Dibaca : 22684 x
Catatan RefleksiRabu, 24 Juli 2013 Amsal 3:5-6 PERCAYA SEGENAP HATI
Pendahuluan
Nasihat yang diperlukan oleh setiap orang muda agar ia dapat menentukan arah perjalanan yang tepat dan benar. Hal ini berkaitan dengan dirinya dimasa kini dan dimasa depan. Dalam padangan tentang hidup manusia bagaikan lalulintas, masing-masing ingin berjalan dengan selamat sekaligus cepat sampai tujuan. Nah, coba anda bayangkan ketika tidak ada lalu lintas serta rambu-rambu kehidupan yang mengatur semua perjalanan kehidupan ini, maka yang terjadi adalah benturan-benturan dan gesekan-gesekan terus-menerus, karena semuanya ingin saling mendahului (contoh sederhana lihat saja di jalan raya ketika lampu jalannya mati, semua orang kelihatnnya ingin mendahuli sehingga tidak jarang mengakibatkan kecelakaan). Disinilah pengakuan terhadap kebutuhan keterlibatan Allah menjadi penting.
Dalam konteks Amsal hendak dikatakan bahwa didikan Tuhan tertuju kepada mereka yang Ia kasihi ( amsal 3:11-12). Hal ini bahkan dengan lugas dikemukakan oleh Yeremia di Yeremia 10:23 yang menyatakan bahwa, "Aku tahu, ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya." Karena ketidakmampuan dan keterbatasan hikmat dan pemahaman manusia karena keberdosaannya sehingga manusia tak dapat menetapkan langkah kehidupannya. Apa yang mungkin kelihatan benar baginya pada akhirnya membawa kebinasaan dan maut. Karena pikiran manusia bukanlah pikiran Allah sehingga rencana-rencananya tidak mencapai sasaran atau tak sesuai dengan rencana Allah yang sempurna.
Bertolak dari pemahaman di atas maka kepada generasi muda dikemukakan bahwa, mereka perlu percaya (trust) kepada Allah. Kata "batch (ibr)` memperlihatkan makna aman, yakin. Maka trust tidak sekedar percaya tetapi meyakini dan menghayati rasa aman didalamnya. Dalam konteks inilah maka generasi muda dimampukan untuk memahmi bahwa pertumbuhan fisiknya sekaligus pararel dengan pertumbuhan spirtualnya.
Hal ini menjadi penting sebab manusia dapat merekayasa jalan yang harus ditempuhnya tetapi dalam relasi vertical dengan Allah, dari sekian banyak jalan itu ada satu jalan yang ditentukan oleh Allah. Pada titik inilah kehormatan manusia sebagai mahluk dihadapan sang khalik semakin bermutu dan berkualitas. Pilihan untuk berjalan pada "jalan Allah` merupakan sebuah pengertian Biyn (baca bene - ibr) di ayat 5, menjadi pilihan cerdas.
Telaah teks.
Ayat 5 : mempercayai Allah dengan segenap hati merupakan pengertian yang tumbuh dari pengakuan bahwa manusia bisa merencanakan banyak jalan tetapi mengakui jalan Allah merupakan pilihan yang terbaik. Dalam memilih jalan yang Allah tentukan dengan sadar dapat menghantar manusia (orang muda) dalam keberhasilan inilah makna di ayat 6.
Mempercayai jalan Allah bisa saja bertolak belakang dengan jalan yang dirancang manusia tetapi yang pasti jalan itu adalah jalan yang berujung pada "menyenangkan hati Tuhan`
Ayat 6 : mengakui-Nya merupakan pengetahuan yang dibangun tidak sekali jadi tetapi melalui proses yang mematangkan pribadi. Maka pilihan untuk mengakui-Nya sekaligus merupakan deklarasi iman yang dibangun dalam kesadaran yang kuat dan utuh. Mendeklarasikan pemikiran demikian tentu menjadi perhatian serius generasi muda yang dibanjiri dengan banyaknya tawaran "jalan pintas, jalan singkat, jalan mudah dan jalan yang lain`.
Aktualisasi.
Orang muda dengan segala antuaiasme yang dimilikinya bagaikan kendaraan bermotor yang dapat berlari kencang. Amsal hendak menjadi pengendali kehidupan supaya setiap pemuda/I dapat dengan arif bersikap terhadap kehidupan ini.
Jalan mudah tergiur oleh jalan pintas dan menyenangkan yang ditawarkan iblis, tetapi pilihlah jalan Tuhan yang sekalipun nampak biasa tetapi bermuara kearah yang luar biasa.
Maju Terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jalan pilihan kita tidak sia-sia.

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Catatan Refleksi:Selasa 7 April 2026 RUANG RINDU (Letto)Jumat, 16 Agustus 2024 MERDEKA HARUSNYA BERUJUNG MEREKASelasa, 21 Februari 2023 SUAMI-ISTRI ANTARA BUKIT ZAITUN HINGGA MARANATHASabtu, 24 Desember 2022 DAMAI YANG DIRAYAKAN SEMESTASabtu, 04 Juni 2022 GARAM DAN TERANG DALAM PERSPEKTIF BULAN PELKESJumat, 31 Desember 2021 PIKIRAN ARIF DIAKHIR TAHUNRabu, 07 Juli 2021 KELUARGA, HARGANAS DAN PIALA EROPA Rabu, 22 April 2020 NYANYIAN MUSA NYANYIAN KEHIDUPANRabu, 13 Nopember 2019 HIDUP SEBAGAI TANDA KESAKSIANSelasa, 29 Oktober 2019 TOLSTOY DAN GPIB TENTANG CINTA (Renungan HUT GPIB Ke-71 31Okt 1948 - 31 Okt 2019)Arsip Catatan Refleksi..
Last Searches:
Kategori Utama: Artikel (52), Catatan Refleksi (85), Download Materi (2), Khotbah (316), Photo Keluarga (44), xx (2) |