Tuhan Yesus kasihi,
Kepada jemaat di Filipi Paulus mengirim surat yang disebut sekarang sebagai surat sukacita - letter of joy. Berkali-kali Paulus mengemukakan soal sukacita sementara itu pada saat yang sama ia sedang berada dalam penjara. Sukacita Paulus merupakan sukacita yang didapatkan dari pergaulannya dengan Tuhan, ketika relasi dirinya dengan Tuhan terjaga dengan baik maka sukacita itu hadir. Apakah saudara menginginkan sukacita ? kita semua menginginkannya, tapi bagaimana sukacita itu didapatkan?
Orang mengejar sukacita dan berharap bahwa sukacita bisa hadir dan bersifat permanent. Adakah sukacita yang permanent, itulah pertanyaan yang diajukan oleh setiap manusia saat ini. Sejatinya siapa yang ingin susah terus?
Paulus memperlihatkan sisi lain dari sukacita yang dialaminya. Sukacita itu sebagaimana dikemukakan bukanlah benda yang turun dari langit tetapi `by design of Holy Spirit�. Artinya bahwa sukacita yang dialami oleh anak-anak Tuhan bukanlah sukacita yang dangkal dan tanpa makna, tetapi sukacita yang bernilai karena hadir bukan soal rasa tetapi soal pikiran.
Sahabat-sahabat yang terkasih dalam Yesus Kristus,
Rahasia sukacita Paulus yang diberitakannya kepada jemaat di Filipi ialah: sukacita yang bertolak dari pikiran yang kudus, pikiran sorgawi, heavenly minded. (ayat 2). Dengan pikiran yang demikian maka sukacita menjadi bagian dari hidup orang beriman. Dasar dari sukacita itu ialah nasihat Yesus sendiri sebagaimana dikemukakan Paulus dalam 2: 1. Nasihat Yesus adalah nasihat yang menghadirkan sukacita sebab melalui nasihat itulah setiap orang percaya mengalami kedekatan dengan-Nya. Nasihat Yesus adalah nasihat yang `memanggil dekat� agar supaya hubungan-Nya dengan orang percaya menjadi hubungan yang menguatkan. Jadi nasihat dari Tuhan Yesus menurut Paulus harus mendapat ruang yang luas dalam hidup orang percaya.
Jadi yang pertama, sumber sukacita adalah nasihat dari Yesus. Melalui nasihat Tuhan Yesuslah setiap orang percaya diteguhkan untuk berani menghadapi kenyataan dan tidak kehilangan pengharapan. Nasihat Tuhan Yesus adalah nasihat yang menghadirkan kegembiraan sebab sukacita dalam Tuhan adalah sukacita yang permanent artinya Yesus menjadi yang utama dan tinggal tetap.
Sahabat-sahabat yang terkasih,
Jika sumber sukacita adalah nasihat Yesus maka yang ke-dua ini juga penting yaitu isi nasihat Yesus adalah menjadi satu (ayat 2-4). Menjadi satu disini adalah menjadi satu dalam penerimaan. Menjadi satu menurut firman Tuhan ini adalah menjadi satu dalam kerendahan hati, artinya menjadi satu dalam hal ini adalah kemauan yang kuat untuk saling menerima. Penerimaan yang menurut Paulus merupakan identitas orang Kristen yang sangat berbeda dari orang dunia. Dengan penerimaan inilah seseorang dimungkinkan untuk dapat memahami orang lain dalam kebenaran. Jadi sukacita yang dikemukakan oleh Paulus bukanlah sukacita yang menjengkelkan orang lain tetapi karena kerendahan hati.
Dunia yang penuh dengan kepalsuan dan arogansi adalah dunia sebagai tempat berbahaya bagi setiap orang. Sebab arogansi berkawan erat dengan iri hati dan bersahabat dengan menghalalkan semua cara. Maka jika Paulus menyatakan bahwa sukacitanya ada dalam persatuan hal itu berarti setiap orang percaya bersukacita karena mengakui bahwa dirinya terbatas dan meyakini bahwa ia diterima oleh saudara seiman.
Maka hadir menjadi satu bukanlah hadir dalam keseragaman tetapi hadir dalam keberbagaian. Inilah sukacita yang dikemukakan oleh Paulus. Sehingga bagi kita saat ini sukacita itu bukanlah sukacita yang berporos pada materi, bukanlah sukacita yang berporos pada kedudukan, tetapi pusat sukacita orang percaya adalah Yesus, sehingga materi tidak membuatnya melupakan Tuhan, dan kedudukan dihayatinya sebagai sarana memberitakan kabar sukacita.
Karena itu saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, perwujudan sukacita kita selalu berkaca pada keteladanan Yesus ( ayat 5-7 ). Maka hal ke-3 ialah memiliki pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus. Artinya warga jemaat di Filipi agar tetap tabah sebagaimana Yesus Kristus menjadi contoh dari ke-tabah-an. Warga jemaaat di Filipi agar memahami bahwa dari tempat yang tinggi Ia menjangkau manusia yang berdosa maka dalam tindakan yang penuh ke-tabah-an inilah manusia dapat bersyukur. Sekaligus firman Tuhan ini menegaskan bahwa ketika kita berada dalam persoalan hidup ini, kita tidak pernah sendiri. Ketika dengan rendah hati kita mengakui Yesus yang dominan dalam hidup kita, maka persoalan mungkin menghadang, tantangan mungkin nampak perkasa, namun sukacita tidak pudar dari anak-anak Tuhan.
Sukacita ini tidak hilang kenapa? Sebab sukacita anak-anak Tuhan bukanlah sukacita yang dialami sendiri tetapi sukacita yang di bagikannya kepada sesama. Inilah titik tolak terwujdunya kesatuan dalam kebersamaan. Tetap semangat, tetap sukacita dan kerjakan pelayanan dalam damai sejatera. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya sukacita persekutuan kita tidak sia-sia. Amin.