Dibaca : 24359 x
KhotbahSabtu, 19 Oktober 2013 Amsal 22:17-19 MEMERCAYAKAN HIDUP KEPADA-NYA
Khotbah Minggu, 20 Oktober 2013
Sahabat-sahabat yang terkasih,
Topik penting dan mendasar dalam kitab Amsal adalah `Takut akan Tuhan�(Amsal 1: 7) yang memberi dampak besar dalam kesadaran untuk memberi diri dalam tuntunan Tuhan. Maka kitab Amsal menjadi sangat penting karena akan melengkapi seseorang untuk memiliki reputasi yang baik dalam lingkungannya. Sehingga Amsal tidak merupakan sebuah perintah atau intimidasi kepada kebebasan manusia. Amsal hendak menasihati manusia bahwa mereka perlu bersikap arif dalam kehidupan karena penetrasi kuasa yang destruktif tidaklah sederhana untuk dijawab.
Nasihat yang disampaikan merupakan nasihat untuk semakin memberi makna kepada hidup sebab hidup tidak sekedar `hidup (bios)� tetapi `hidup (zoe)� yang berarti dan bermakna. Reputasi ini penting sebab bukanlah sebuah hadiah yang datang secara mendadak tetapi dibangun dengan serius dan antusias (22:1,2). Disamping itu Amsal hendak menasihi setiap orang apakah ia kaya atau miskin, sebab dimata Tuhan keduanya sama dan setara sehingga kaya tidak dalam pengertian `rich� saja tetapi berujung kepada `erinchment�. Maka mereka yang memiliki kekayaan demikian mereka adalah individu yang membuat orang lain bersyukur (band. 1Kor.1:4-7).
Sahabat-sahabat yang terkasih,
Dengan pemahaman yang demikian maka kehadiran setiap orang yang takut akan Tuhan senantiasa memberi ruang yang luas untuk nasihat dan pengetahuan (ayat 20). Nasihat dan pengetahuan yang akan menjadi penuntun bagi mereka dalam menjalani kehidupan yang Tuhan anugerahkan. Ruang yang luas untuk nasihat dan pengetahuan adalah ruang yang didasari dengan kemauan untuk mendengar (bow down thine ear - incline your ear) menunjukkan adanya kemuan yang besar untuk mendengar nasihat.
Takut akan Tuhan yang kemudian mengarah kepada kemauan yang besar untuk mendengar menunjukkan betapa pentingnya mendengar apa yang pantas didengar. Dalam Roma 10:17 - mendengar bahkan dihubungkan dengan pertumbuhan iman sehingga mendengar apa yang pantas didengar adalah hal yang penting yakni mendengar Firman Tuhan.
Maka melalui bacaan ini hnedak dikemukakan bahwa :
1. Mendengar penting tetapi lebih penting mendengar apa yang pantas.
Mendengar yang layak dan elok dan pantas merupakan hal utama dalam kehidupan orang percaya. Kenapa ? sebab riuh rendah suara di sekitar kita kadangkala adalah suara ketidakpantasan untuk di dengar. Artinya bahwa kita tidak bisa menulikan telinga kita tetapi kita bisa mengabaikan apa yang tidak pantas didengar. Kearifan adalah memilah apa yang kita dengar sehingga tidak semua harus didengar. Mendengar penting tetapi tidak semua hal pantas didengar, inilah nasihat bagi setiap orang percaya.
Mendengar sebagai sebuah perintah akan membuat kita tanpa sadar menolak berita tersebut tetapi mendengar sebagai pribadi yang memberi ruang luas pada Firman akan sangat menguntungkan.
Dunia ini tidak hanya memerlukan orang yang bersedia mendengar tetapi juga memerlukan orang yang tahu persis apa yang didengarkan. Sehingga kehadiran sebagai murid Tuhan selalu didominasi dengan penghayatan bahwa kita hadir di dunia ini bukan sekedar untuk hidup tetapi HIDUP. Banyak orang memiliki pengetahuan Alkitab yang banyak tetapi mereka tetap kerdil secara rohani. Kita perlu menempatkan Firman Tuhan ke dalam praktek kehidupan sehari-hari. Kita perlu untuk terus menerapkannya dalam kehidupan kita. Bahkan, pengetahuan meningkatkan tanggung jawab. Semakin banyak kita tahu, semakin kita bertanggung jawab. Apa yang saya lakukan dengan apa yang saya ketahui? Yesus berkata, "Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut." (Lukas 12:48)
Jelaslah kini bahwa mendengar adalah sebuah kegiatan yang tidak sederhana sebab kita tidak hanya mendengar firman Tuhan sambil lalu, tetapi sungguh-sungguh menyediakan diri dan ruang hati untuk diisi oleh Firman Tuhan sebab Yesus berkata di Yohanes 13:17, "Kalau kalian sudah tahu semuanya ini, bahagialah kalian jika melakukannya."
2. Percaya penting tetapi lebih penting lagi memercayakan diri (ayat 19)
George MacDonald pernah mengatakan bahwa `to be trusted is a greater compliment than being loved�. Ini karena MacDonald membagi dan membelah antara trust dan love, yang dalam perspektif Kristen tidak bisa terbelah. Keduanya baik trust maupun love berada dalam ikatan yang saling melengkapi. Kasih dunia memang bersifat transaksi tetapi kasih Tuhan adalah anugerah (Grace alone) yang membuat setiap pribadi dapat memercayakan diri kepada-Tuhan.
Dengan memercayakan diri yang demikian maka kehidupan anak-anak Tuhan berada dalam domain pengetahuan dan pengetahuan akan kebenaran (band. Amsal 22: 29). Artinya dengan memercayakan diri pada pengetahuan tentang Firman Allah maka setiap anak Tuhan akan mendapat kepercayaan - (Roma 14:18). Dengan memercayakan diri kepada Tuhan maka hadirlah unsur pembeda yang jelas dan tegas bahwa memercayakan diri kepada Tuhan tidak membuat gusar hati dan mendendam ketika dihadapkan pada kebencian ari orang lain. Bahkan dengan memercayakan diri kepada Tuhan maka seseorang menjadi pantas dan elok untuk melaksanakan tugas-tugas besar dan berdiri dengan teguh dihadapan raja (ayat 29).
Maka memercayakan diri kepada Tuhan adalah langkah berikut setelah percaya. Percaya dan memercayakan diri itulah iman.
Demikianlah kita selalu berada dalam dominasi penyertaan Tuhan ketika kita hadir untuk dengan semangat untutk mendengar Firman Tuhan dan memercayakan diri kita kepada-Nya. MAJU TERUS BERSAMA TUHAN YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGANNYA JERIH LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA. AMIN

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|