aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 22975 x

Catatan Refleksi
Rabu, 18 September 2013
1 Tesalonika 4:13-18
YESUS DATANG MAKA YANG MATIPUN HIDUP

Pendahuluan.



Setiap orang memerlukan kepastian sebab tanpa kepastian maka hidup menjadi sia-sia. Memang kita diperhadapkan dengan kenyataan bahwa kepastian bukanlah sebuah kemudahan sebab berada dalam kepastian memerlukan sebuah keputusan yang selalu harus digumuli. Ketidakpastian dapat menjadi sumber merosotnya semangat dan antusiasme dalam menjalani hidup. Ketidakpastian yang pasti akan meruntuhkan kemampuan umat dalam menghadapi berbagai tekanan akibat dari iman kepada Yesus Kristus.



Dalam konteks yang demikian maka sebuah penguatan yang dikemukakn Paulus tidak hanya menyentuh salah satu aspek mendasar manusia yakni kepastian tetapi sekaligus memberi semangat bagi umat di Tesalonika. Kepastian itulah yang dijelaskan Paulus bagi jemaat di Tesalonika sehingga hidup keseharian mereka juga dipengaruhi dengan kepastian tersebut.



Apakah kepastian yang Paulus ajarkan ? tidak lain bahwa Yesus pasti datang lagi. Ini kepastian yang fundamental. Meyakini bahwa Yesus akan datang lagi menjadi pendorong utama untuk kehidupan masa kini. Artinya Yesus yang datang kembali menjadi energy bagi bagi jemaat dalam menyikapi masa kini. Karena itulah Paulus katakan bahwa mereka harus hidup kudus dan penuh hormat yang diawali dari dalam rumah/keluarga ( 1 Tes. 4:3-4). Pengudusan ini hadir sebagai tanggapan atas karya Allah yang menyelamatkan dan terwujud melalui kedatangan Yesus kembali.



Jika kekudusan menjadi hal privat maka relasi dengan saudara lainnya merupakan kesaksian di ruang publik ( 1 Tes. 4:9-10). Hal ini berarti bahwa relasi dengan Allah yang dekat menjadi pondasi dari relasi dengan sesame dan sekaligus mejadi bukti dari relasi dengan Allah. Dengan pemahaman demikian maka kasih persaudaraan bukanlah sebuah sifat tambahan pada umat Tuhan tetapi menjadi kasih yang hadir didalam diri sejak menerima Yesus.



Maka kepastian tentang kedatangan Yesus kembali dimasa depan berpengaruh besar unutk kehidupan umat di masa kini. Karena itulah Paulus harus menjelaskan perihal kematian dan kebangkitan orang mati.



Telaah teks



1. Ayat 13 - 14, salah satu pergumulan umat adalah soal kematian dan kebangkitan. Artinya kematian adalah kepastian tetapi bagaimanakah dengan keselamatan di dalam Yesus. Dalam konteks inilah penjelasan Oaulus menjadi penting dan mendasar. Perhatikan ayat 14, yang memberi penjelasan penting bahwa jika kita percaya pada kematian maka kita percaya juga bahwa Ia sudah bangkit. Inilah kepastian bagi setiap orang percaya. Maka jika seorang saudara yang terkasih meninggal maka kepastian bahwa ia bangkit sebagaimana Yesus bangkit adalah sebuah kepastian.



Dengan pemahaman di atas maka hidup setiap orang percaya selalu diliputi dengan kepastian. Gagasan ini penting penting karena dampaknya pada masa kini sungguh terkoneksi. Artinya jika umat percaya bahwa Yesus mati dan bangkit maka umat percaya juga bahwa kebajikan adalah sebuah kepastian bagi dirinya.



2. Ayat 15-18 Pualus hendak menunjukkan pemahamannya bahwa bagi setiap orang percaya kematian bukanlah sebuah akhir yang permanen tetapi awal dari kehidupan kekal ( ayat 17 akhir). Dengan memahami bahwa kematian adalah kepastian maka harus dipahami juga bahwa kebangkitan adalah kepastian. Maka jika Paulus mendorong umat untuk saling memberi penghiburan dengan firman ini yaitu apa yang tertulis di ayat 17 bagian akhir.



Dengan penjelasan demikian maka Paulus hendak mengemukakan bahwa kesedihan memang dialami ketika kematian dialami oleh saudara terkasih tetapi sekaligus ada sukacita bahwa kedatangan Yesus yang adalah kepastian menjadi kepastian dalam persekutuan dengan-Nya.



Jika hidup demikian berharga maka kematian tidak dapat mematahkan kuasa Yesus yang sudah mengalahkan maut. Dalam konteks ini maka kesadaran seseorang akan kuasa kebangkitan Yesus memberi kepastian yang utuh.



Refleksi.



Dewasa ini ketidakpastian menjadi menu utama dalam kehidupan setiap hari. Akibat dari ketidakpastian maka manusia mengambil jalan pintas. Relasi antar manusia tidak lagi dikuasai kepastian sehingga yang muncul hanyalah persoalan. Hubungan persaudaraan tidak lagi didasari dengan kepastian sehingga perseteruan kerap menjadi kenyataan.



Ketika kematian datang kesedihan seringkali dianggap sebagai hal yang terlambat. Kesedihan atas kematian saudara seiman tidak lagi diliputi oleh kasih tetapi lebih kepada hilanganya salah satu rival. Inilah ketidakpastian masakini, namun bagi kita semua sebagai orang percaya kita tetap teguh bahwa kepastian kedatangan Yesus adalah kepastian yang menghidupkan maka hiburkanlah seorang akan yang lain.


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Catatan Refleksi:

Selasa 7 April 2026
RUANG RINDU (Letto)

Jumat, 16 Agustus 2024
MERDEKA HARUSNYA BERUJUNG MEREKA

Selasa, 21 Februari 2023
SUAMI-ISTRI ANTARA BUKIT ZAITUN HINGGA MARANATHA

Sabtu, 24 Desember 2022
DAMAI YANG DIRAYAKAN SEMESTA

Sabtu, 04 Juni 2022
GARAM DAN TERANG DALAM PERSPEKTIF BULAN PELKES

Jumat, 31 Desember 2021
PIKIRAN ARIF DIAKHIR TAHUN

Rabu, 07 Juli 2021
KELUARGA, HARGANAS DAN PIALA EROPA

Rabu, 22 April 2020
NYANYIAN MUSA NYANYIAN KEHIDUPAN

Rabu, 13 Nopember 2019
HIDUP SEBAGAI TANDA KESAKSIAN

Selasa, 29 Oktober 2019
TOLSTOY DAN GPIB TENTANG CINTA (Renungan HUT GPIB Ke-71 31Okt 1948 - 31 Okt 2019)

Arsip Catatan Refleksi..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Kategori Utama: Artikel (52), Catatan Refleksi (85), Download Materi (2), Khotbah (316), Photo Keluarga (44), xx (2)