Dibaca : 23692 x
KhotbahMinggu, 18 Agustus 2013 1 Yohanes 3: 1 - 6 KRISTUS YANG MENYUCIKAN HIDUP

Sahabat-sahabat yang terkasih,
Salah satu sapaan yang sangat hangat dan penuh emosi adalah sapaan sebagai anak Allah. Kehangatan sapaan ini terhadap pengikut Yesus berkaitan dengan keistimewaan yang melekat pada istilah sebagai anak Allah. Pernyataan sebagai anak Allah merupakan jangkauan Allah yang melibatkan diri-Nya melalui Yesus Kristus. Ungkapan sebagai anak Allah merupakan puncak dari karya penyelamatan Yesus Kristus bagi manusia yang percaya kepada-Nya (Yoh. 1:12) bahkan Yesus sendiri menyatakan bahwa mereka yang membawa damai disebut sebagai anak-anak Allah (Mat.5:9). Dengan pengertian demikian maka menjadi anak Allah merupakan pernyataan yang tegas dan bukan sekedar ungkapan seremonial atau ungkapan tradisional. Artinya pernyataan tentang anak Allah menunjukkan area baru yang disediakan oleh Yesus melalui karya-Nya.
Pernyataan sebagai anak-anak Allah dengan segera berhadap-hadapan dengan pernyataan sebagai anak-anak iblis (1 Yoh. 3:10). Pernyataan yang kuat dan mempesona setiap manusia karena berada dalam status yang istimewa dan memiliki jaminan masa depan. Hal ini menonjol dalam kehidupan sebagai anak-anak Allah yang melakukan kebenaran sebab Ia sendiri adalah kebenaran (1Yoh. 2: 29).
Sahabat-sahabat yang terkasih dalam Yesus,
Pengajaran ini penting diangkat sebab pengaruh dari ajaran sesat yang sedang beredar waktu itu yakni ajaran gnostic yang menekankan pentingnya roh dibandingkan tubuh jasmani. Jika ajaran ini diterima maka kebangkitan Yesus yang utuh mengalami penolakan. Ajaran ini secara persuasive memengaruhi kehidupan umat waktu itu. Setiap ajaran yang menyangkal keutuhan Yesus adalah ajaran sesat yang harus iatnggapi dengan serius. Maka bertolak dari kenyataan demikianlah sebuah pengajaran yang benar disampaikan kepada umat.
Bagaimana sebutan sebagai anak Allah menjadi sebuah pernyataan iman bagi setiap orang percaya? Tidak lain ialah karena dalam gagasan ini terkandung beberapa hal penting yang harus dikemukakan.
1. Ayat 1-3, Yohanes mengingatkan keistimewaan setiap orang percaya.
Keistimewaan setiap orang percaya pertama-tama dan utama ialah mengalami kasih Allah (ayat 1). Anak-anak Allah menunjukkan bahwa setiap pribadi itu sudah mengalami kasih sang Bapa yang kuat dalam jangkauan keselamatan. Istimewa sebab sebagai anak Allah maka terwujud sebuah pengenalan yang kuat dan akurat. Setiap orang tua yang kuat relasinya dengan anak pasti tahu keberadaan sang anak dengan semua keistimewaan dan keterbatasan. Ia mengenal anak-Nya seperti Ia mengenal diri-Nya sendiri sebab apakah yang dapat disembunyikan dari sang Bapa?
Dengan memahami keistimewaan inilah setiap orang percaya dapat mengalami kekuatan dalam harapnya. Keistimewaan yang bertumpu pada pengharapan adalah keistimewaan yang tidak pernah luntur atau mengalami erosi.
Maka pelajaran kita yang pertama adalah ketika kita ditempatkan sebagai anak Allah ini bukan pernyataan rohani semata tetapi sekaligus sebuah pernyataan yang utuh jasmani dan rohani. Artinya sebuatan sebagai anak Allah tidak hanya terjadi di sekitar rumah ibadah tetapi di semua lini aktifitas kita. Maka sebagai anak Allah kita harus beda dari dunia sebab dunia tidak mengenal kita dan kita tidak mengikuti dunia.
Jika dunia sarat dengan kejahatan, anak Allah hadir dengan kebajikan
Jika dunia sarat dengan dendam, maka anak Allah hadir dengan damai
Jika dunia sarat dengan moral buruk maka anak Allah hadir dengan kesucian
Ujung dari semuanya ialah kita akan melihat Dia dalam kebajikan, kedamaian dan kesucian.
Keistimewaan ini bukanlah karena kita mau diistimewakan tetapi karena memang hakikat kita yang istimewa dalam sebutan sebagai anak Allah. Jadi jangan rusak keistimewaan anugerah-Nya. Jangan rendahkan keistimewaan kasih-Nya dan jangan abaikan keistimewaan kebenaran yang berujung pada pendewasaan kita sebab kita tidak disebut anak-anak yang kekanak-kanakan tetapi anak Allah yang matang dan dewasa dalam keistimewaan anugerah, kasih dan kebenaran.
2. Ayat 4-6, alasan untuk tidak berbuat dosa ialah tidak melihat dan tidak mengenal Dia (ayat 6). Dosa adalah pemberontakan kepada Allah dan terbelenggu oleh kehendak iblis. Dosa merupakan penyangkalan terhadap kasih karunia Allah sehingga dosa bukan saja sebuah kriminalitas saja tetapi setiap pikiran, tindakan dan ucapan yang mempermalukan Tuhan. Bukankah sebagai anak Allah maka kita harus menyenangkan hati-Nya? Bukankah ini adalah sesuatu yang wajar bahwa seorang anak akan menjaga kewibawaan dan kehirmatan orangtua?
Dosa adalah perilaku yang memalukan sebab dibangun berdasarkan arogansi spiritual yang mengabaikan kehendak-Nya untuk menjadi `son of peace�. Pada titik inilah iblis berusaha membelenggu manusia agar kehilangan keistimewaan sebagai anak Allah. Dalam usahanya iblis senang dengan dakwaan bahwa kita tidak pantas dan tidak layak disebut sebagai anak Allah. Iblis mau supaya kehancuran kita sebagai anak Allah bersifat permanen dan tercampak dari keselamatan.
Namun puji syukur kepada Tuhan yang menghendaki anak-anakNya tidak hipokrit mengakui bahwa dosa membelenggunya dan mengalami pembebasan hanya dalam kasih-Nya.
Pelajaran ke dua yang kita dapatkan ialah supaya kita tidak hanyut dengan tindakan iblis yang persuasive namun dengan tegas perlu kita tolak dan acuhkan. Semua itu tidak terlepas dari keberanian kita untuk selalu menyatakan kesucian hidup yang utuh. Suci dalam pikiran, suci dalam ucapan dan suci dalam tindakan.
Dosa yang dihapus-Nya menjadi jamianan bahwa kesucian hidup berdasarkan kasih merupakan ciri khas anak Allah. Ini bukanlah gagasan diawan-awan tetapi sebuah pengakuan dalam kerendahan hati `siapakah kita sehingga Ia demikian mengasihi kita�
Sahabat-sahabat yang terkasih,
Marilah kita bersykur sebagai anak Allah dan sekaligus menghindar dari belenggu iblis sebab kita hadir dengan kebenaran yang kuat dan kokoh serta dengan antusiasme yang tinggi mempermuliakan Dia.
Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya kita tetap layak disebut anak Allah. Amin.

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|