aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 24703 x

Khotbah
Minggu, 09 Februari 2014
Keluaran 3:1-14
ALLAH YANG MAHAKUASA

ALLAH YANG MAHAKUASA






Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,



Waktu yang kemudian menjadi sebuah sejarah mengenai kehidupan kita semua merupakan arena dimana pengakuan bahwa Allah sungguh maha kuasa menjadi pernyataan yang sungguh harus didengarkan. Kekuatan dari pernyataan demikian adalah sebuah pengakuan iman yang bersumber dari kepatuhan dan kesetiaan terhadap Ia yang telah memanggil dan mengutus.

Panggilan dan pengutusan memang bukan mantera ajaib tetapi sebuah pergulatan yang bersentuhan dengan nilai etis maupun estetis. Dalam hal ini setiap panggilan dan pengutusan yang berlangsung dalam tuntunan Roh Kudus selalu hadir dengan ke-2 nilai tadi. Artinya setiap panggilan dan pengutusan bukanlah sekedar mengumandangkan gagasan teologis tetapi yang dikumadangkan adalah antusiasme pemberitaan injil yang dapat menajamkan setiap pemhaman bahwa `ALLAH SUNGGUH MAHAKUASA�.



Apa yang dialami oleh Musa menjadi bagian penting dari sebuah perjalanan umat yang jatuh bangun dalam panggilan dan pengutusan. Artinya Musa dapat menjadi gambaran yang kuat tentang bagaimana umat harus mengendalikan keberadaan mereka dalam kendali Allah yang maha kuasa. Melalui perikop ini ini diperjelaskan kepada kita bahwa Allah merangkai seluruh karya pembebasan umat-Nya berlandaskan pada hubungan perjanjian dengan leluhur Israel. Maka umat patut menghayati bahwa :



1. hubungan yang tercipta antara Allah dan leluhur Israel adalah hubungan perjanjian yang dibangun atas kasih setia Allah. Atas dasar perjanjian itulah Ia bertindak membebaskan seperti dikemukakan dalam pasal 2:24. Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub. Inilah perjanjian suci yang dibuat oleh Allah dan tetap dijaga-Nya. Maka ketika perjanjian itu mengalami masalah atau bahkan terancam maka Allah bertindak untuk terus menjaga perjanjian tersebut sebagaimana dinyatakan kitab suci "Sebab TUHAN, Allahmu, adalah Allah Penyayang, Ia tidak akan meninggalkan atau memusnahkan engkau dan Ia tidak akan melupakan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu (Ulangan 4:31). Dengan pemahaman yang demikian maka ketika Allah mempersiapkan Musa selama 80 tahun ( 40 tahun di Mesir dan 40 tahun di Midian ) Ia sedang berkarya untuk menunjukkan bahwa umat-Nya berada dalam masa yang dapat mengcaukan hubungan perjanjian oleh karena pihak lain yang menjadi penyebabnya maka Ia akan bertindak.



Dengan pemahaman yang demikian maka kita dapat memahami kenapa Ia mengeaskan bahwa tempat itu kudus ( ayat 5 ), tanda penyertaan Allah yang kudus sebab Allah sendiri hadir di situ. Maka seluruh kehadiran kita selaku umat Allah disebut kudus ( 1Pet. 2:9-10) bertolak dari kehadiran Allah sendiri. Inilah berita sukacita yang dikumandangkan oleh setiap persekutuan umat-Nya. Perjanjian Allah adalah perjanjian yang kudus maka kekudusan itu menjadi tema pokok yang harus dijaga dan diperjuangkan. Ia sedang berkarya mempersiapkan umat yang kudus yang terus diutus-Nya menjangkau tanah yang berdosa. Melalui pemahaman yang demikian maka nampaklah kepada kita semua bagaimana Allah bertindak menjaga ke-kudus-an perjanjian tersebut. Inilah yang menghibur kita selaku umat perjanjian masa kini yang terus berhadapan dengan realitas yang nampak tidak bersahabat. Namun Allah tidak pernah melupakan hubungan perjanjian dengan umat-Nya sehingga Ia selalu berindak dalam tindakan yang membebaskan.



