Dibaca : 28294 x
KhotbahMinggu, 16 Maret 2014 MARKUS 8:31-38 KONSEKUENSI MENGIKUT YESUS
 Sahabat-sahabat yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus
Pengajaran menjadi hal penting saat ini ketika gerak pengajaran seolah berjalan lambat dan disaingi oleh perilaku bukan pembelajar.
Pengajaran menjadi penting sebab kehadiran sebagai ortho-praktis (melakukan yang lurus) memberi peluang yang besar untuk seseorang mengalami pertumbuhan dalam kerinduannya untuk membri yang terbaik kepada Allah.
Bahwa Yesus mengajar para murid menunjukkan kehadiran mereka yang istimewa karena tidak semua orang waktu itu dapat memiliki relasi seperti Yesus dan murid-murid-Nya.
Relasi Yesus dan murid adalah timbal balik yang mematangkan dan mendewasakan sehingga relasi Yesus dan murid adalah relasi 2 arah. Dengan pengajaran yang dilakukan oleh Yesus mengakibatkan seseorang memiliki kesadaran yang militant untuk terus bertahan dalam kehidupan. Artinya seorang pengikut Yesus bukanlah seorang yang sekedar terdaftar di satu gereja tetapi pasif melainkan seorang yang dalam keseluruhan hidupnya tetap berjalan bersama Yesus dan persekutuan di rumah Tuhan dimasuki dengan sukacita.
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Ketika pengkhianatan terjadi maka yang terjadi adalah penusukan yang berlangsung pelan dan mematikan. Inilah yang dilakukan oleh Petrus ketika ia menyangkal Yesus sementara dalam perikop ini nampak sangat berpeluang menerima pujian. Maka melalui tindakan Yesus yang mengajar Ia hendak menggiring Petrus tiba pada pengakuan yang benar.
Melalui perikop ini hendak dikemukakan kepada kita bahwa :
1. Seorang yang disebut murid adalah yang pembelajar. (ayat 31), artinya memiliki kerelaan dalam persekutuan dengan Tuhan dan belajar daripada-Nya setiap waktu. Seorang murid memiliki sikap hormat dan tertib dalam belajar sebab tanpa ketertiban maka ilmu yang diharapkan tidak diterima secara baik. Melalui pemahaman yang demikian kita dapat meyakini bahwa seorang murid adalah seorang yang mau terbuka terhadap ide, gagasan dan konsep yang baru. Seorang murid selalu mengasah diri untuk selalu bertindak dalam persekutuan yang berjalan bersama.
Maka saat ini sebagai murid kepada kita telah diberikan pengetahuan yang luar biasa yakni pengetahuan tentang kasih karunia Allah. Belajar dari setiap peristiwa yang terjadi dapat menajamkan hati dan pikiran kita untuk selalu tampil secara menawan dan elok bagi-Nya. Sebagai murid bisa saja kita dihadapkan dengan penderitaan dan bagaimana cara kita mengatasi penderitaan merupakan salah satu jalan yang berujung pada damai sejahtera.
Menjadi warga gereja saat ini diperlukan kearifan sehingga setiap kata tidak `disemburkan sia-sia. Melalui pemahaman yang demikian maka sikap kita dewasa ini dapat pelajaran dari Petrus. Seorang yang hipokrit tetapi mau belajar dari kegagalan dan berujung hadir sebagai rasul yang besar. Petrus yang kemudian hadir bersama komunitasnya adalah Petrus yang terus mengalami kegelisahan (ayat 32). Cara berpikir Petrus kelihatan dari sikapnya terhadap Yesus. Pujian tidak didapatkan melainkan pengajaran yang lain lagi sehingga kehadiran Petrus semakin kental memeprlihatkan kehadiran kita semua.
Dalam bahasa yang rohani kita nampak hendak menyelamatkan Yesus, benarkah? Kita memerlukan teguran yang keras agar supaya hidup pembelajaran kita tidak bersifat semu tetapi selalu energik dalam kebenaran.
2. Mengetahui alur pikiran Allah (ayat 33). Mengetahui alur berpikir Allah merupakan sebuah keindahan. Kenapa? Sebab dengan mengetahu alur berpikirnya Allah didalam Yesus Kristus maka setiap orang dimungkinkan untuk mendulang emas kebajikan dan keselamatan yang tersedia dengan ukuran yang cukup. Alur berpikir Allah dapat ditemui dari kejelasan perintah Yesus tenatnag setiap orang yang mengikut Dia (ayat 35). Artinya alur berpikir Yesus hendak diterjemahkan kepada kita semua untuk memahami bahwa Yesus Kristus merupakan pusat kehidupan orang percaya maka mengikut Dia adalah sebuah kebahagiaan dalam semangat pembelajar yang tidak pernah usai.
Melalui bagian ini kepada kita semua dikemukakan bahwa hanya dalam persekutuan dengan-Nya kita semakin terasah dan termotivasi untuk bergerak dalam alur pikiran-Nya. Kita tidak saja semakin menyadari pentingnya keterlibatan Yesus tetapi sekaligus menyadari kelemahan kita. Angkatan dimana kita hadir adalah angkatan yang bengkok hati (ayat 38) sehingga menolak mengakui Yesus di tengah angkatan yang bengkok hati merupakan penyangkalan kepada Yesus yang serius. Maka hendaklah setiap kita memahami dengan sungguh-sngguh bahwa Yesus yang tidak berubah sedang melakukan karya yang mengubah setiap orang sehingga yang tidak mau berubah akan di tindas oleh perubahan itu sendiri.
Melalui pemahaman yang demikian sekaligus diberitakan kepada kita semua agar supaya tetap waspada terhadap perilaku kta sendiri supaya dalam mewujdkan panggilan dan pengutusan , kita selalu memakai teori `ortho praktis. Maka mengikut Yesus tidak sekedar pikul salib tetapi mengikut Yesus adalah menemukan diri dalam lautan kasih Allah yang besar inilah konsekuensi mengikut Yesus. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|