aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 24393 x

Khotbah
Minggu, 24 Nopember 2013
Habakuk 2:1-5
PENANTIAN bukan PENUNDAAN




khotbah Minggu 24 November 2013

Sahabat-sahabat yang terkasih didalam Tuhan Yesus,

Habakuk sebagai seorang nabi mengalami kesedihan ganda dalam hidupnya sebab pertama, umat Allah telah menjadi umat yang tidak lagi memperlihatkan siapa mereka sebaliknya mereka menjadi umat yang tidak hidup sesuai dengan kehendak Allah (Hab. 1:4). Keadilan menjadi terbalik menunjukkan bahwa kebenaran telah mengalami kerusakan, nilai kehidupan merosot ke titik nadir dan kebenaran hanya bayang-bayang. Kedua kesedihan Habakuk sebab Allah memakai kasdim untuk mewujudkan hukuman-Nya kepada umat. Kata `celakalah� di pasal 2: 6, 9, 12, 15 dan 19 menunjukkan bahwa Allah adalah Allah yang tidak kompromi dengan dosa sehingga Kasdim menjadi sarana untuk mengembalikan umat ke jalan yang benar

Allah menghendaki kekudusan umat-Nya sebagai tanda bahwa mereka adalah umat yang memberlakukan kebenaran. Maka umat Allah akan menerima akibat dari pemberotakan mereka terhadap kebenaran Allah.

Sahabat-sahabat yang terkasih,

Melalui 2 hal penting inilah disampaikan berita penting bagi kita semua selaku umat-Nya, sebagaimana ayat-ayat di bawah ini:

1. Ayat 1-3. Pada bagian ini nampak bahwa Habakuk menantikan jawabn Tuhn terhadap keluh kesahnya. Ia berdiri di tempat tinggi untuk menantikan kabar dari Alah yang menyenagkan dan menghibur hatinya. Penantian Habakuk menunjukkan bahwa ia fokus kepada Allah. Menantikan jawaban Tuhan sekaligus menekankan betapa usaha yang dimilikinya akan menghasilkan kebaikan. Penantian bukanlah awal penundaan sebab Tuhan hendak memberi tanda (ayat 3). Dengan penantian, Habakuk memperlihatkan kesetiaan untuk mendapatkan jawaban Tuhan atas semua keluh kesahnya.

Menantikan jawaban Tuhan atas semua persoalan yang dihadapi memerlukan kemauan yang kuat (Maz. 27:14). Menantikan sekaligus berhubungan dengan kesadaran bahwa tanpa Tuhan, seseorang tidak berarti. Inilah pergumulan Habakuk bagi bangsa dan umat Allah.

Kita bisa belajar dari hal ini betapa penantian memang memerlukan keuletan, kesabaran. Bisa saja pergumulan sedang melanda kehidupan kita tetapi penntian tetap merupakan nilai tambah. Pentnian atas jawaban Tuhan merupakan hal peting sebab dengan penantian itulah seluruh keberadaan kita terpusat dan fokus kepada-Nya.

Nantikanlah jawaban Tuhan di semua persoalan hidup, jika jawaban itu belum ada, teruslah menanti sehingga kata putus asa menjadi kata yang najis bagi umat Allah. Jangan pernah putus asa sekalipun perumulan menjadi kenyataan yang sedang kita hadapi sekarang. Persoalan terbesar sekarang adalah orang tidak sabar menanti, semua ingin instan, semua ingin terwujud sesuai kemauan sendiri. Inilah sikap yang mengakibatkan penderitaan bagi anak-anak, ketika suami-istri tidak mencari jawaban Allah atas persoalan mereka. Suami-istri yang mencari jawaban sendiri untuk mengatasi persoalan mereka akan berujung pada kekecewaan. Namun penantian yang sungguh-sungguh akan berjumpa dengan pernyataan iman di Hab. 3: 17-18

2. Ayat 4-5. Pada bagian ini hendak dikemukakan bahwa bahwa kesombongan dan khianat menjadi persoalan serius bagi Allah. Kesombongan itu didasari pada kenyataan bahwa seseorang tidak hidup dalam keterikatan kepada Allah. Kesombongan yang bisa merambah siapa saja termasuk umat Allah.

Kesombongan adalah sifat yang dibenci oleh Allah sebab lawan dari kesombongan adalah IMAN - `emunah. Stability, truly. Hal ini menunjukkan bahwa mereka yang beriman adalah mereka yang secara stabil dan sungguh tetap mengandalkan Allah. Sementara itu mereka yang sombong akan direndahkan oleh Allah (Yes. 5:15).

Sang nabi mendapat jawaban Tuhan yang jitu bahwa kesombongan adalah mengabaikan kedaulatan Allah dan menyingkirkan kebajikan Allah. Habakukpun mendapat jawaban bahwa penundaan hukuman bagi mereka yang arogan adalah hal yang mustahil.

Maka kepada kita hendak dikemukakan hal indah bahwa menantikan pertolongan Allah adalah kunci keberhasilan anak-anakTuhan dalam mengatasi derasnya alur pergumulan. John Piper pernah kemukakan bahwa God is not an employer looking for employes. He is an eagle looking for people who will take refuge under His wings.

Tetapi bagi mereka yang sombong kebinasaan akan menjumpai mereka sebab demikianlah pernyataan-Nya. Ayat 5 ... ia tidak akan tetap ada (nkjv dikemukakan: does not stay at home). Artinya tercabut dari lingkungan keluarga, tercabut dari kebersamaan dan yang pasti tercabut untuk mengalami kebinasaan. Jadi 2 hal yang perlu kita pelajari selalu, nantikan Tuhan dan tinggalkan kesombongan.

Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-saia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518