aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 23923 x

Khotbah
Minggu, 19 Januari 2014
Yohanes 4:1-14
DIALOG DI RUANG PUBLIK ADALAH AIR KEHIDUPAN

DIALOG DI RUANG PUBLIK ADALAH AIR KEHIDUPAN




Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,



Ruang dialog merupakan ruang keterbukaan yang memberi peluang terbentuknya wawasan dan buah pikir yang baru. Dalam konteks ini ruang dialogis menjadi jembatan yang mempertemukan individu dalam pengakuan yang bertolak dari iman sebagai sebuah warisan. Sayangnya warisan yang terus hidup dalam gagasan orang Yahudi adalah warisan yang berpondasi kebencian (ayat 9). Air tidak lagi menjadi sarana menghilangkan haus tetapi air menjadi pintu masuk bagi sebuah argumentasi sang perempuan. Perempuan yang berada pada posisi tidak berdaya dalam kultur yang menghakimi sehingga ke sumurpun ia harus lakukan sendiri dan tengah hari (band. Ayat 6 dan ayat 9).

Jadi peristiwa di Sikhar adalah peristiwa bermakna ganda karena jika di lingkungan Yahudi ada kebencian terhadap Samaria maka di lingkungan Samaria sendiripun terjadi kebencian yang sama. Maka percakapan Yesus dan perempuan Samaria di sumur Yakub adalah sebuah percakapanyang dibangun dalam kejujuran sehingga dialog menjadi percakapan yang hidup dengan semangat saling menghargai dan saling menopang. Inilah yang terjadi di Sikhar sehingga berita dari Sikhar adalah berita yang mengungkapkan kemenangan sebuah dialog di atas prangsangka dan asumsi.



Sahabat-sahabat yang terkasih,



Kebuntuan dialog sebagai sebuah warisan memang perlu diantisipasi dengan pandangan jernih sebab hitamnya sebuah cara pandang akan berdampak pada kemurnian isi dialog. Artinya sebaik apapun isi sebuah percakapan namun ketika dikemas dengan hati yang hitam pekat dan pikiran yang gelap gulita maka dapat disimpulkan muaranya adalah kekecewaan dan kehajatan.

Maka pertanyaan `apakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub (ayat 12) menjadi tanda serius bahwa hubungan yang tercipta masih dicurigai oleh sang perempuan tanpa nama.



Untuk itulah dalam khotbah ini perlu diperhatikan beberpa hal sebagai berikut:



1. Ayat 1-6, kehadiran Yesus di Sikhar menjadi indikasi kuat bahwa cara kerja Allah sungguh luar biasa dan tetap relevan hingga saat ini. Cara kerja yang luar biasa itu adalah Allah mau membangun sebuah dialog, sebuah percakapan dengan hati bersih dan jujur. Perjalanan Yesus bukanlah perjalanan melarikan diri tetapi sebuah perjalanan dengan identitas yang utuh dan persuasive. Identitas Yesus adalah identitas yang merangkul dan memeluk sebagai bentuk perhatian-Nya. Identitas Yesus yang merangkul adalah senjata ampuh yang tetap relevan sampai sekarang. Ketika Yesus hadir di sumur Yakub di Sikhar kehadiran-Nya memberi ruang bagi terciptanya dialog yang kontstruktif sehingga aroma kebencian tidak menonjol.



Dari sisi ini dapat dipelajari oleh kita semua bahwa sebuah perjalanan panjang sebagai bentuk pelayanan haruslah menjadi perjalanan dengan warna dialog. Hal ini penting sebab dengan kesadaran inilah maka kehidupan setiap anak Tuhan menjadi sangat berarti dan luar biasa. Agustinus bahkan pernah berkata ` vidi aquam� - aku melihat air, untuk menegaskan bahwa Yesus sebagai sumber mata air yang sejati akan memberi kelegaan yang muncul dari kesegaran sebuah dialog. Pada titik inilah kehidupan menjadi sangat berarti dan berwibawa karena diusung oleh kehidupan yang jernih dan bersih. Artinya dengan kehadiran Yesus di Sikhar terbentuklah sebuah dialog yang akan mengubah kehidupan sang perempuan Samaria.

Sungguh keindahan terbentuk ketika dialog tercipta antara manusia dan Allah. Disinilah kerendahan hati menjadi pondasi yang kuat. Sungguh keindahan terbentuk di tengah teriknya siang untuk memperlihatkan bahwa di setiap waktu perlu terjadi dialog dengan sesama. Percakapan itulah yang terbentuk mulai dari rumah, jemaat dan masyarakat. Pelayanan sebaik apapun menjadi tidak berarti ketika pelayanan di rumah diabaikan (band. Ayat 17-18). Artinya kondisi percakapan di rumah akan muncul di ruang publik yang memungkinkan terjadinya kegembiraan. Karena itulah setiap dialog berarti hadirnya kata-kata yang menghidupkan dan bukan mematikan hanya mungkin ketika benci disingkirkan.



2. Ayat 7-14, hadirnya seorang perempuan Samaria adalah hadirnya sebuah peluang untuk kemudian menjadi saksi bagi sesame (bnd ayat 28, 39-41). Sebuah percakapan yang menumbuhkan sukacita dan bersifat kolektif hanya mungkin ketika perempuan Samaria ini meruntuhkan tembok pemisah. Ia tidak lagi mempedulikan benci yang terarah kepadanya, sebab ia lebih peduli menyampaikan injil yang terarah kepada warga Sikhar. Ia tidak terjebak dengan `mata ganti mata� tetapi menghadirkan `damai ganti benci�. Inilah kekuatan setiap individu yang mengalami perjumpaan dengan Yesus sebab perjumpaan dengan Yesus memunculkan karya di ruang publik.



Maka semakin jelas bagi kita bahwa perjumpaan dengan Tuhan adalah perjumpaan yang menghidupkan. Perjumpaan yang menghidupkan ini tidaklah bersifat individual tetapi kolektif seba hadir di ruang terbuka. Maka jiwa ke-Kristen-an bergejolak kuat untuk senantiasa menjadi saluran berkat dan menjaga diri tidak mengalami pendangkalan spiritual bahwa Tuhan hadir untuk diri sendiri. Narasi di sumur Yakub semakin menguatkan pernyataan Yesus di Yohanes 3:16 dan berujung di Yoh. 20:30-31. Dengan percaya bahwa Yesus adalah Mesias maka setiap orang akan memiliki hidup yang kekal, baik di ruang privat maupun di ruang publik.



Maju terus bersama Yesus sebab dalam perjumpaan dengan-Nya seluruh dialog kehidupan kita tidak pernah sia-sia sebab menjadi berkat bagi banyak orang. Amin



Selamat Hari Minggu dan Selamat Beribadah, Tuhan Yesus sayang kita semua.


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518