Dibaca : 23844 x
KhotbahSabtu, 27 Juli 2013 Efesus 6:10-18 BERDOA UNTUK DAN BERSAMA ORANG LAIN

Sahabat-sahabat yang terkasih dalam Tuhan Yesus,
Menjadi orang Kristen bukanlah orang Kristen yang bermental lembek dan cengeng serta gampang merajuk. Tuhan Yesus memperlihatkan keteladanan yang baik ketika Ia tampil dengan gagasan, ide dan pemikiran yang tajam dan besar agar supaya setiap murid-murid-Nya memiliki kebesaran hati untuk menampung gagasan,ide dan pemikiran yang besar tersebut. Ini berarti bahwa setiap pengikut Yesus bukanlah pribadi yang gampang menyerah dan patah semangat untuk terus memberitakan kabar sukacita sekalipun untuk hal tersebut diperlukan kemauan yang kuat, tekad yang bulat. Yesus bukanlah pribadi yang lembek yang dengan mudah menggadaikan dan merendahkan derajat-Nya untuk menghindar dari tantangan, sebaliknya dengan sikap yang jelas dan tegas Ia memperlihatkan bahwa pemikiran dan karya-Nya selalu berorientasi kepada manusia dan kemanusiaan untuk menempatkan derajat kemanusiaan manusia pada level yang terpuji dan elok, anggun serta gagah dalam memberitakan kabar sukacita seperti dinyatakan Paulus `...supaya dengan KEBERANIAN aku memberitakan rahasia Injil . (6:19) dan `....dengan KEBERANIAN aku menyatakannya. (6:20). Kata `boldly - menunjukkan makna kemerdekaan untuk berbicara dan menunjukkan keyakinan. Maka Paulus hendak menyuarakan sura kebenaran itu dalam keberanian untuk tetap berdiri pada alur jalan kebenaran yakni INJIL.
Dengan berpikir demikian maka Rasul Paulus menasihati jemaat di Efesus, agar senantiasa menghayati keterpanggilan dan pengutusan mereka dalam pemahaman bahwa tantangan yang akan mereka hadapi tidaklah mudah. Persiapan matang ini yang diperlukan berkaitan dengan `hari yang jahat� (ayat 13) sehingga hari jahat ini menunjukkan adanya `bad condition�. Hal ini berarti suatu kondisi dimana kekuatan yang bersifat demonic dan destruktif tampil kepermukaan dengan kekuatan yang besar. Hari yang jahat ini dengan segera menjadi hari-hari yang harus dihadapi oleh murid-murid Tuhan dan ini bukanlah persoalan mudah. Maka persiapan yang sungguh-sungguh dalam menghadapi keadaan yang demikian menjadi persyaratan penting untuk bisa menghadapi peperangan rohani. Di samping itu hari yang jahat dilihat sejajar dengan tipu daya iblis (ayat 11) yakni metode yang dipergunakan iblis ntuk melemahkan anak-anak Tuhan. Metode yang dipergunakan oleh iblis adalah metode yang penuh dengan intrik dan kalkulasi jahat. Artinya semua metode yang dibangun oleh iblis adalah serangkaian serangan kejahatan yang melemahkan sendi-sendi kehidupan umat. Peperangan rohani ini memang tidak terhindarkan tetapi peperangan rohani ini harus dihadapi dengan pendekatan demikian:
1. Ayat 10-13, seluruh peralatan peperangan rohani perlu dipersiapkan dengan persiapan yang tidak berorientasi pada alat peperangan tetapi berorientasi pada dominasi Yesus. Maka kuat didalam Tuhan memperlihatkan adanya dominasi kuat dari kasih karunia Allah yang berujung pada Injil damai sejahtera sebagai oposisi kepada dominasi iblis yang membinasakan. Memakai seluruh perlengkapan senjata Allah hendak memberi penegasan bahwa Allah sendiri yang tampil di garis depan peperangan. Maka kita tidak sekedar berjuang tetapi bergulat dengan semua metode jahat yang dibangun ilbis.
