aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 24315 x

Khotbah
Minggu, 19 Mei 2013
Kisah Para Rasul 2:1-13
PENTAKOSTA ADALAH MANUSIA YANG SEMAKIN BERMARTABAT





Salam sejahtera,



Sebelum kenaikan Yesus ke surga, Tuhan memberi janji bahwa para murid akan memiliki kuasa jika mereka menerima roh kudus (KPR 1:8). Dalam janji tersebut terkandung makna bahwa kuasa yang dimiliki adalah kuasa untuk memberitakan kabar sukacita sampai ke ujung bumi. Ini menunjukkan bahwa bahwa para murid setelah peristiwa Pentakosta menjadi murid yang akan merealisasikan amanat pengutusan Tuhan. Kuasa ini diperlukan sebab patut dipahami bahwa kuasa jahat juga tidak berdiam diri. Kuasa jahat yang menebarkan keadaan kacau, kerusakan maupun kematian. Kuasa jahat ini menjadi kuasa yang menghadirkan ketakutan, keresahan dan ketidakpastian. Kuasa jahat ini juga berusaha menumpulkan segala daya untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Tidak ada kuasa yang dapat menandingi kuasa jahat ini kecuali kuasa Roh Kudus. Kuasa Roh Kudus menampilkan wajah yang memanusiakan manusia sehingga martabat manusia mengalami pemulihan. Kuasa Roh Kudus juga meruntuhkan sekat-sekat yang membatasi manusia untuk mewujudkan peningkatan derajat kehidupan sebagai manusia yang mengalami kemerdekaan didalam Tuhan Yesus. Kuasa Roh Kudus bukanlah kuasa yang berkutat di tempat gelap dan kotor tetapi Ia hadir untuk membatasi keruhnya kehidupan manusia dan memulihkan keberadaan manusia sebagai manusia yang berbudi dalam beningnya hati dan pikiran yang terwujud dalam karya.


Jemaat yang terkasih,

Kuasa jahat dan kuasa Roh Kudus senantiasa hadir di panggung kehidupan manusia dan memperebutkan otoritas atas diri manusia. Dititik inilah terjadi pergulatan yang tidak sederhana dan manusia harus menjatuhkan pilihannya. Ketika manusia dalam dalam komunitas yang berbudaya maka kehadiran tersebut dihadapkan dengan pilihan untuk membesarkan perpecahan atau sebaliknya memperkuat persekutuan. Pilihan inilah yang harus dipahami secara utuh agar sebuah pilihan dijatuhkan dalam kesadaran memuji Tuhan atau pilihan yang mempermalukan-Nya.

Apa yang terjadi di Yerusalem memperlihatkan betapa kuasa jahat memandang para murid dengan pandangan yang merendahkan martabat kemanusia. Mereka hanya diperhatikan sebagai sekelompok kecil pengikut Yesus yang tidak punya pengaruh dan dikendalikan oleh perasaan inferior dan insecure yang kuat. Kenaikan Tuhan Yesus dengan segera menempatkan para murid dalam `kesendirian�,�ketidaknyamanan dalam komunitas� dan juga ketidakpastian. Maka ketika Pentakosta terjadi yang digambarkan secara tiba-tiba (ayat 2) dan membuat mereka dapat berbicara dengan kata-kata yang dimenegerti oleh semua orang dengan kebangsaan yang berbeda tentu menjadi kejutan yang besar. Pentakosta telah hadir dengan daya tarik besar sehingga banyak orang berkerumun dan melihat para murid (ayat 6). Pentakosta bukanlah peristiwa yang bersifat personal sebab menggema dalam komunitas yang lintas bahasa dan bangsa. Inilah kuasa yang mempersatukan manusia dalam kehangatan persekutuan yang mengalibatkan dampak besar (ayat 37).

Ini berarti Pentakosta telah menghadirkan kuasa yang dialami oleh setiap pribadi dan mencuat keluar untuk juga dialami oleh komunitas. Rasa terharu ( KJV: they were cut to the heart-ayat 37) atau tepatnya `hati mereka terharu� menunjukkan bahwa kuasa Roh Kudus menguasai mereka sehingga Pentakosta bukan soal rasa tetapi soal kesadaran. Artinya dalam kuasa yang besar Roh Kudus telah menghadirkan :

1. Kuasa untuk membangun persekutuan yang semakin erat dalam keberbagian. Kuasa Pentakosta hadir dan menjamah setiap hati setiap pribadi sehingga yang muncaul adalah lompatan pertanyaan dari ` apakah maksud semua ini (ayat 12) menjadi ` apakah yang harus kami perbuat saudara-saudara (ayat 37). Disinilah nampak kuasa Roh Kudus yang berkarya sehingga janji tentang kuasa yang disampaikan Yesus adalah janji tentang damai sejahtera kepada setiap orang.

