Dibaca : 24586 x
KhotbahJumat, 27 September 2013 2 Korintus 12 : 1 -7 DALAM KEHENDAK TUHAN YANG PENUH KASIH

Khotbah MINGGU, 29 SEPTEMBER 2013
Sahabat-sahabat yang terkasih dalam Tuhan Yesus,
Pelayanan yang dilakukan oleh Paulus bukanlan pelayanan yang sederhana sebab pelayanan itu bahkan meneteskan darah (2 Tim. 4:6). Pelayanan Paulus adalah pelayanan yang dipersembahkan sebagai kurban bagi kemuliaan nama Tuhan dan hal ini tentu saja memerlukan tekad yang kuat sehingga ia dapat berkata bahwa ia bermegah dalam pelayanannya (Roma 15:17). Paulus bahkan mendorong setiap orang untuk bermegah namun bermegah didalam Tuhan (2 Kor. 10:17). Semua pernyataan Paulus menunjuk pada kerendahan hati dan pengakuan akan kelemahan yang ada padanya. Artinya ketika ia bermegah ia tidak bermegah tentang kehebatannya sendiri tetapi ia bermegah dan hanya bermegah tentang dominasi Allah dalam hidup pelayanannya. Kelemahan Paulus adalah kelemahan yang tidak masuk akal untuk ukuran dunia sebab siapakah yang mau dikatakan seorang yang lemah? Dunia memerlukan orang-orang yang kuat bahkan Nietzche dengan lantang mengatakan bahwa kekuatan yang dimiliki manusia dapat dipergunakan untuk membunuh Tuhan. Sehingga menjadi lemah tidak pernah ada dalam kamus manusia pada saat ini.
Apa yang dikemukakan oleh Paulus sungguh memerlukan ruang hati yang luas untuk dapat memahaminya sebab disatu pihak ia bermegah tetapi dipihak lain ia berkata ia suka dengan kelemahannya ( 2 Kor. 12 :9). Paulus hendak memperlihatkan sikap yang jelas dan tegas kepada jemaat di Korintus bahwa jika ada guru yang memegahkan dirinya di luar Kristus maka itu adalah guru palsu ( 2 Kor. 11:13) dan menyamakan mereka dengan iblis yang menyamar sebagai malaikat terang ( 2 Kor. 11:14).
Seluruh gagasan dan ide yang dikemukakan Paulus tentang dirinya semata-mata terkait dengan pelayanan kepada Yesus Kristus yang dilakukannya. Pusat perhatian Paulus pada dasarnya bukan pada diri sendiri melainkan pada Yesus Kristus sehingga pemikirannya tentang pelayanan senantiasa berorientasi meneguhkan dan bukan meruntuhkan mereka yang ia layani (2 Kor. 10:9). Dengan pemahaman demikian maka kemegahan diri Paulus senantiasa ditaklukkan pada kemegahan Yesus Kristus sehingga bagi Paulus pelayanan itu harus memenuhi 3 unsur penting yakni : Kebenaran, Damai sejahtera dan Sukacita sebab inilah pelayanan yang berkenan kepada Allah dan dihormati oleh manusia / approved by men (Roma 14:17-18). Artinya bagi Paulus kemegahan pelayanan itu nampak dari 3 hal tersebut, benar, damai sejahtera dan sukacita namun yang dikejar adalah damai sejahtera. Inilah model pelayanan yang dibangun oleh Paulus dalam sikapnya menjawab guru-guru palsu yang ramai memuji diri di Korintus.
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Melalui pernyataan Paulus ini hendak dikemukakan 2 hal penting yakni :
1. Pelayanan dengan kualitas berlian.
Berlian adalah batu perhiasan yang indah dan bernilai tinggi, tetapi awalnya berlian hanyalah karbon biasa-hitam, kotor, dan mudah terbakar. Setelah mengalami tempaan panas tinggi dan tekanan hebat selama bertahun-tahun, karbon ini menjadi murni dan kuat. Proses ini menjadi perumpamaan yang tepat untuk kekuatan rohani; Allah memakai kekuatan dari luar yang sangat hebat untuk menghapus kecemaran kita dan menyempurnakan kekuatan-Nya di dalam diri kita.
Paulus adalah salah satu contoh raksasa pelayanan yang mengalami proses pemurnian luar biasa sehingga tiba pada kualitas berlian. Artinya pelayanan yang dilakukan Paulus senantiasa dapat dipertanggungjawabkan dengan militansi yang membakar semangatnya. Antusiasme pelayanan itu nampak dari pernyataan Paulus di 2 Kor. 4:7-10.
Gereja (GPIB) akan memasuki usia 65 tahun dan pelayanan dengan kualitas inilah yang harus menerus terjaga dan terpelihara. Gereja ini dibangun oleh Yesus Kristus sendiri dan mengalami tempaan yang luar biasa dalam pelayanannya. Wajah GPIB adalah wajah gereja yang penuh dengan alur kemenangan atas pergumulan namun tampil elok dan cantik sebagai mempelai wanita yang mempesona dan terpesona pada Yesus Kristus sang mempelai Pria.
