaan ini hendak dikemukakan hal penting demikian:
1. Kebenaran Adalah Hasil Relasi Dengan Allah
Yoel bin Petuel artinya `Tuhanlah Allah� anak laki-laki dari `bujukan dari Allah�. Dari nama ini saja nampak bahwa keluarga ini memeliki relasi yang dekat dengan Allah. Nama menjadi identitas yang diharapkan nampak dalam kiprah seseorang maka nama Yoel dengan perannya memperlihatkan bahwa ia berkpirah sesuai dengan identitasnya. Yoel menyatakan bahwa harus ada pertobatan sebab hari Tuhan menjadi hari kemalangan bagi mereka yang tidak hidup benar. Bagi mereka yang bermain-main dengan ketidakbenaran maka hari Tuhan menjadi ancaman serius. Maka bertobatlah, jangan ma uterus dibelenggu oleh ketidakbenaran. Pikiran harus benar, kata-kata harus benar, perilaku harus benar. Caranya? Hiduplah dalam tuntunan Roh Kudus seperti kata Paulus di Galatia 5:25
Roh kudus yang dicurahkan kepada semua orang menunjukkan bahwa manusiamengalami pembaruan, siapapun dia. Mereka yang perlu diperbarui adalah mereka yang dengan beragam latar belakang, jadi bukan hanya pada orang tertentu tetapi semua orang. (ayat 28-29 band 1 Kor.12:3).
Maka hanya dalam tuntunan Roh Kudus seorang yang benar dapat menyuarakan hakikat kebenaran yang kemudian muncul dalam kiprah yang membangun dan bukan merusak.
2. Kebenaran Mengarah Kepada Masa Depan
Ayat 30-32, memperlihatkan bahwa dalam suasana chaos dapat dihasilkan oleh ketidakbenaran namun pengharapan orang percaya harus tetap kokoh. Keselamatan pada hari Tuhan hanya dimungkinkan ketika umat berseru kepada Allah (ayat 32). Melalui pernyataan yang demikian maka Yoel menyuarakan adanya kebenaran sampai pada masa depan. Masa depan dalam tuntunan kebenaran adalah masa depan dalam naungan keselamatan. Sebuah pernyataan yang kuat bahwa keselamatan merupakan hasil karya Allah kepada semua umat yang berseru. Namun sekali lagi umat tidak mungkin berseru kepada Allah jika tidak dalam kuasa Roh Kudus (1 Kor. 12:3 dan Titus 3:5). Maka pada bagian ini hendak dikemukakan bahwa keselamatan bukan keadaan yang bersifat sementara tetapi haruslah dipahami sebagai kekal. Keselamatan kekal inilah yang memberi energy yang besar bagi setiap orang percaya untuk berkarya dalam kebenaran dan naungan keselamatan.
Kita saat ini yang hidup dalam tutunan Roh Kudus perlu terus mengumandangkan pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan sehingga dalam kebenaran itulah kita tidak takut pada mara bahaya. Menyuarakan kebenaran memang tidak mudah tetapi Gereja dihadirkan Allah dengan kuasa untuk hal tersebut. Gereja tidak boleh sama dengan dunia yang menjual kebenaran dan menggadaikan keselamatan. Gereja adalah persekutuan umat yang selalu memiliki relasi dekat dengan sang kepala gereja yakni Yesus, dan gereja selalu mengarah kepada masa depan untuk memberitakan kabar keselamatan bagi setiap insan. Jadi bertobatlah dan berkiprah dalam semangat Roh Kudus yang menyertai dan mendampingi. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita menghayati Pentakosta tidak pernah sia-sia. Amin.

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|