Dibaca : 26767 x
KhotbahMinggu, 05 Mei 2013 Galatia 3:23 - 29 JANJI ALLAH UNTUK KITA

Jemaat yang terkasih dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus,
Hidup kita sebagai pengikut Yesus Kristus adalah hidup yang didasarkan pada iman pada Yesus. Hidup yang beriman berarti hidup itu dipenuhi dengan tindakan yang selalu berujung pada damai sejahetra sesama. Maka hidup oleh iman kepada Yesus Kristus bukanlah hidup yang pasif tetapi selalu disertai dengan perbuatan.
Yakobus 2: 26 , sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati demikian jugalah iman tanpa perbuatan adalah mati.
Selanjutnya juga dikemukakan dalam. Yak. 2: 22, iman berkejasama dengan perbuatan ..... iman menjadi sempurna�.
Ini berarti iman kepada Yesus Kristus adalah iman yang terus menerus mengalami tempaan supaya iman kepada Yesus Kristus dari waktu ke waktu tetap terjaga dan diperlihara. Kenapa hal ini penting dikemukakan oleh Rasul Paulus, paling tidak ada 2 alasan penting :
1. Ayat 23-24, hukum Taurat tidak menyelamatkan tetapi sebaliknya menjadi penuntun agar setiap orang memberlakukan kebaikan. Kebaikan berdasarkan hukum taurat adalah kebaikan yang diperjualbelikan, sebab kebaikan itu muncul sebagai sebuah transaksi. Inilah yang mendasari Rasul Paulus untuk menyatakan bahwa perbuatan baik sebagai sebuah transaksi bukanlah kebaikan yang murni. Sebuah kalkulasi dalam perbuatan yang baik akan membuat nilai kebiakan itu merosot pada titik terendah.
Hukum Taurat berfungsi untuk menunjukkan bahwa manusia berdosa dan tidak dapat mengatasi dosanya sendiri. Manusia memerlukan keselamatan yang bertolak dari kasih karunia. Maka sebelum Yesus hadir, seluruh perilaku hidup manusia dipenuhi dengan kebaikan sebagai korban (victim). Kehidupan yang seperti ini adalah kehidupan yang kering dan tanpa makna sebab piawai dalam kata-kata namun dangkal dalam perilaku. Hukum taurat adalah penuntun sampai pada Yesus Kristus ( ayat 24 ) menunjukkan bahwa misi hukum taurat terpenuhi dalam kehadiran Yesus Kristus sebagaimana dikemukakan dalam:
Roma 10:4 Sebab KRISTUS adalah kegenapan hukum Taurat (END OF THE LAW), sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.
Oleh karena itu Paulus menyatakan bahwa seluruh hanya dalam iman kepada Yesus Kristus seseorang dapat tiba pada keselamatan yang ditanggapinya dengan perbuatan. Rasul Paulus juga mengemukakan bahwa didalam Yesus kristulah seseorang mengalami kemerdekaan untuk terus berkarya dengan hati yang berkobar-kobar dengan keyakinan yang kuat bahwa dalam seluruh pergumulan dan tantangan yang dihadapinya, Iman kepada yesus kristus tidak goyah.
Maka kebajikan yang ditampilkan adalah kebajikan dalam pengertian kurban (sacrifice), sesuatu yang dilakukan dengan sukacita. ( band. Seorang ibu yang akan melahirkan melewati penderitaan tetapi bersyukur - ia tidak menyanyi this girl is on fire, ).
