Dibaca : 22619 x
Catatan RefleksiSelasa, 07 Mei 2013 Lukas 23:46 PERKATAAN YESUS DI SALIB KE-7
 Kepastian merupakan hal penting yang harus dimiliki seseorang sebab didalam kepastian terkandung sebuah jaminan. Artinya dengan adanya kepastian maka perjalanan seseorang akan terjamin tiba pada waktunya. Bahkan kematian harus dihayati sebagai sebuah kepastian yang harus diterima. Dengan pemahaman yang demikian maka dapat dikemukakan bahwa kepastian berkaitan dengan kekinian dan sekaligus masa depan.
Apa yang dikemukakan oleh Yesus adalah bentuk dari kepastian untuk memenuhi rencana dan ketetapan Allah. Pernyataan Yesus memperlihatkan kuatnya sebuah kepastian yang disongsongnya. Kepastian itu bergema dalam suara yang nyaring (KJV, And Jesus, crying with a loud voice ......) menunjukkan betapa kuatnya pengaruh dari sebuah kepastian. Maka kepastian bukan sekedar pernyataan emosional tetapi nalar yang berperan memastikan masa depan.
Dalam konteks yang demikian maka pernyataan Yesus yang terakhir memperjelas pemahaman kita bahwa ketika Yesus berbicara tentang sengsara dan kematian-Nya, Ia berbicara tentang kepastian. Dalam hal ini paling tidak 2 kepastian dapat kita pahami:
1. Kepastian Yesus menyambut masa sengsara yang ditandai dengan beberapa pernyataan-Nya (Luk.9:22,44, Mark. 9:12). Hal yang menunjukkan bahwa sengsara dan kematian-Nya tidak Ia hindari tetapi Ia hadapi.
2. Kepastian bahwa Ia menaklukkan maut yang secara spesifik dikemukakan hari keberapa (Yoh.12:23, Mat.26:2, Luk.9:22).
Dengan pemahaman di atas maka secara keseluruhan dapat dikemukakan bahwa Yesus yang menyerahkan nyawa-Nya dan bukan sesuatu yang berlangsung natural. Nyawa-Nya tidak "diambil` dari-Nya tetapi "diserahkan` oleh-Nya. Kepada siapa Ia serahkan? Inilah yang menghibur kita, Ia serahkan kepada Allah. Hidup yang Ia jalani dalam ketaatan diakhirinya dengan penyerahan kepada Allah.
Apa yang dilakukan oleh Yesus memberi kepastian bagi setiap suami-istri bahwa dalam ketaatan kepada Allah mereka dipastikan hadir sebagai pemenang. Usaha untuk mereduksi seluruh keterlibatan Allah dalam kehidupan suami-istri adalah usaha yang mengabaikan kepastian. Tidak dapat disangkal bahwa perjalanan hidup suami-istri juga diperhadapkan dengan berbagai kesengasaraan dalam skala yang berbeda. Namun suami-istri yang teguh pada rencana dan kehendak Tuhan tidak akan melarikan diri dari pergumulan dan mencari solusi di luar kehendak Tuhan. Suami-istri bisa saja merasionalkan keputusannya untuk memenuhi keinginannya tetapi dalam konteks rencana dan kehendak Tuhan, setiap suami-istri dapat belajar untuk mewujudkan rencana Allah yang luar biasa melalui mereka.
Kepastian bagi setiap suami-istri dalam menjalani kehidupan mereka bukan tanpa alasan, sebab alasan itu sudah didemonstrasikan oleh Yesus di atas kayu salib. Ia membawa pengharapan dan kepastian yang secara utuh terwujud melalui karya-Nya. Ia menyatakan kesediaan untuk terus berkarya dalam panggilan dan pengutusan yang senantiasa membawa ruang pengharapan bagi manusia. Ruang pengharapan itulah yang kini dimasuki dan dialami oleh setiap suam-istri. Artinya seruan Yesus yang kuat di atas kayu salib menjadi tanda kepastian bagi setiap suami-istri. Jangan takut hadapi persoalan rumah tangga, rendah hatilah dalam mengatasi masalah dan runtuhkan tembok kesombongan maka setiap tantangan yang hadir dijawab dengan kepastian bahwa Tuhan akan memenangkan setiap suami-istri dalam panggilan dan pengutusan sebagai keluarga Kristiani.

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Catatan Refleksi:Selasa 7 April 2026 RUANG RINDU (Letto)Jumat, 16 Agustus 2024 MERDEKA HARUSNYA BERUJUNG MEREKASelasa, 21 Februari 2023 SUAMI-ISTRI ANTARA BUKIT ZAITUN HINGGA MARANATHASabtu, 24 Desember 2022 DAMAI YANG DIRAYAKAN SEMESTASabtu, 04 Juni 2022 GARAM DAN TERANG DALAM PERSPEKTIF BULAN PELKESJumat, 31 Desember 2021 PIKIRAN ARIF DIAKHIR TAHUNRabu, 07 Juli 2021 KELUARGA, HARGANAS DAN PIALA EROPA Rabu, 22 April 2020 NYANYIAN MUSA NYANYIAN KEHIDUPANRabu, 13 Nopember 2019 HIDUP SEBAGAI TANDA KESAKSIANSelasa, 29 Oktober 2019 TOLSTOY DAN GPIB TENTANG CINTA (Renungan HUT GPIB Ke-71 31Okt 1948 - 31 Okt 2019)Arsip Catatan Refleksi..
Last Searches:
Kategori Utama: Artikel (52), Catatan Refleksi (85), Download Materi (2), Khotbah (316), Photo Keluarga (44), xx (2) |