Dibaca : 25435 x
KhotbahMinggu, 01 Desember 2013 Imamat 26:1-6 KETAATAN DAN KEKUDUSAN
KHOTBAH MINGGU ADVEN I , 1 DESEMBER 2013.
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Seorang Pendeta pernah berkata `those who follow the crowd usually get lost in it� (Rick Warren). Dengan mengatakan hal ini pastor Warren hendak mengatakan bahwa seseorang yang tidak menjaga identitasnya sebagai pengikut Yesus akan menjadi sama dengan lingkungannya. Keadaan hidup yang demikian menjadi hidup yang kehilangan identitas dan pada ujung dari kehilangan identitas terdapat kebinasaan.
Umat Allah adalah umat yang kudus dan taat sebagai pola hidup yang berlangsung secara natural. Artinya pola hidup taat dan kudus tidak lagi berada dalam bahasa imperative tetapi bahasa kesadaran. Dalam konteks demikian maka ketaatan dan kekudusan tidak hanya sebagai tujuan tetapi dihayati sebagai kasih karunia yang dialami dan diterima (band. Yoh. 17:19). Perjumpaan dengan Allah adalah perjumpaan dalam ke-kudus-an dan terbingkai oleh kasih karunia. Hal ini penting dan mendasar sehingga setiap murid Yesus tidak terjebak dengan perilaku dunia bahwa ` manusia harus kudus baru pantas menerima berkat�. Ini adalah corak berpikir dunia yang selalu berorientasi pada diri sendiri. Artinya ke-kudus-an bukanlah hasil usaha manusia tetapi anugerah. Bukankah kita dikuduskan oleh darah dan tubuh Kristus maka ke-kudus-an itu sangat mahal yang tidak mungkin disediakan oleh manusia.
Maka kekudusan bukanlah keadaan yang berdiri sendiri tetapi tidak terlepas dari ketaatan. Kudus dan taat bukanlah syarat untuk diberkati tetapi berkat yang tidak terhindari dari kemauan untuk terus menjaga identitas. Sehingga ibadah tidak sekedar seremoni yang dilakukan tanpa penghayatan sebab kejahatan tidak pupus dan dilakukan juga oleh mereka yang beribadah. Maka akar dari setiap orang percaya adalah kudus dan taat yang membuatnya beda dari dunia sebab tidak berasalk dari dunia.
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Dengan pemahaman demikian maka terlihatlah 2 pokok penting rhema yang menjadi santapan rohani bagi kita. Pokok penting itu ialah :
1. Ayat 1 - 2 : melalui bagian ini hendak dikemukakan bahwa Allah adalah yang kudus dan taat. Pada diri-Nya Ia kudus dan taat pada diri-Nya sebab Ia tidak dapat menyangkal diri-Nya sendiri ( 2 Tim. 2:13 ... jika kita setia Ia setia jika kita tidak setia Ia tetap setia, sebab Ia tidak dapat menyangkal diri-Nya sendiri). Hal ini berarti kudus dan taat adalah eksistensi Allah. Ia adalah Allah yang kudus, Ia tidak terjangkau oleh kita tetapi menjangkau kita dalam kasih-Nya.
Umat kembali bahwa hukum Allah yang dikemukakan kepada Israel melalui Musa di awali dengan mengingatkan umat bahwa hanya Allah yang membebaskan umat dengan kasih karunia. Maka keadaan umat untuk kudus dan taat bukanlah hasil karya umat tetapi semata-mata anugerah Allah. `sebab Akulah Tuhan Allahmu� (ayat 1) hendak memberi ketegasan bahwa hanya pada Allah terkandung kekudusan dan ketaatan. Maka hidup haruslah berpadanan pada Yesus yang dalam ketaatan besar mendatangi manusia dengan kasih karunia dan menguduskan bagi diri-Nya suatu umat yang rajin berbuat baik ( Titus 2:4 ).
Maka berbuat kekudusan bukanlah alasan untuk berbuat baik tetapi kekudusan terjelma dalam perbuatan baik-Nya sehingga ibadah kepada-Nya diliputi oleh pengakuan pada seluruh kedaulatan dan otoritas yang dipergunakan secara baik. Maka memelihara sabat dan menghormati tempat kudus Allah menjadi bukti bahwa Ia berwibawa dan tidak dapat diabaikan baik oleh dunia yang menjauh dari Tuhan.
2. Ayat 3-6: melalui pernyataan ini hendak dikemukakan suatu pemahaman yang menyatakab bahwa semua berkat tersebut adalah bukti bahwa Allah tidak dapat menyangkal diri-Nya dan umat dapat belajar dari hal tersebut. Seluruh berkat bukanlah hasil ketaatan manusia pada dirinya sendiri tetapi ketaatan pada ke-kudus-an Allah.
Berkat tidak diterima tanpa kerja keras tanpa membajak ladang namun semua itu diwujudkan sebagai umat yang kudus dan taat. Ke-kudus-an dan ketaatan berujung pada karya yang diwujudkan dengan maka kebenaran.
Bagi kita perlu ditegaskan melalui firman ini bahwa kerja keras dan usaha kita yang tidak mengenal lelah adalah bentuk ketaatan dan ke-kudus-an yang adalah karunia.
Dengan pemahaman yang demikian maka nampalah bahwa kita kudus oleh kek-kudus-an-Nya dan kita taat oleh kesetian-Nya. Maka seluruh kehadiran kita sebagai umat Allah adalah kudus dan taat. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|