aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 25068 x

Khotbah
Minggu, 12 Januari 2014
LUKAS 4:16-30
SIAP MENGHADAPI PENOLAKAN

SIAP MENGHADAPI PENOLAKAN



Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus Kasihi,



Marthin Luther pernah mengatakan bahwa `all the cunning of the devil is exercised in trying to tear us away from the word�. Iblis dengan tipu muslihatnya memang merancang keterputusan manusia dari Allah. Rencana dan konspirasi yang dibangun oleh para iblis agar manusia tidak mengalami kegembiraan dan tetap terkungkung oleh dosa yang mematikan. Firman Tuhan merupakan hal yng membahayakan seluruh rencana dan strategi iblis yang sudah dirancang secara baik. Maka tidaklah heran jika Firman Tuhan mengalami penolakan sebab otoritas yang melekat pada Firman Tuhan memiliki kuasa yang menghidupkan. Itulah sebabnya dapat dikemukakan bahwa `the only weapon satan fears most is the words of God� sebab memang Firman Tuhan selalu menghadirkan sikap menerima sedangkan dosa selalu menghasilkan penolakan.



Maksudnya ialah firman Tuhan sebagai kabar sukacita senantiasa memiliki semangat untuk menyembuhkan dan memulihkan manusia. Kesembuhan dan pemulihan tersebut berkaitan dengan eksistensi Firman Tuhan sebagai kabar sukacita yang membangun relasi yang sehat dan hidup secara vertical maupun horizontal. Maka kesembuhan dan pemulihan tidak lagi berkaitan dengan sakit secara fisik saja tetapi meluas dalam masyarakat sebagai penyakit masal. Artinya bahwa penyakit masyarakat yang teus menimbulkan kegelisahan adalah penolakan.



Sahabat-sahabat yang terkasih,



Penolakan sebagai bentuk tersumbatnya relasi bahkan kokohnya tembok pemisah dan bersifat rasial selalu menghadirkan teror kejiwaan yang mematikan. Sebuah penolakan tidak saja melukai hati seseorang tetapi menjadi pertanda bahwa ada yang tidak beres secara keseluruhan dalam tatanan masyarakat (yang paling religious sekalipun). Penolakan dalam konteks ini menimbulkan penolakan berikut sebagai jawaban atas sebuah penolakan. Karena itu sebuah penolakan tidak hanya menggambarkan keruhnya dosa tetapi sekaligus menunjukkan atributnya yang paling mematikan. Penolakan bagaimanapun juga membei andil bagi kerusakan mental yang terjadi dalam masyarakat.



Firman Tuhan pada pagi hari ini hendak memberi gambaran yang terang dan jelas bahwa penolakan atas sebuah kebenaran tidak sekedar bersifat individual tetapi merangkum semua potensi yang menjerumuskan ke jurang kematian secara rohani.

Maka peristiwa Nazareth tidak hanya berbiacara tentang penolakan terhadap Yesus tetapi memberi gambaran bahwa ada yang rusak dalam masyarkat Nazareth waktu itu. Ketika kebenaran Firman Tuhan yang bersifat inklusif ditanggapi dengan logika yang keruh akibat dosa maka yang terjadi adalah pembelengguan dosa atas diri seseorang.





Maka pada bagian ini hendak dikemukakan bahwa :



1.ayat 16-20, 28-30, memperlihatkan bagimana Yesus sebagai Firman yang menjadi manusia (bnad. Yoh. 1;1) membangun relasi yang hidup dengan manusia dalam tindakan yang menerima. Ia hadir di tengah komunitas dan memberitakan bahwa Allah menerima manusia dan bersedia memperbarui kehidupan manusia yang sudah terkontaminasi oleh dosa yang mematikan. Inforasi bahwa Ia kembali ke Nazareth , tempat dimana Ia dibesarkan seharusnya menjadi jaminan penerimaan sebab Ia bukan lagi orang asing di Nazareth (ayat 22- bukankah Ia ini anak Yusuf ?). Namun yang terjadi adalah betapa hebatnya akibat dosa yang merusak kehidupan manusia sebab yang muncul dalam perilaku pada waktu itu adalah ketidaknyamanan akibat pengajaran Yesus.



Pemberitaan tentang pembebasan tidak lagi diterima sebagai kabar sukacita tetapi dilihat dalam perspektif yang sangat dangkal dan kabur. Karena Ia adalah anak Yusuf maka tidak ada alasan untuk-Nya memberitakan kabar sukacita yang membebaskan. Anak Yusuf lalu dipahami sebagai stigma yang membatasi ruang lingkup pemberitaan kabar sukacita. Pada titik inilah dapat dikatakan betapa berbahayanya pengaruh dan intervensi dosa.



Maka menjadi pelajaran penting bagi kita bahwa setiap bentuk penolakan terhadap kebenaran berasal dari berkuasanya dosa yang mencekeraman setiap manusia. Dosa berkarya dalam seluruh kelicikan dan tipu muslihatnya untuk menjauhkan manusia dari kabar sukacita. Nazareth tempat-Nya dibesarkan tidak lagi menjadi ruang yang hangat dengan penerimaan tetapi dingin dengan penolakan.

Maka kitapun mewaspadai hal ini dalam kehidupan sekarang sebab Nazareth kita adalah keluarga sebagai tempat dimana kita dibesarkan. Jika kuasa dosa merasuk dalam kehidupan keluarga maka yang terjadi adalah suami yang menolak setiap kebenaran, istri yang membenci kebenaran dan anak-anak yang mengesampingkan kebenaran. Akumulasi dari seluruh kenyataan ini adalah terkualainya makna kehidupan keluarga yang seharusnya penuh dengan cinta kasih dan penerimaan.



2. ayat 21- 27, kebenaran yang disampaikan dalam pengajaran yang dikemukakan oleh Yesus menunjukkan bahwa Allah mau menutup jurang pemisah antara Allah dan manusia. Allah adalah Allah yang berinisiatif membangun relasi dengan manusia dalam prinsip penerimaan yang membebaskan dan menyembuhkan. Dalam konteks yang demikian maka janda sarfat (ayat 26) dan Naaman (ayat 27) memberi gambaran tegas bahwa kebenaran tidak lagi menjadi milik eksklusif masyarakat tertentu tetapi dapat menggapai setiap manusia di luar batas-batas territorial yang meyesakkan.



Janda Sarfat dan Naaman memberi kepastian keselamatan yang dibangun Allah dalam bentuk penerimaan kepada manusia yang percaya kepada-Nya. Allah adalah Allah yang mencintai manusia. Setiap usaha memangkas dan memotong kebenaran adalah kesia-siaan sebab kebenaran selalu muncul bagaikan terang bintang yang membawa kegembiraan pada setiap nelayan sebab adanya kepastian untuk mengarungi pelayaran di laut menuju daratan.



Artinya kebenaran Firan Tuhan yang menjangkau manusia dan menembus batas-batas territorial manusia adalah bukti bahwa kesembuhan dan pemulihan yang dirancang-Nya selalu bersfiat menerima.



Bagi kitapun firman Tuhan ini mau mengemukakan bahwa kehiduapan kita terjamin dalam kebenaran dan penerimaan Allah bagi kita semua. Sehingga hidup yang kita jalani adalah juga penerimaan dan pemulihan bagi sesame didalam keluarga. Perjalanan hidup kita di sepanjang tahun ini harus diwarnai dengan pemulihan dan penerimaan yang bertolak dari kebenaran yang merangkul dan membebaskan. Maka jangan pernah patah semangat sekalipun dihadapkan dengan penolakan tetapi tetap maju dalam persekutuan dengan-Nya. Amin.


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518