Jemaat yang terkasih dalam Yesus Kristus,
Alasan kedua Paulus perlu menjelaskan hal iman karena:
2. Ayat 25-29, pada bagian ini Paulus mengemukakan bahwa iman kepada Yesus Kristus adalah iman yang meruntuhkan berbagai tembok pemisah. Tembok pemisah yang selama ini dibangun dengan kokoh penuh arogansi bahwa yahudi adalah bangsa utama sedangkan bangsa lain adalah bangsa kelas rendah. Arogansi seperti ini tidak dikenal dalam Iman kepada Yesus Kristsu sebab semua yang beriman dalam Yesus Kristus memiliki relasi seperti keluarga, maka Paulus menggunakan istilah anak-anak Allah (ayat 26). Dengan sebutan sebagai anak-anak Allah maka setiap orang yang beriman kepada Yesus Kristus selalu menjaga persekutuan mereka. Persekutuan yang memiliki warisan janji Allah kepada Abraham.
Janji Allah kepada Abraham bukanlah janji yang disongsong Abraham dengan mudah sebab didalam janji itu Allah mendidik Abraham untuk tetap kokoh dengan iman. Maka peristiwa Ishak adalah peristiwa yang mengejutkan sekaligus menakutkan. Jika Allah berjanji kepada Abraham bahwa Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat (Kej. 26:4), bukankah terjadi hal membahayakan ketika Ishak akan dikurbankan? Namun pada titik inilah Iman Abraham bukanlah sekedar iman tetapi Iman dalam ketaatan kepada Allah sehingga Abraham disebut sebagai sahabat Allah (Yak. 2:23).
Kita yang disebut sebagai anak-anak Allah adalah anak-anak dengan kuasa Roh Kudus untuk mewujudkan kabajikan dan kebenaran. Kuasa itulah yang terus mendorong kita untuk tidak putus asa dalam berbagai tantangan mewujudkan iman kita kepada Yesus Kristus sebab dalam ketaatan kepada Yesus Kristus kita melangkah dalam kepastian.
Yohanes 1:12
"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;"
Kita sudah menerima Yesus Kristus maka seluruh keberadaan kita dikendalikan oleh-Nya agar setiap tanggapan kita atas kebajikan Allah yakni keselamatan selalu menjadi persembahan syukur/kurban kita. Kita memberi yang terbaik kepada Allah bukan untuk mencapai keselamatan tetapi sebagai jawaban kita dalam ketulusan dan beningnya hati.
Kita berkarya dalam kebajikan tanpa sekat-sekat yang dibangun untuk memisahkan tetapi untuk menjukkan apa yang dikemukakan pada ayat 28 bahwa sejauh menyangkut jalan keselamatan, tidak ada perbedaan antara kita dari segi:
- Suku dan bangsa : "Tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani".
- Status dan kedudukan : "Tidak ada hamba atau orang merdeka".
- Kelamin : "Tidak ada laki-laki atau perempuan".
Jemaat yang Tuhan Yesus kasihi,
Kita semua sebagai orang beriman kepada Yesus Kristus menajdi pribadi yang kuat, paham dengan tindakan yang menyatakan damai sejahtera dan terus menerus memiliki hati yang berkobar-kobar mewujudkan kebajikan.
Pertama dalam keluarga, iman kepada Yesus Kristus tidak membuat suami-istri berbuat baik dengan kalkulasi untung rugi, tetapi kebajikan yang didasarkan pada kurban (sacrifice). Hal ini penting sebab ajaran dunia dewasa ini dapat melakukan intervensi, ( contoh pakai BB ).
Kedua dalam jemaat, iman kepada Yesus Kristus tidak membuat kita terpilah-pilah dalam jemaat tetapi sebaliknya kita dipersatukan dalam persekutuan yang saling membangun dan menopang.
Ketiga dalam masyarakat, iman kepada Yesus Kristus tidak membuat kita menjadi jauh dari mereka yang tidak seiman, sebaliknya tanpa khotbah kita mempernalkan Yesus melalui karya terbaik kita.
Semua ini kita wujudkan karena kita adalah anak-anak Allah yang juga mewarisi janji Allah kepada Abraham yakni melalui kita dan keturunan kita damai sejahtera diwujudkan.
Maju terus bersama Yesus Kristus, sebab dalam persekutuan dengan-Nya, jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin.

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|