aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 25367 x

Khotbah
Sabtu, 27 April 2013
Ulangan 6:1-5
KETIKA TEMBOK ITU NAMPAK PERKASA - Minggu 28 April 2013



Jemaat yang Tuhan Yesus kasihi,
Seorang arkeolog, pada tahun 1931 bernama John Garstang menemukan reruntuhan dari tembok Yerikho, dan dari penemuan itu dikatakan bahwa benteng Yerikho itu terdiri dari 2 lapis tembok. Tembok luar tebalnya 6 kaki (= 1,8 meter). Jarak antara tembok luar dan tembok dalam adalah 12-15 kaki (= 3,6-4,5 meter). Tembok dalam tebalnya 12 kaki (= 3,6 meter). Tinggi tembok adalah 30 kaki (= 9 meter).



Melalui peristiwa tembok Yerikho, diperlihatkan bahwa tembok Yerikho tidak sekedar tembok tembok kota diatas tembok. Ini menunjukkan bahwa tembok Yerikho merupakan kekuatan yang kokoh untuk menghadang setiap benturan dari luar tembok. Tembok ini juga dibangun dengan serius dengan ukurannya yang pasti sehingga setiap usaha untuk memasuki Yerikho merupakan persoalan yang sulit dan tidak mudah.



Peristiwa tembok Yerikho juga memperlihatkan adanya ketakutan besar dari penduduk kota sehingga dengan sesegera mungkin mereka menutup pintu gerbang (ayat1). Penutupan pintu gerbang merupakan cara untuk menumbuhkan rasa aman yang diperlukan ketika suasana mencekam dan menakutkan menjadi bagian dari penduduk kota yerikho. Dengan menguci diri seperti itu rasa aman yang dijumpai adalah rasa aman yang semu. Dengan mengunci diri dari realitas maka yang hadir adalah rasa aman yang bersifat sementara.



Disisi lain kepada Josua, Allah menyatakan bahwa ` Yerikho Ku-serahkan kedalam tangan-Mu� (ayat 2), `bahkan dalam terjemahan NIV : "I have delivered" (Aku telah menyerahkan...) menunjukkan bahwa Tuhan memberi kepastian kemenangan. Hal ini memperlihatkan bahwa hubungan perjanjanjian antara Allah dan Umat tetap menjadi hubungan yang dipertahankan oleh Allah sebab Ia tidak dapat mengingkari janji-Nya. Penyertaan Allah yang dialami oleh Yosua sekaligus menunjukkan bahwa mengikuti perintah Tuhan memerlukan iman / percaya yang besar. Ketika Yosua mendengar apa yang disampaikan Allah kepadanya maka kepastian didalam perintah Allah merupakan hal utama yang terus terjaga.



Bagi kita saat ini selaku warga gereja, Firman Tuhan memebri pengajaran kepada kita bahwa :







1. Tembok persoalan pelayanan kadang kita sendiri yang bangun dalam kesombongan.



Seringkali ketika pergumulan mendera dan tantangan hadir dengan kuasanya, maka hal pertama kita lakukan adalah mencari kesalahan orang lain. Dengan begitu maka yang terjadi adalah kita mengunci diri rapat-rapat dalam kehangatan tembok kesombongan, keangkuhan, tinggi hati. Ketika kita mau memberi yang terbaik bagi Tuhan maka hal utama yang harus diperhatikan ialah tembok-tembok dalam hati kita sendiri. Sudahkan tembok ini kita runtuhkan sehingga perjalanan pelayanan umat Tuhan tidak mengalami kesulitan. Sudahkah tembok arogansi dalam hati kita diruntuhkan supaya rumah tangga kita dapat terus berjalan dalam rencana kemuliaan nama-Nya?

Kita harus jujur untuk mengatakan adakah tembok Yerikho di luar diri kita atau kita sendiri yang menjadi tembok Yerikho sehingga menghalangi perjalanan umat Tuhan. Kalau demikian halnya maka perlulah kita waspada, supaya jangan Tuhan meruntuhkan yang meruntuhkan kita. Kita dapat bersembunyi dalam semua atribut kesalehan kita dan merasa aman disana namun akan Tuhan patahkan dan runtuhkan.



Gereja yang membangun tembok sehingga karya Allah tidak terwujud menjadi perhatian kita bersama karena dengan menghadang rencana Allah kita sendiri yang akan runtuh.



2. Tembok persoalan bukan dihindari tetapi dihadapi.



Kita sebagai umat yang berjalan dalam rencana dan kehendak Allah memerlukan keterlibatan Tuhan dengan mau mendengar rencana Tuhan. Setiap rencana-Nya adalah menyatakan damai sejahtera bagi setiap mahluk sebab Ia mengasihi dunia ini (Yoh. 3:16). Namun kita semua mengakui bahwa kadangkala perjalanan hidup kita diperhadapkan dengan tembok tebal. Kerinduan untuk mewujudkan yang terbaik tidak hadir begitu saja, cita-cita yang baik bagi keluarga tidak terwujud semudah memalik telapak tangan.



Bagian Firman Tuhan mengajar kita untuk menghayati bahwa semua yang baik itu tidak boleh menguap ketika berjumpa dengan persoalan. Semua yang baik harus dengan sabar dilakukan sekalipun nampak lama dan melelahkan (bandingkan umat yang selama 6 hari mengelilingi tembok itu dalam diam dan senyap tetapi hari ke-7 mereka bersorak dengan tiupan sangkakala-shofar).

Dalam diam bersama Tuhan didapatkan kekuatan (yosua 6:10), memperlihatkan sebuah kemauan kuat untuk tetap diam. Semua keberadaan mereka diletakkan dalam diam dihadapan Tuhan sehingga mereka dapat dengan tenang melakukan kehendak-Nya. Ini menunjukkan bahwa ketika perosalan dan tantangan menghadang kita perlu memahami hal berikut: kita tidak pernah merancang hal buruk kepada sesama, kita tetap berpegang teguh pada kehendak-Nya, kita tidak mengandalkan diri kita sendiri. Dengan begitu kita menghayati bahwa tembok persoalan dan pergumulan akan Tuhan runtuhkan sehingga jalan pelayanan kita dapat berlangsung terus. Tuhan mau melatih kita untuk tidak bersungut-sungut ketika bertemu dengan kokohnya tembok persoalan sebab persungutan tidak menyelesaikan masalah tetapi dalam diam dan mengandalkan Tuhan kita dapat mengatasi setiap masalah kita.


Jemaat yang terkasih,

Hidup yang kita jalani adalah hidup dalam terang rencana dan kehendak-Nya, maka kehidupan yang kita jalani hendaklah selalu dalam bingkai iman, seperti yang dikemukakan dalam kitab Ibrani 11:30. Iman kepada Tuhanlah yang membuat kita melakukan 2 hal penting yakni : janganlah kita menjadi tembok pergumulan bagi sesame sebaliknya kita selalu menjadi berkat bagi sesama, kedua, hanya dalam diam dan mengandalkan Tuhan kita mampu melakukan perkara besar yang Ia inginkan (bacalah 1Pet.2:9).
Maju terus bersama Yesus, sebab dalam persekutuan dengan Yesus tidak ada tembok yang tidak bisa diruntuhkan. Amin.


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518