Jalan pelayanan GPIB bisa saja membuat ia bermegah tetapi dalam kerendahan hati sang GPIB berkata ` biarlah Yesus semakin tinggi dan aku semakin rendah `. Air mata bagi sang GPIB telah tercurah bukan karena benci tetapi cinta yang kuat dan tulus. Air mata dari mereka yang terseok-seok dalam pelayanan dan dari mereka yang memberi diri tuntas sampai maut menjemput. Dunia bisa saja mencercanya dengan umpatan dan hujatan tetapi seperti seorang ibu, ia (GPIB) hanya berdiri di sudut ruang dan mulai berdoa bagi anak-anaknya.
Gereja ini besar bukan karena kebesaran tetapi ia besar sebab ia semakin kecil dihadapan Tuhan, sekecil berlian di Tangan Tuhan. Inilah Gereja yang dapat menghadirkan militansi pelayanan sampai keujung negeri dengan antusiasme memberitakan kabar sukacita. Gereja ini mencintai kita semua dengan cinta kualitas belian untuk semakin brilian dalam panggilan dan pengutusan.
2. Andaikan Mawar Tidak Berduri
Mawar adalah bunga yang indah dan karena itu identik dengan perempuan sehingga siapakah yang berani memberi nama Mawar pada anak laki-laki? Tetapi tangkai mawar berduri, sehingga dalam keindahannya ia terlindungi dari serangan serangga lain. Duri lalu menjadi pelindung agar mawar itu tetap cantik.
Paulus tidak saja merasakan adanya duri tetapi mengalami sakitnya duri dalam diri. Merasa dan mengalami adalah 2 hal yang menguatkan pemaknaan dan penting sebab Paulus tidak sekedar merasa ada duri tetapi mengalami tajamnya duri. Ia berdoa berkali-kali agar duri ini dicabut tetapi justru lain jawaban Tuhan ( 2 Kor. 12:9).
Seluruh kesaksian Paulus dalam hal ini bukan tentang kemegahan firdaus sebaliknya justru ia bermegah dalam kelemahan yang dialaminya. Ia tidak terkecoh dengan doa-doa yang sifatnya hipokrit tetapi ia berdoa dengan jawaban penolakan. Inilah duri yang selalu hadir dan `melindungi� Paulus. Pengalaman sebagai pribadi yang ditolak permohonanya tentu menyakitkan dan menimbulkan rasa frustrasi. Apalagi jika penolakan itu dilakukan oleh Tuhan atas pemohonan yang kita panjatkan. Namun duri ini tetap ada supaya Paulus semakin mengalami kuasa Kristus sama halnya dengan kita semua.
Duri ini bisa tampil dalam berbagai rupa dan dialami juga oleh gereja. Ketika pelayanan gereja dicurigai bahkan hendak di singkirkan inilah duri yang ada. Duri itu juga hadir dalam berbagai penyakit yang mendera. Berapa banyak hamba Tuhan yang meninggal dalam pelayanan karena sakit yang tidak sembuh? Duri itu bisa hadir dalam sikap bermusuhan yang dialami oleh gereja. Pelayanan ini justru bertemu dengan duri sehingga ia tampil mempesona.
Gereja (GPIB) adalah mempelai perempuan yang cantik dan menawan bukan karena operasi plastik dengan kosmetik disana sini. Ia natural, dengan wajah Indonesia dengan warna kulit Indonesia dan harum mawar dihadirkan olehnya. Gereja ini sungguh mempesona tetapi sekaligus cerdas di panggung dunia yang penuh dengan kepalsuan. Gereja ini bagai ibu yang bersenandung lirih lagu
disetiap janjiku dan setiap doaku
juga langkah imanku, Tuhan bersamaku Tuhan bri anugrahNya, Tuhan bri kuasaNya
Kristuslah didalamku, aku menang bersama-Nya
Itulah nyanyian air mata seorang ibu yang fasih dengan derita, ia sadar bahwa duri ini ada supaya ia semakin mengandalkan Tuhan. Gereja ini tidak berduri tetapi ia mengalami sakitnya duri yang menusuk jauh ke lubuk hati. Tetapi kekuatan dari Tuhanlah yang membuatnya tegar berdiri untuk terus menatap generasi demi generasi yang lahir dari rahim kudus.
Gereja ini berusia 65 tahun, tetapi ia tetap cantik dalam mewartakan gema keselamatan keujung-ujung negeri. Gereja ini tidak berambut pirang dan bermata biru dan hidung mancung tetapi tipikal perempuan Indonesia yang anggun dan mempesona sekalipun ada duri dalam diri. Gereja ini cerdas menjawab pertanyaan zaman dan bagai cadas menghadapi tantangan.
Itulah kita semua sebagai umat Tuhan yang terus melayani dan jangan pernah menyerah, sebab pelayanan kita berkenan kepadaNya dan dihormati manusia bukan karena kita yang hebat tetapi Yesus dan hanya Yesus sekali lagi YESUS, Ia yang hebat atas kita.
MAJU TERUS BERSAMA TUHAN YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA PELAYANAN KITA TIDAK SIA-SIA. AMIN

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|