2. `jadi sekarang pergilah, Aku mengutus engkau .... (ayat 10)� Pergilah merupakan pernyataan imperative dimana pengutusan ini sering berhadapan dengan berbagai factor yang menantang dari diri Musa sendiri maupun dari umat Isael. Musa memahami bahwa `pergilah� berarti untuk ke-2 kalinya ia harus meninggalkan `zona nyaman� yang selama ini sudah dijalani sebagai hal biasa ( ayat 1). Pergilan berarti juga ia akan diperhadapkan dengan penolakan yang disertai dengan tindakan kejam. Maka kata pergilah bukan sebuah kata yang menyenangkan bagi Musa sehingga nampak beberapa penolakannya ( ayat 11, siapakah aku ini, ayat 13, apakah yang harus ku jawab ). Hal ini jelas menunjukkan bahwa Musa melakukan pertimbangan bahkan penawaran terhadap Allah. `zona nyaman� yang sudah dialaminya seolah menjadi perekat yang kuat untuk tidak melangkah.

Kita bisa menghakimi Musa, tetapi kita perlu melihat ke diri sendiri. Zona nyaman sering membuat kita enggan untuk `pergi�, sebab ketika harus hidup dengan elok dan elegan di tengah realitas maka hal ini menjadi tantangan tersendiri. Pergi lalu identic dengan ketidaknyamanan sebab etis dan estetis perlu muncul.

Nouwen pernah berkata bergini `Ministry is the least important thing. You cannot not minister if you are ini communion with God and live in community�. Nouwen mau menegaskan bahwa selama hidup dalam relasi dengan Allah dan di tengah komunitas mustahil pelayanan di abaikan. Dengan lain kata ialah tanggapan terhadap panggilan Allah merupakan tanggapan yang menjadi tanda hubungan dengan Allah atau dengan sesame dalam kondisi baik atau tidak. Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa penolakan terhadap panggilan dan pengutusan Allah bukanla yang diharapkan sebab `bukankah Aku akan menyertai engkau� (ayat 12). Kita perlu melihat kepada hubungan perjanjian ini yakni Aku akan menyertai diatas semua kenyataan yang menjadi konsekuensi dari panggilan dan pengutusan.



3. Yang menyertai itu menyebut Dirinya dengan `AKU ADALAH AKU� (ayat 15). Allah menghadirkan diri-Nya kepada manusia untuk menyatakan bahwa dibalik pernyataan-Nya terkandung eksistensi-Nya yang kuat, terkandung karya-Nya yang kuat, terkandung pemeliharaan-Nya yang kuat dan terkandung karya kelepasan. AKU ADALAH AKU lalu tidak sekedar ungkapan normative tetapi terkandung nature Allah yang hendak memberlakukan kuasa-Nya. Ia selalu hadir melalui beragam cara menjumpai manusia sehingga setiap manusia dapat memutuskan `ya� Allah adalah Allah yang besar dalam karya dan tindakan serta gagasan-Nya. Sehingga setiap kali AKU ADALAH AKU diungkapkan disana terungkap juga kuasa pembebasan-nya. Maka seluruh kehadiran-Nya yang terbungkus dalam AKU ADALAH AKU merupakan sebuah pernyataan yang kuat bahwa Ia akan selalu menyertai.



Bertolak dari sinilah maka kehidupan kita semua selaku orang percaya akan menjumpai keyakian bahwa Ia selalu bertindak tepat pada waktunya dan membebaskan kita dari segala belenggu dosa. Yesus sudah memperlihatkan representasi dari AKU ADALAH AKU, sebab dengan kehadiran Yesus maka AKU ADALAH AKU menjadi daging dan menjumpai manusia. Maka tepatlah firman Tuhan ini menguatkan kita semua bahwa Ia selalu ingat pada janji-Nya, bahwa panggilan dan pengutusan merupakan tanggapan atas kasih karnia Allah dan penyertaan_nya selalu muncul dalam pernyataan AKU ADALAH AKU yang tidak pernah berubah. Maka wujudkan panggilan dan pengutusan itu secara elok, elegan dan selalu memperlihatkan nilai estetika yang tinggi, maka nama Tuhan Yesus selalu dipermuliakan.

Maju terus bersama Tuhan Yesus maka dalam persekutuan dengan - Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518