aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 24336 x

Khotbah
Kamis, 22 Agustus 2013
( 1 YOH 5 : 1-5 )
KASIH KRISTUS MEMENANGKAN HIDUP

KASIH KRISTUS MEMENANGKAN HIDUP
Naskah Khotbah, Minggu 25 Agustus 2013

Sahabat-sahabat yang terkasih dalam Tuhan Yesus
Pada bagian awal bacaan ini dikemukakan bahwa setiap orang yang percaya bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah. Jadi pada bagian awal bacaan ini ditekankan betapa pentingnya kata `percaya dan betapa pentingnya kata `Kristus. Hal ini menunjukkan bahwa di jemaat Tuhan waktu itu sedang terjadi upaya untuk merendahkan makna kata Kristus yang dapat menghantam kehidupan rohani umat. Tantangan yang dihadapi oleh umat waktu itu bukanlah persoalan yang sederhana sebab serangan dari semua lini tertuju kepada pengikut Yesus. Dari pemerintah Roma yang hadir dengan kekuatan kuasa pedang, dari Yahudi yang hadir dengan pendekatan kultural dan dari Yunani yang hadir dengan ajaran filsafat. Akumulasi semua kekuatan itu seolah hendak meruntuhkan eksistensi pengikut Yesus.

Generasi orang percaya saat itu harus berhadapan dengan tantangan yang tidak ringan karena mereka sendiri adalah generasi ke-2 yang relative baru. Mereka berhadapan dengan tekanan hebat yang muncul secara bersamaan dan bertubi-tubi sehingga merekapun dapat kehilangan asa jika tidak diperkokoh pemahaman mereka tentang siapakah Yesus.



Sahabat-sahabat yang terkasih,

Maka hal penting yang patut disampaikan adalah pengenalan akan Yesus Kristus, siapakah Yesus Kristus itu? Untuk itulah kita perlu perhatikan hal berikut:

1. Yesus bukanlah nama yang diberikan oleh Yusuf atau Maria tetapi diberikan Allah (Matius 1:21) dan bahwa Ia akan menyelamatkan semua umat manusia merupakan pernyataan Allah. Yesus atau Yehoshua yang berarti `god is salvation untuk meperlihatkan bahwa hanya didalam Dia keselamatan dialami oleh umat-Nya bahkan seluruh dunia (Yoh.3:16). Bahkan Yesus sendiri menyatakan bahwa segala kuasa di surga dan di bumi sudah diberikan kepada-Nya (band. Mat. 28:18). Maka nama Yesus adalah jaminan mutlak yang maknanya harus mengendap dalam hati dan seluruh kehidupan orang percaya. Nama ini juga berhubungan tindakan yang menghadirkan damai sejahtera (bacalah Yoh. 16: 33).

Semua ini menunjukkan bahwa Yesus sudah mengalahkan dunia dan semua orang yang mengandalkan-Nya akan memperoleh kuasa (KPR 1: 8).

Semua ini untuk menunjukkan bahwa sebagai murid Yesus setiap orang percaya memang akan berhadapan dengan tantangan yang keras dan tidak sedikit bahkan bisa bertubi-tubi. Namun kuasa didalam nama Yesus adalah kuasa yang menyelamatkan dan mengokohkan. Kuasa dalam nama Yesus sekaligus adalah kuasa yang menghadirkan damai sejahtera.

Maka percaya kepada Yesus telah melahirkan orang-orang dengan pribadi besar yang diperhadapkan dengan hambatan besar untuk mewujudkan rencana Allah yang besar. Orang-orang seperti John Sung, Marthin Luther, Calvin, Joseph Kam, Nomensen, Luther King Jr. mereka semua adalah orang-orang besar yang dengan hati besar mengalahkan tantangan yang besar. Bagi kita setiap orang percaya, Allah didalam Yesus Kristus akan dan pasti menolong kita untuk menghadapi setiap tantangan.

Persoalan dan tantangan kita beragam dan bisa hadir dengan kekuatan besar, tetapi kita percaya bahwa Yesus sudah mengalahkan dunia dan kita adalah anak-anak Allah yang sudah mengalahkan dunia ( 1Yoh. 5: 1 dan 2). Maka kita hadir sebagai umat yang selalu mengandalkan kuasa-Nya untuk mengalahkan semua persoalan kita bahkan kita menaklukan diri kita sendiri pada-Nya. Penaklukan diri pada Yesus menghasilkan kekuatan kasih untuk selalu berdiri bersama saudara-saudar seiman dalam setiap persoalan.