Maka bagi kita Pentakosta tidak lagi menjadi peristiwa yang eksklusif tetapi menjadi peristiwa yang penuh kuasa bagi sesama. Artinya dengan Pentakosta maka yang terjadi adalah kepastian damai sejahtera yang dialami oleh setiap komunitas karena kesaksian dari individu yang percaya kepada Yesus Kristus. Maka Pentakosta adalah peristiwa komunal yang membatasi ruang gerak kuasa jahat yang destruktif yang sukan membenturkan berbagai perbedaan. Disinilah makna Pentakosta membukan ruang persekutuan yangs emakin hangat sebab setiap orang tidak lagi berdiri sendiri tetapi ada dalam persekutuan yang saling menguatkan dan mengingatkan. Hari Pentakosta menjadi hari dimana kuasa jahat yang sering hadir dengan ketidaknyamanan, menghadirkan ketidakpastian bahkan ketakutan, diruntuhkan dan ditaklukkan. Maka setiap kali gereja merayakan Pentakosta setiap kali pula gereja diingatkan bahwa gereja dengan semangat Pentakosta adalah gereja dengan semangat membangun komunitas yang hangat dan menyatakan kepastian. Inilah Roh Penghibur yang memberi pengharapan kepada setiap orang percaya sebagaimana dikemukakan Yesus di Yoh. 15:26. Pentakosta adalah hari dimana Roh Penghiburan itu bekerja secara luar biasa supaya setiap orang yang takut menjalani hidup ini sunggung mengalami kekuatan. (ingatlah bahwa dalam Alkitab terdapt 365 kata `jangan takut� , seolah mau memperlihatkan penghiburan Tuhan selama setahun dan selamanya)



2. Pentakosta adalah persitiwa yang mengangkat harkat manusia pada tingkat yang semakin baik. Manusia dengan kuasa Pentakosta adalah manusia yang mengalami pertumbuhan menuju kesempurnaan (ayat 7). Pertanyaan bukankah mereka orang galilee - memperlihatkan bahwa para murid yang nampak tidak berarti kini mencengangkan orang banyak dan karenanya mengagumi para murid. Pentakosta adalah peristiwa yang meningatkan harkat sesame sehingga kemanusiaan seseorang menjadi semakin baik dan terkendali. Manusia yang menyadari adanya kuasa jahat yang destruktif memerlukan kesadaran untuk menerima dan mengagumi kuasa Roh Kudus sehingga kemerdekaan yang dialaminya dari belenggu dosa kini dihayati dalam kerendahan hati. Maka Pentakosta berarti meningkatnya kualitas kehadiran para murid yang menghadirkan kabar sukacita (ingat KPR 1:8). Disinilah Pentakosta tidak menjadi wacana pada tataran `langit� tetapi menjadi pengalaman riil manusia dalam kehidupan setiap hari. Maka setiap kali diperingati hari Pentakosta setiap kali pula dihayati dalam kerendahan hati betapa kini manusia telah mengalami karya Allah yang meningkatkan martabat kemanusiaan.

Pentakosta tidak lagi menjadi peristiwa yang hanya dihayati pada waktu tertentu tetapi setiap kali kita meningkatkan kualitas kehidupan sesame setiap kali pula kita dalam rendah hati mengakui bahwa inilah karya Roh Kudus. Pengakuan ini akan membuka kesadaran bahwa Roh Kudus sungguh-sungguh hadir dalam realitas setiap hari. Ketika kita menjadi suami yang menghargai martabat istri, menjadi istri yang menghormati martabat suami, menjadi orang tua yang mengangkat martabat anak-anak, inilah Pentakosta dalam arti yang sebenarnya.



Jemaat yang terkasih,

Dalam pemahaman yang demikian maka hari Pentakosta tidak kita peringati dalam wujud ritual semata tetapi Pentakosta hidup dalam perjumpaan kita dengan sesame, yang diawali dari rumah ke ruang public.



Selamat hari Pentakosta, amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518