Dibaca : 24202 x
KhotbahMinggu, 15 September 2013 Yosua 10:1-6 ALLAH MELINDUNGI YANG TERANCAM

Sahabat-sahabat yang terkasih dalam Tuhan Yesus
Istilah koalisi berarti gabungan dari beberapa kekuatan dengan maksud tujuan tertentu dan berjangka pendek. Dalam dunia internasional koalisi menunjukkan adanya gabungan beberapa Negara dengan tujuan tertentu. Ketika sebuah koalisi dibentuk maka bisa terbentuk sebuah kekuatan militer, kekuatan politik atau kekuatan ekonomi yang memiliki agenda tertentu dan sifatnya jangka pendek.
Dalam bacaan kita saat ini dikemukakan terjadinya sebuah koalisi yang diprakarsai oleh Adoni-Zedek (ayat1 ) dengan beberapa raja orang Amori di wilayah selatan untuk membendung gerak maju umat Allah. Koalisi ini dibentuk karena rasa takut yang yang dialami oleh Adoni-zedek. Aliansi yang terbentuk adalah aliansi militer yang dengan sadar hendak memberhentikan Yosua dan umat Allah. Namun tanpa mereka sadari bahwa aliansi atau koalisi ini pada dasarnya akan menghadang Allah sendiri. Pada titik ini nampak sebuah strategi, gagasan maupun ide yang direncanakan dengan matang agar supaya Yosua dapat dikalahkan. Kekalahan Yosua berarti hilangnya rasa takut yang menimpa Adoni- Zedek dan rekan-rekannya.
Jika kita membaca perikop ini nampak tidak mengejutkan sebab bukankah kita jumpai juga koalisi yang dibentuk karena rasa takut terhadap seseorang. seseorang yang dianggap mengancam posisi, seseorang yang dianggap rival sehingga harus dihentikan atau di singkirkan. Hari-hari ini kita bisa melihat koalisi yang dibentuk untuk menahan laju kebenaran karena rasa takut terhadap kebenaran itu sendiri. Perilaku ini bisa saja tumbuh karena tidak suka dengan keberhasilan orang lain, iri hati terhadap kelebihan orang lain dan lebih fatal lagi ialah cemburu terhadap sukses orang lain. Semua sikap ini bertolak dari dosa yang degan kuasanya menimbulkan ketakutan. Jika hidup kita lurus dan benar dalam kerndahan hati maka kita tidak perlu membangun koalisi dengan berbagai argumentasi yang masuk akal. Dalam konteks gereja hal demikian bisa saja terjadi dalam bentuk saling menjegal, saling menjungkalkan atau bahkan saling memfitnah.
Saudara-saudara yang Tuhan Yesus kasihi,
Melalui perikop ini hendak dikemukakan kepada kita tentang kebenaran Firman Tuhan yang memberi nasihat agar:
1. Tidak membentuk koalisi kejahatan. Adoni-zedek adalah contoh dari pemimpin yang takut kehilangan kekuasaan sebab bukankah kekuasaan memang menjadi komoditi yang lebih berharga dari tahu-tempe atau daging sapi. Kekuasan berarti keistimewaan yang didapat untuk membsungkan dada. Koalisi kejahatan seperti ini tidak akan pernah bertahan lama sebab pada waktunya Tuhan akan memperlihatkan tindakan-Nya merendahkan setiap kesombongan dan arogansi. Adoni -Zedek adalah contoh betapa sebuah koalisi yang berhadap-hadapan dengan kekuasaan Allah akan dihancurkan. Kita bisa menemukan alasan itu pada ayat 4.
Persahabatan Gibeon dengan Yosua dianggap sebagai ancaman yang akan memporakporandakan kekuasaan yang selama ini digenggam. Adoni-Zedek dengan koalisinya telah menebar ancaman terhadap Gibeon.
Firman Tuhan ini mau menjelaskan kepada kita bahwa ketika berhadapan koalisi kejahatan janganlah memilih jalan kejahatan untuk melawannya. Ancaman memang hadir dengan kekuatan yang menebar ketakutan tetapi anak-anak Tuhan selalu menghayati bahwa hidupnya terjamin di dalam kasih setia Tuhan. Yes. 49:4 memperlihatkan bagaimana Yesaya menghayati bahwa hak dan upahnya terjamin pada Allah. Ini menunjukkan bahwa pemeliharaan Allah selalu menjadi jaminan bagi setiap anak Tuhan sehingga ia tidak perlu membangun koalisi kejahatan untuk menghadapi ancaman.
Bukankah ancaman yang menebar rasa takut juga menerpa keluarga Kristen yang dengan kuasanya hendak meruntuhkan semangat. Ancaman itu bisa hadir dalam sebuah koalisi yang kuat namun hendaklah setiap keluarga selalu bersikap hati-hati agar tidak menghadapi ancaman kejahatan dengan kejahatan yang sama. Hal ini memang tidak mudah tetapi bukan berarti mustahil sebab pada dasarnya kita terjaga dan terjamin di dalam kuasa Allah.
2. Meminta bantuan kepada Tuhan (ayat 6). Orang Gibeon tahu persis kepada siapa mereka harus minta tolong. Keterikatan Yosua dan Gibeon ( Yos. 9:25) menunjukkan bahwa mereka datang pada pihak yang tepat. Hubungan perjanjian yang terjadi sekaligus menjadi tanda perlindungan dan keamanan. Sehingga ketika Adoni-Zedek dengan koalisinya hendak memerangi Gibeon, orang Gibeon datang kepada Yosua. Sebagai seorang pemimpin yang punya reputasi maka Yosua tidak akan mengingkari janji-nya. Meminta perlindungan kepada pihak yang tepat yakni Tuhan telah membebaskan Gibeon dari ancaman yang menakutkan sebab Tuhan sendiri yang bertindak dengan memakai Yosua.
Dalam konteks ini kita mendapat pembelajaran rohani yang indah bahwa datang kepada pribadi yang tepat tatkala ancaman menghadang merupakan langkah yang benar. Hubungan perjanjian yang terbentuk antara Allah dan manusia hendaknya dipahami dalam perspektif yang luas bahwa Ia tidak pernah ingkar terhadap janji-Nya. Allah adalah Allah yang tidak pernah lupa pada janji-Nya sehingga di dalam Yesus kita diundang untuk terbuka mengakui keterbatasan kita dan memberi ruang bagi Tuhan untuk berkarya.
Jika persoalan datang menghadang dan ancaman tapil garang janganlah bersandar pada pengertian kita sendiri untuk mengatasinya tetapi bersandar pada Tuhan. Ancaman bisa datang dari orang yang berkuasa tetapi kita datang kepada Dia yang menguasai setiap orang berkuasa. Hasilnya selalu membawa pembebasan bagi kita semua.
Sahabat-sahabat yang terkasih,
Maka sebagai orang percaya dewasa ini kita terus berkarya dalam kebenaran dan tidak perlu membangun koalisi kejahatan sebab bagaiamanapun juga kebenaran akan dinyatakan. Kita datang pada Pribadi yang tepat yakni Yesus Kristus yang menolong kita dari setiap ancaman.
Banyak sekali ancaman di sekitar kita yang muncul dari kekuasaan dosa, namun kita mengakui bahwa hidup dalam pemeliharaan Tuhan selalu menjadi jaminan bagi setiap pengharapan kita. Kata Paulus , pengharapan itu tidak akan mengecewakan ( Roma 5:5)
Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab kita tahu bahwa dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak pernah sia-sia. Amin.

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|