Dibaca : 27338 x
KhotbahMinggu, 04 Agustus 2013 Kej. 9 : 1 - 7 BERKAT ALLAH BAGI KELUARGA

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Jika kita membaca kisah penciptaan maka yang muncul disana adalah pernyataan Tuhan bahwa segala sesuatu yang diciptakan adalah baik, bahkan di Kej. 1: 31 dikatakan bahwa seluruh ciptaan Allah sungguh amat baik. Maka pernyataan sungguh amat baik menjelaskan kehadiran seluruh tatanan penciptaan Allah yang bermuara kepada tugas dan peran manusia untuk mengelola semua ciptaan Allah berada dalam kondisi "sungguh amat baik". Dimulai dengan berkat kepada manusia maka manusia mendapat mandat yang harus dikerjakan dengan hati-hati dan penuh tanggung jawab. Melalui pemahaman yang demikian maka berkat kepada manusia yang terjadi di Eden adalah berkat yang berhubungan dengan penugasan manusia sebagai mandataris Allah untuk mengelola segala ciptaan Allah. Manusia tidak hidup dengan kekuatannya sendiri tetapi harus mengahyati adanya kekuatan berkat bagai manusia.
Kejatuhan manusia dalam dosa serta penghukuman Allah kepada manusia melalui banjir pada jaman Nuh menunjukkan bahwa berkat adalah kepercayaan Allah kepada manusia untuk mengendalikan dan mengusahakan semua ciptaan Allah telah mengalami kerusakan. Penyangkalan terhadap berkat Allah merupakan kenyataan yang tidak terbantahkan melalui perilaku hidup yang jahat. Artinya berkat Allah diposisikan hanya sebagai bentuk penerimaan dan bukan penugasan untuk menghadirkan kebaikan. Jika di PL terhadap 640 ayat tentang rumah hal ini menunjukan bahwa manusia tidak dapat hidup di luar berkat Allah yang berkaitan erat dengan keluarga.
Ketika Allah memberkati Nuh sebagaimana bacaan kita hari ini dapat dikemukakan bahwa berkat kepada Nuh bukanlah hal yang sederhana. Berkat kepada keluarga Nuh adalah berkat yang terkait dengan 2 hal penting yakni :Pemulihan manusia sebagai mandataris Allah untuk menata seluruh karya penciptaan-Nya dan Pemulihan manusia untuk menunjukkan bahwa Allah sendirilah sumber berkat.
Dengan pernyataan yang demikian maka selaku umat Tuhan yang memikul peran sebagai mitra kerja Allah diperlukan pemahaman yang benar tentang berkat Allah.
1. Ayat 1- 5. Berkat kepada Nuh adalah berkat yang tidak bersifat tunggal saja tetapi berkat yang bersifat kolektif. Berkat yang diberikan Allah kepada Nuh adalah berkat yang bersifat pembaruan agar generasi Nuh menjadi saluran berkat bagi dunia. Namun perbedaan mendasar ialah berkat kepada Nuh yang sama dengan berkat kepada Adam ternyata tidak disertai kalimat ` taklukakanlah dan berkuasalah� telah ditanggalkan. Hal ini menujukkan bahwa dosa dengan segala karyanya dapat membuat manusia betindak seturut kehendaknya sendiri dan bukan seturut dengan kehendak Allah, maka penghukuman kepada manusia adalah tindakan untuk memulihkan keberadaan manusia. Maka berkat kepada Nuh dan keluarga kita memiliki makna baru yakni sebagai keluarga yang akan melanjutkan berkat tersebut. Sekalipun mereka gagal menjadi saluran berkat tetapi berkat Allah tidak pernah dapat digagalkan manusia jika Allah mengarahkan berkat-Nya kepada yang dikasihi-Nya.
Secara luar biasa dikemukakan bahwa berkat kepada keluarga Nuh adalah berkat yang sangat terkait dengan hubungan perjanjian. Hubungan perjanjian yang dibungkus dengan berkat-Nya membuat berkat itu memiliki kuasa yang besar. Dan kuasa itu hanya bersumber dari Allah. Dari sini bisa belajar juga bahwa sebagai keluarga Kristen adalah keluarga yang diberkati untuk terus menjadi saluran berkat bagai sesame. Itulah yang Allah kehendaki bagi kita semua supaya melalui kehadiran kita semua Allah dipermuliakan.
Berkat diberikan Allah kepada Nuh sebab Nuh menghayati hubungan perjanjian dengan Allah sehingga dikatakan bahwa ` he walked with God - kej. 6: 8-9. Ini berarti bahwa berkat yang dipercayakan kepada seseorang menjadi utuh ketika orang itu hidup bergaul dengan Allah. Berkat Allah terhambat ketika manusia menolak berkat -Nya melalui perilaku hidup yang jahat. Hal ini berarti berkat adalah karya Allah yang berkaitan dan berhubungan dengan pengutusan. Jika seseorang tidak menghayati pengutusannya sebagai mitra Allah dalam mengelola seluruh karya Allah bagaimana ia dapat menghayati berkat Allah padanya? Kepada orang percaya berkat perjanjian terutama dihubungkan dengan karya Kristus bagi orang percaya yang diterima melalui iman (Galatia 3:26,27).
2. Ayat 6-7, menjelaskan bahwa dalam hubungan perjanjian yang dibangun Allah dengan manusia maka manusia perlu memahamai keterbatasannya. Keterbatasan itu ialah soalah kehadirannya bagi sesame. Kematian adalah hal prerogative Allah maka manusia tdak berhak untuk mengambil nyawa sesame, sebaliknya manusia harus menjadi saluran berkat. Kini kepada Nuh dikemukakan bahwa Allah adalah Allah yang tidak mengabaikan hubungan perjanjian maka manusia diberkati bukan karena ia pantas tetapi karena kasih karunia.
Melalui pemahaman yang demikian maka dapat dikemukakan bahwa hubungan perjanjian dengan Allah merupakan berkat besar. Berkat tidak selalu soal harta tetapi berkat terindah ialah manusia mengingat Allah dengan hartanya.
Didalam Yesus Kristus berkat itu menjadi sempurna, sebab Yesus tidak sekedar memberkati ia menugaskan kita semua untuk menjadi saluran berkat. Melalui berkat-Nya kita menunjukkan sikap-Nya bagi sesame. Artinya berkat yang kita terima adalah berkat yang berhubungan dengan masa depan penuh harapan (Yer. 29:11). Dengan pernyataan demikian lalu nampak bahwa hidup yang diberkati adalah hidup denganpengendalian kuasa yang membungkus berkat. Sehingga selaku orang percaya kita selalu bersyukur atas semua berkat-Nya.
MAJU TERUS BERSAMA TUHAN YESUS MAKA JERIH LELAHMU MEWUJDUKAN BERKAT ILAHI TIDAK PERNAH SIA-SIA. AMIN

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|