Melalui pernyataan Paulus inilah dikemukakan tentang betapa pentingnya sebuah ruang diberikan bagi Tuhan agar Dia sajalah yang mendominasi kehidupan kita. Dominasi Allah bukanlah bersifat destruktif, sebaliknya diwarnai dengan pemberdayaan.
Melalui firman Tuhan ini kepada kita dikemukakan bahwa hanya dominasi Tuhanlah yang dapat menghancurkan metode iblis. Dominasi Tuhanlah yang akan membuka pemahaman yang baru bahwa Ia menempa kita bukan dengan sentuhan halus saja tetapi Ia juga menempa kita melalui tantangan yang menghadang bahkan tantangan itu hendak menghujam kehidupan anak-anak Tuhan. Disnilah Firman Tuhan menyapa kita untuk selalu percaya kepada dominasi Allah dan jangan memakai metode kita untuk menghadapi metode iblis. Tetapi selalu memakai persenjataan Allah yang artinya selalu melibatkan Tuhan sebagai pemeran utama dalam kehidupan kita.
Jemaat yang Tuhan Yesus kasihi,
Bagi kita saat ini diperlukan kemauan kuat untuk selalu mempersiapkan diri dengan baik sebab peperangan rohani adalah peperangan yang tidak terhindarkan. Hanya didalam kuasa-Nya yang digambarkan dengan senjata rohani maka kita semakin dimungkinkan untuk menjadi pemenang.
2. Ayat 14-18, pada bagian ini Paulus hendak menyatakan bahwa dominasi kuasa Allah yang luar biasa sekaligus adalah pengutusan untuk memberitakan kabar sukacita. Gospel of peace merupakan muara dari kesediaan diri untuk memasuki wilayah peperangan rohani. Kabar sukacita yang juga dirasakan di ruang public dan didemonstrasikan dengan akta dan bukan kata. Melalui bacaan ini dikemukakan bahwa kehidupan anak-anak Tuhan yang dipersiapkan dengan dominasi kuasa Tuhan Yesus adalah anak-anak Tuhan yang menyatakan Injil damai sejahtera. Injil damai sejahtera adalah injil kebenaran sebab kebenaran tidak mungkin keluar dari iblis, sebaliknya kejahatan pasti bersumber dari iblis.
Maka kehadiran selaku umat Tuhan di Efesus bukan saja soal locus tetapi lebih dari itu ialah soal focus pada injil damai sejahtera.
Sahabat-sahabat yang terkasih,
Maka sebagai gereja saat ini yang harus terus berjuang di kegelapan dunia yang hiruk pikuk dan penuh dengan kejahatan sebagai buah metode iblis diperlukan sebuah persiapan yang matang. Paulus hendak emnegaskan bahwa kehidupan anak Tuhan memang tidaklah mudah tetapi sekaligus bukan berarti mustahil utnu memberitakan Injil.
Perjuangan atau peperangan rohani yang dihadapi adalah sebuah konsekuensi dari mengikut Yesus. Setiap bentuk ketidaknyamanan yang dijumpai oleh setiap anak Tuhan adalah ruang terbuka untuk bersaksi tentang dominasi kedaulatan dan persiapan matang secara personal.
Dalam konteks inilah doa bukan sekedar tindakan mencari sensasi tetapi doa muncul sebagai teriakan bathin tatkala persoalan menghadang.
Firman Tuhan mengajar kita semua bahwa bersandar pada kekuatan kuasa Allah bukanlah soal senjata tetapi soal latihan dan performa. Maka hidup yang kita jalani adalah hidup yang senantiasa dilatih untuk terus berdoa dan berdoa dalam kebenaran.
Sahabat- sahabat yang terkasih,
Hidup dalam dominasi kuasa Allah adalah jawaban jitu atas seluruh kenyataan yang kita temui dan hadapi. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab didalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|