Dibaca : 24627 x
KhotbahMinggu, 08 September 2013 Kolose 2:1-5 KRISTUS ADALAH PERWUJUDAN HIKMAT ALLAH (HUT Pelkat PA GPIB ke-54)
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus Kasihi,
Hidup sebagai orang percaya dewasa ini bukanlah hal yang mudah karena kesetiaan kepada Allah memerlukan perjuangan yang berat. Segala upaya untuk tetap menonjolkan Yesus Kristus bukanlah perkara sederhana yang harus dialami dan memerlukan kesungguhan hati. Jemaat di Kolose adalah contoh dari jemaat muda yang harus berhadapan dengan berbagai ajaran sesat. Jemaat di Kolose yang relative muda belum memiliki pondasi iman yang cukup tangguh. Bahkan Epafras yang melayani jemaat Kolose merasa perlu untuk mengunjungi Paulus di penjara Roma agar dapat mendapatkan nasihat Paulus yang berguna untuk menghadapi arus kuat ajaran sesat yang akan menggeser keutamaan Yesus Kristus.
Paulus menasihati umat agar selalu mengetahui kehendak Allah yang sempurna dan memiliki pengetahuan yang benar tentang Allah (Kol. 1:9-10). Kehendak Allah yang sempurna itu terwujud melalui tindakan melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita kedalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih (ayat 12). Pengetahuan yang benar tentang Allah dikemukakan Paulus adalah bahwa Yesus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung , yang lebih utama dari segala yang diciptakan (Kol.1:15).
Dengan pernyataan yang demikian Paulus mendorong jemaat di Kolose untuk tetap bertahan dalam kristus dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil yang terkandung dalam seluruh keberadaan Yesus Kristus. Artinya Paulus menyadari bahwa kekuatan ajaran sesat mampu mendominasi kehidupan umat sehingga kehadiran mereka sebagai pengikut Yesus Kristus bisa saja terhempas.
Bukankah hal yang sama juga kita jumpai saat ini ketika ajaran sesat dengan segala kuasanya berusaha untuk menggeser iman kepada Yesus Kristus. Ajaran itu hadir dengan pendekatan yang canggih dan selalu tampil mempesona sehingga kelihatan menarik dan masuk akal (make sense). Kehidupan yang diwarnai ajaran sesat ini menjadi arus kuat yang dapat menghempaskan setiap orang percaya pada titk yang rendah dalam hubungannya dengan Yesus Kristus.
Sahabat-sahabat yang terkasih dalam Yesus Kristus,
Menghadapi kenyataan yang demikian membuat Paulus memberi arahan yang menekankan beberapa aspek penting :
1. Ayat 1-3, berhadapan dengan ajaran sesat maka sikap yang harus muncul adalah kesatuan jemaat untuk menghadapinya. Kesatuan sikap itu diikat dengan kasih sehingga jemaat secara keseluruhan mengerti dan mengenal rahasia Allah yaitu Kristus. Artinya di sini Paulus hendak menekankan perlunya jemaat berada dalam persekutuan dan dan bergerak bersama dalam menghadapi tantangan ajaran sesat. Jemaat perlu bersekutu dalam kesatuan yang terus dibangun berdasarkan kasih sehingga mempersempit celah yang dapat merobohkan keyakinan mereka pada Yesus Kristus. Maka ajaran sesat yang hendak dilawan adalah soal pemujaan diri sendiri sehingga usaha manusia untuk nampak semakin hebat ditentukan melalui usaha sendiri. Maksudnya ialah melalui pemujaan diri seseorang melihat bahwa ia lebih tinggi dari yang lain dan merasa bahwa berbuat dosa demikian adalah hal biasa. Kudusnya hidup ditentukan oleh diri sendiri sehingga tidak memerlukan tindakan Allah yang menguduskan (Kol. 3:12).
Kita dapat belajar dari pernyataan Paulus ini yakni menghadapi tantangan jangan sendiri namun hadapilah bersama-sama dalam ikatan kasih dan melibatkan Yesus Kristus. Dalam konteks HUT Plekat PA dapat dikatan bahwa mereka adalah generasi yang akan menghadapi tantangan berat di era google, twitter, yahoo dan semua kecanggihan alat komunikasi. Ikatan persekutuan itu harus berawal dari keluarga yang kompak, suami-istri yang kompak dengan anak-anak. Semua ini menjadi berhala yang akan menjauhkan anak-anak kita dari Tuhan jika kita tidak memberi ruang yang luas bagi anak-anak kita dalam pengenalan akan Tuhan Yesus Kristus. Kita harus melakukan terobosan yang kuat untuk meletakkan pondasi yang kuat bagi anak-anak kita sehingga dengan pondasi itulah mereka akan menaklukkan semua arus kuat ajaran sesat yang hadir dengan bentuk yang semakin menawan.
Anak-anak kita memerlukan perhatian serius sebab 80% anak Kristen mengaku bahwa mereka mengagumi dan percaya kepada Yesus sebelum berusia 17 tahun. Ini berarti keluarga adalah tempat yang subur bagi bertumbuhnya iman kepada Yesus Kristus, sehingga nasihat kita kepada anak-anak harus ditempatkan dalam merawat dan memelihar pertumbuhan iman mereka dengan baik dan semua ini bertolak dari sikap orangtua dalam mendampingi anak-anak.
2. Ayat 4-5, melalui nasihat ini Paulus menegaskan bahwa sekalipun ia tidak bersama jemaat tetapi dalam roh ia bersukacita bersama jemaat yang tetap teguh dalam iman kepada Yesus Kristus. Paulus hendak menasihati bahwa sekalipun ia tidak hadir secara fisik tetapi ia bersama mereka. Ia bersukacita bersama mereka. Ia tahu bahwa jemaat tidak terpengaruh dengan kata-kata indah yang hendak menggeser posisi Yesus Kristus dari kehidupan mereka.
Dengan pernyataan Paulus hendak dikemukakan bahwa kekuatan persekutuan itu muncul karena Yesus Kristus sehingga apa yang mereka lakukan berlangsung dalam dominasi Yesus Kristus sambil mengucap syukur (Kol.3:17)
Hal ini menunjukkan bahwa sebagai orangtua kita mungkin tidak hadir secara fisik mendampingi anak-anak kita 24 jam penuh, tetapi mereka harus tahu bahwa dalam persekutuan roh relasi ini tetap terjaga. (setiap orangtua perlu membaca Kol.3:21). Anakpun akan memahami bahwa sekalipun secara fisik orangtua tidak hadir tetapi orangtua tetap mengingat mereka didalam kasih (setiap anak perlu membaca Kol. 3:20). Maka hidup yang dibangun dengan landasan mengucap syukur kepada Yesus Kristus menjadi pondasi yang kuat bagi anak untuk menghadapi setiap ajaran sesat yang menekankan adanya bukti secara fisik. Kita perlu selalu mengajar anak-anak kita untuk menghayati bahwa Kasih Yesus Kristulah yang akan selalu mengikat kita dalam persekutuan yang handal menghadapi tantangan jaman.
Dengan pengajaran inilah maka setiap kita dapat selalu berkata terpujilah Tuhan Yesus yang mengasihi kita dan mengasihi anak-anak kita.
Maju terus bersama Tuhan Yesus, sebab dalam persekutuan dengan-Nya masa depan anak-anak kita tidak pernah sia-sia. Amin.

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|