Disinilah gereja hadir, disinilah gereja berkarya yakni untuk menyatakan bahwa egosentris dunia bukanlah gaya hidup gereja, bukanlah gaya hidup kita. Gereja hadir untuk menyatakan kekuatan kasih ditengah lautan kebencian produksi dunia. Kita anak-anak Allah yang hadir di dunia untuk selalu menyatakan kekuatan dan kuasa Allah.

2. Arti nama Kristus, Kristus menunjukkan makna yang sejajar dengan Mesias yakni `yang diurapi. Salah satu jabatan yang diurapi adalah Raja sehingga ketika Raja itu lahir maka setiap utusan Negara harus datang dan menyerahkan persembahan sebagai tanda `menjaga hubungan yang baik sebagaimana diperlihatkan oleh para majus. Kristus sekaligus menunjukkan bahwa dalam siksaan hebat, Ia sebagaimana gambaran Lukas 23:2-3 memberi jawaban ` so Pilate asked Him, saying ` are You the King Of the Jews? and He answered, `it is as you say. Implikasinya ialah setiap orang yang percaya bahwa Yesus adalah Kristus berarti percaya bahwa Ia adalah Raja dan sekaligus harus dihormati dan dipatuhi (Luk. 6:46). Jika Kristus merujuk kepada Raja maka ketaatan kepada Raja menjadi hal yang mutlak.
Dalam pemahaman demikian maka percaya kepada Kristus artinya ketaatan kita diperlukan untuk terus menjaga relasi. Relasi kita dengan sang Raja harus selalu hidup dan terpelihara sehingga dalam segala situasi kita tetap merasakan pemerintahn-Nya. Dia adalah Raja maka itu berarti seluruh keberadaan kita di dominasi oleh pemerintahan-Nya sehingga damai sejahtera menaungi keberadaan kita. Damai sejahtera di sini bukan soal perasaan tetapi soal keyakinan bahwa dalam segala keadaan Ia tetap hadir memberi pengharapan.


Sahabat-sahabat yang terkasih,

Kita ada dalam dunia untuk terus menyatakan bahwa kejahatan tidak
dibalas dengan kejahatan karena Kasih Allah menetap dalam hidup kita. Hal ini memang tidak mudah tetapi jika kita menghadayati kuasa-Nya maka kita mendapat tenaga yang kuat untuk mewujudkannya. Mengasihi adalah jawaban atas teror kuasa yang diperlihatkan oleh sebagian orang yang arogan dengan kuasa. Ketika ke-kuasa-an tidak lagi berorientasi untuk publik tetapi untuk perempuan, untuk daging sapi, untuk memanipualasi kitab suci maka memang diperlukan ke-kuasa-an yang ekstrim juga untuk menjawabnya. Itulah kuasa kasih yang menjadi jantung dari kehadiran Yesus dan membuat- Nya hadir secara beda dari kaum legalis dan normative serta hipokrit. Pada titik inilah kita semua dapat bersyukur bahwa kepada kita selalu di ingatkan untuk tidak mengasihi seperti cara dunia mengasihi yang penuh dengan semangat transaksi. Mengasihi dengan pola demikian bersifat temporer dan semu. Kita mengasihi sebab Ia yang mengasihi kita telah memberi kuasa kasih itu kepada kita supaya kabar baik terus berkibar. Maka firman Tuhan saat ini menunjukkan kepada kita semua bahwa kita mengasihi Allah dan melakukan semua perintah-Nya. Perintah-Nya tidak berat sebab kuasa-Nya mendominasi kehidupan kita dan memungkinkan setiap orang percaya dapat berkarya dengan kuasa yang mendatangkan damai sejahtera.

Sebagai anak-anak Allah yang taat pada pemerintahan Yesus Kristus, kita semua dimungkinkan untuk selalu berpengharapan bahwa dalam ketaatan kepada-Nya hidup kita selalu terjaga dan terjamin. Dalam konteks inilah maka `siapakah yang mengalahkan dunia (ayat 5) bukan merujuk kepada kita tetapi kepada Yesus Kristus. Sehingga setiap kali kita berhadapan dengan arus dunia ini, Tuhan menolong kita untuk tidak hanyut dan tenggelam. Ia mau supaya dalam ketaatan kepada-Nya, maka kita percaya kepada kuasa-Nya, percaya pada pemerintahan-Nya, percaya pada otoritas-Nya dan semua yang membuat kita berbisik dalam hati ` pilihan ini tidak keliru ` dan membuat kita berseru di ruang publik ` haleluya terpujilah Tuhan. Maka tepatlah ucapan Mark Driscoll, `our identity is not in our joy, is not in our suffering. OUR IDENTITY IS IN CHRIST, WHETHER WE HAVE JOY OR ARE SUFFERING. Identitas kita terletak pada Yesus yang adalah Kristus bukan pada suka atau derita.


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518