aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 24359 x

Khotbah
Minggu, 24 Februari 2013
TITUS 3: 1 - 8
KASIH KARUNIA ITU NYATA, JANGAN PERNAH RAGUKAN

Sahabat-sahabat yang terkasih, Kehadiran Titus dalam relasi pelayanan dengan umat di P. Kreta merupakan relasi yang diwarnai dengan bisingnya kehidupan yang tidak pantas dan tidak senonoh. Dunia di sekitar umat saat itu adalah dunia yang penuh dengan tantangan dan cobaan, sebab tarikan yang kuat dari pola keduniawian merupakan kenyataan yang menantang. Maka hidup Kristiani perlu terus mengalami pembaruan sehingga semua unsur yang jahat dapat dihadapi dengan baik dan tidak hilang identitas.

Bacaan hari ini memperlihatkan bahwa standar hidup setiap anak Tuhan harus istimewa karena hanya dalam keadaan yang demikian maka pengetahuan akan kebenaran dapat terwujud. Pada pasal 2 : 1 - 10 memperlihatkan bagaimana merosotnya kehidupan individu yang jauh dari Tuhan. Teguran yang disampaikan kepada mereka menunjukkan betapa merosotnya kualitas kehidupan saat itu. Maka setiap anak Tuhan dipanggil untuk menyatakan pekerjaan yang baik ( Titus 3:1 ). Pekerjaan yang baik muncul dari sebuah penghayatan yang kokoh tentang :

a. Kemurahan Allah sudah nyata ( ayat 4 ).
Kemurahan Allah yang sudah menjadi nyata memperlihatkan bahwa karya Allah merupakan karya nyata dan nyata pula dalam pengalaman hidup orang beriman. Ketika kemurahan Allah menjadi nyata maka terjadi perubahan dalam hidup seseorang yang tadinya mengalami kesesatan kini mengalami kemerdekaan. Manusia lalu merdeka untuk hidup dalam kekudusan yang berujung kemuliaan Tuhan. Ketika kemurahan Allah yang nyata itu ditanggapi dengan murah maka kehidupan orang percaya juga mengalami kemerosotan ahklak yang membuat kehidupannya tidak lagi bernilai.
Dalam konteks nilah maka nasihat Paulus kepada Titus sekaligus merupakan dorongan yang harus diperhatikan dengan seksama. Ke-kudus-an hidup merupakan harga mati yang tidak dapat ditawar-tawar bagi setiap pengikut Yesus. Maka hidup masa kini kitapun merupakan arena untuk memperlihatkan kehidupan yang selalu bertumbuh. Pengenalan akan kebenaran Allah memerlukan akal budi yang tidak bergerak liar tetapi selalu takluk dan tunduk terhadap kuasa Allah yang sudah nyata. Hidup Kristiani bukanlah hidup yang hanya bergerak secara imajinasi tetapi sungguh nyata bagi kemuliaan nama Tuhan.

b. pembenaran oleh kasih karunia ( ayat 7 ).
Pembenaran yang dialami oleh manusia adalah kasih karunia. Istilah `grace’ menunjukkan seseorang yang berdiri dihadapan Prbadi yang berkuasa dan berdasarkan perjanjian. Jadi kasih karunia hanya terwujud dalam relasi yang terus menerus terjadi dalam ingkai hubungan perjanjian. Disinilah kehadiran setiap anak Tuhan menjadi erwujudan dari pembenaran yang dilakukan oleh Allah dan berpuncak pada Yesus Kristus. Hidup yang mengalami pembenaran adalah hidup yang mengalami pertumbuhan dan pembenaran itu dipergunakan sebagai landasan untuk mewujudkan kebenaran. Mewujdukan kebenaran dengaan jalan tunduk kepada pemerintah ( ayat1 ). `Tunduk’ disini mengindikasikan adanya penyesuaian diri secara tepat dan benar. Maksudnya begini ketika kita tunduk kepada pemerintah artinya kita memposiskan diri secara baik dan benar. Menyuarakan kebenaran kepada pemerintah dan sekaligus mendukung pemerintah dalam usahanya menghadirkan kesejahteraan.
Disisi lain, tunduk juga diperlihatkan dalam relasi dengan sesame ( ayat 2 ). Dimana kehadiran kita sebagai orang percaya menyatakan kebenaran dan tidak menyatakan kelamnya masa lalu kita. Dulu memang kita demikian (ayat 3 ) tetapi kita sudah mengalami pembenaran maka hidup dalam kebenaran merupakan gaya hidup kita semua.

Sahabat yag terkasih,
Seluruh kehadiran kita di dunia menjadi sangat berarti ketika diposisikan dalam sorotan terang firman Tuhan ini. Berarti supaya setiap istri dapat memposisikan diri dengan baik dan benar dihadapan suami. Demikian juga sebaliknya. Berarti supaya setiap pemikiran kita yang menggunakan akal budi ditaklukan di bawah kuasa pembenaran-Nya.
Alangkah dinamisnya hidup yang demikian, tidak datar tapi penuh perjuangan, tidak manis tetapi kaya dengan rasa, tidak monoton tetapi penuh dengan optimism. Maju terus bersama Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerh lelah kita tidak sia-sia. Amin.


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518