Dibaca : 23781 x
KhotbahSabtu, 22 Februari 2014 Rut 1:1-18 MENEBARKAN KASIH KARUNIA-NYA

Sahabat-sahabat yang terkasih,
Kisah tentang kekuatan cinta sudah tidak terbilang banyaknya ketika ada manusia yang disentuh olehnya. Ketika cinta tidak hanya berdiri dalam keterasingan maka yang muncul adalah kekuatan yang merekatkan. Cinta tampil dengan wajah yang penuh penghrapan sebab terpautnya hati manusia dalam perbedaan suku dan usia. Kisah tentang kekuatan cinta memang cerita tiada akhir sebab dunia tanpa kehadiran cinta menjadi dunia yang pasif dan tidak disertai antusiasme untuk mewujudkan kehidupan.
Kisah Naomi dan Elimelekh, kisah Rut dengan Boas dan cerita tentang Bethlehem yang kelaparan semua merujuk kepada pemahaman bahwa dalam keadaan yang jungkir balik seperti itu kasih karunia-Nya tetap tegak seperti tiang kelangit. Persoalan dan kemudian tantangan yang dialami oleh Naomi dan Elimelekh menunjukkan bahwa sebuah keputusan harus diambil, dan akibat keputusan itu menjadi perhatian yang utama. Keputusan untuk keluar dari negeri perjanjian adalah keputusan yang nampak menguntungkan di tengah suasana kelaparan. Tetapi jika keputusan itu berubah menjadi keputusasaan maka harus ada keputusan yang memperbarui. Inilah kisah dengan keputusan untuk kembali ke tanah perjanjian ketika keputusan meninggalkan Bethlehem berubah menjadi keputusasaan.
Sahabat-sahabat yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus,
Keluar dari Bethlehem dan kemudian kembali lagi ke Bethlehem adalah dua peristiwa ynag bertolak belakang. Ketika pergi dan kembali di lihat secara iman, inilah keputusan mendasar dalam kehidupan Naomi-Elimelekh maupun Ruth. Keputusan yang pada waktunya akan dinilai sebagai keputusan dan rencana Allah yang tidak terduga (Maz. 145:3). Melalui kenyataan yang demikian maka setiap langkah yang diambil oleh Elimelekh, Naomi dan kemudian Rut jelas menunjukkan kekuatan cinta.
1. Keputusan dengan cinta untuk mengatasi kelaparan ( ayat 1). Kelaparan bukanlah persoalan sederhana. Dalam kelaparan nampak bahwa tanah menjadi tandus dan tidak menghasilkan apapun. Bahkan Bethlehem menjadi sebutan yang ironis. Keputsan dengan cinta adalah keputusan untuk mengatasi kelaparan. Cinta itu menggerakkan, cinta itu visioner, cinta itu berjuang bahkan matipun dengan cinta. Apakah hubungan kelaparan dan cinta dalam konteks ini?
Bukankah dunia dimana kita hadir adalah dunia yang mengalami kelaparan. Kelaparan yang melanda sehingga Kristen hanya dipandang sebagai ungkapan yang tanpa makna dan ironis. Lingkungan dimana kita hadir adalah lingkungan yang mengalami kelapran dank arena itu kita tinggalkan. Lingkungan yang lapar tidak tepat untuk gereja maka gereja hanya mengenyangkan diri sendiri dalam tindakan yang absurb dan ironis. Keputusan dengan cinta adalah keputusan yang menyuburkan tanah tandus dan kering dengan makna.
Gereja adalah kita semua yang hadir di lingkungan yang sedang kelaparan. Maka kita hadir dengan cinta untuk memberi kesegaran sehingga di dunia milik Tuhan ini kelaparan tidak merenggut anak-anak Tuhan.
2. Keputusan dengan cinta untuk menjadi saluran berkat. Ketika keluar berarti kematian maka kembali adalah kehidupan bahkan lebih dari kehidupan itu sendiri. Pujian setinggi langit diberikan kepada Rut sebab ia memutuskan mengikuti Naomi. Mata rohani Rut jauh lebih tajam dalam balutan kasih sehingga keputusan untuk mengikuti Naomi adalah keputusan kehidupan.
Memang demikianlah hakikat cinta yakni menghadirkan kehidupan. Cinta yang sejati selalu diwarnai dengan visi yang jelas. Mathin Luther King Jr pernah katakana bahwa Faith is taking the step even when you don�t see the whole staircase. Senada dengan keputusan Rut, Allah-mu adalah Allah-ku bangsa-mu adalah bangsa-ku (ayat 16).
Kita hadir dengan kenyataan yang diwarnai dengan kebencian dan pemberontakan. Dalam keluarga terjadi perselisihan dan amarah bahkan keputusasaan. Semua menjadi kenyataan yang tidak terhindarkan. Namun lihatlah antusiasme hidup dalam pernyataan Mathin Luther King Jr. Mata jasmani memang tidak bisa melihat semua anak tangga tetapi bukan berarti keputusan untuk menapak tidak diambil. Inilah cinta yang menjadi saluran berkat sehingga kisah Rut - Naomi menjadi kisah 2 janda dengan alur kehidupan yang berujung sukacita sebab keduanya mampu merangkai cinta dalam pandangan iman.
Sahabat-sahabat yang terkasih,
Maka keputusan yang kita buat berdasarkan cinta adalah keputusan yang selalu menebarkan damai sejahtera. Diawali dengan cinta yang dibungkus iman, maka engkau akan melihat masa depan yang penuh kemenangan. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab cinta kepada-Nya adalah keputusan yang tepat dan menghidupkan. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|