Dibaca : 24327 x
KhotbahMinggu, 06 April 2014 Yohanes 12: 20-36 MENJADI BERMAKNA LEBIH PENTING DARI POPULARITAS MINGGU KE-2 PRA PASKAH
Sahabat-sahabat yang terkasih dalam Yesus Kristus.
Salib adalah media untuk menjangkau manusia agar memeroleh keselamatan. Maka salib tidak sekedar alat penyiksaan yang menghadirkan suasana terror terhadap setiap yang melihat tetapi sekaligus menjadi alat intimidasi psikologis dari penguasa. Salib lalu menghadirkan kengerian ketika diposisikan demikian ganas dan garang dalam bahasa diam namun mematikan. Salib adalah symbol kekuasaan dan sekaligus menunjukkan bahwa bisa hadir sebagai alat untuk menurunkan derajat kemanusiaan seseorang. Pada titik inilah Yesus hadir dengan segala kemuan yang kuat untuk menyatakan kuasa Allah yang penuh kasih.
Sahabat-sahabat yang terkasih,
Melalui bacaan ini kita dihantar memasuki sebuah kenyataan yang luar biasa dalam pespektif iman bahwa jangkauan kasih-Nya melampaui semua atribut yang dimiliki manusia. Ia menghadirkan damai sejahtera yang kemudian menjadi milik semua orang yang diwakili oleh beberapa orang Yunani (ayat 20). Maka keinginan beberapa orang Yunani yang memiliki cara berpikir Yudaisme turut mengalami pembaruan dan pembersihan. Yesus mengedepankan pola hidup baru yang kemudian tampil dalam pesona yang menghantar manusia tiba pada Terang dan mempercayai Terang itu (ayat 36). Dengan demikian maka seluruh karya keselamatan di dalam Tuhan Yesus memberi perspektif baru yang memerlukan keterbukaan bahkan keberanian memasuki `uncomfort zone� sebagaiman dinyatakan di bawah ini :
1. Ayat 20-26, dimana dikemukakan bahwa kehadiran Yesus dengan gagasan baru yang mencengangkan banyak pihak waktu itu. Ia menghadirkan pengosongan diri yang berujung pada kepenuhan yang dialmai oleh mereka yang percaya kepada-Nya. Jadi pengsongan diri Yesus menjadi teladan untuk setiap orang yang mau mengikuti-Nya untuk bisa hadir dalam pemahaman hidup yang baru. Hidup yang tidak lagi berujung kematian melainkan hidup yang berujung pada hasil / buah. Inilah makna hidup yang membungkam perilaku yang berorientasi pada ke-aku-an menjadi ke-bersama-an. Inilah pelayan pengosongan diri yang memberi ruang bagi kehidupan dan menyandarkan kehidupan kepada yang mempunyai hidup (ayat 26). Lewat pemikiran yang demikian maka hendak dikemukakan bahwa kepercayaan kepada Yesus bukanlah sebuah tindakan yang final tetapi dibuktikan melalui buah-buah kehidupan.
Umat yang percaya kepada Yesus adalah umat yang memberi apresiasi kepada pengsongan diri (baik diri sendiri maupun orang lain). Disinilah tampil kehidupan yang bermakna dan tidak mengejar popularitas sebab popularitas tidak pernah bersentuhan dengan ke-bersama-an tetapi mengarah hanya pada ke-aku-an. Inilah hidup yang kemudian menghidupkan banyak pihak sehingga pengharapan menjadi kuat dan terus menghasilkan pertumbuhan. Menjadi biji gandum (ayat 24) merupakan penyangkalan terhadap identitas diri yang superior sebagiman diperlihatkan oleh orang Yahudi.
2. Ayat 27-36 menunjukkan bahwa keterharuan Yesus atas kehidupan yang kacau balau menyebabkan tindakan penyelamatan berujung pada kehidupan yang tertib dan teratur. Ketrtiban dan keteraturan itu nampak juga dalam hal mendengar agar supaya mereka yang mendengar Injil menjadi orang yang mengakui Injil. Ketika mendengar saja sudah mengalami distorsi (ayat 29) maka jarak dengan sang keselamatan menjadi `jauh�. Suara yang didengar adalah suara Bapa sendiri sehingga distorsi pendengaran akan berujung pada distorsi makna.
Mendengar , apakah yang didengar? Tidak lain adalah informasi tentang bagaimana Ia harus mati tergantung pada tiang salib. Mendengar salib dengan semua konsekuensinya bukan hal mudah ketika telinga terarah hanya kepada suara dunia (ayat 24). Pendengaran rohani yang baik akan menghantar mereka berada dalam lingkaran keselamatan yang menukik pada kata mesias. Disnilah diperlukan kerendahan hati agar bisa mengar suara Tuhan dan kerygma (ajaran) secara tepat. Pada titik inilah setiap orang dimungkinkan berada dan masuk dalam jangkauan yang menghidupkan dari Allah.
Inilah Terang yang hadir dan menggembirakan setiap relung kehidupan sebab memberi arah hidup yang penuh dengan kemenangan sekalipun berjumpa denga maut.
Maka saudara sekalian milikilah dan asahlah senantiasa pendengaran rohani kita agar suara kebenaran menukik dalam kehidupan kita dan menghantar kita untuk tiba pada kenyataan bahwa Ia adalah Mesias yang hidup
Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya ke-bersama-an serta pendegaran rohani kita semua tidak akan pernah sia-sia sebab mengalami pertumbuhan dan berbuah. Amin.
SELAMAT HARI MINGGU DAN SELAMAT BERIBADAH

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|