aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 24116 x

Khotbah
Minggu, 27 Januari 2013
Yoh. 6:22-24
MENCARI YESUS DIANTARA BANYAK ROTI







Sahabat-sahabat yang terkasih dalam Yesus,

Untuk memahami perikop bacaaan kita saat ini akan lebih jelas jika kita menempatkannya dalam satu kesatuan hingga ayat ke-40. Dengan demikian maka peristiwa mencari Yesus sebagaimana di ayat 24 akan bermakna dalam.

Mencari bukanlah hal yang baru bagi manusia sebab manusia pada dasarnya adalah manusia yang mencari. Hidup kita sejatinya adalah hidup yang terus mencari dalam perjalanan hidup yang Tuhan anugerahkan. Pencarian makna hidup menjadi penting ketika ditempatkan dalam relasi dengan Yesus sang Roti Hidup.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), menncari v 1 berusaha mendapatkan (menemukan, memperoleh); sehingga orang banyak tersebut rupanya berusaha menemukan Yesus yang "menghilang" setelah peristiwa memberi makan 5000 orang. Penyebabnya? Sudah tentu sangat beragam, dan yang paling utama dijawab Yesus sendiri, karena IA mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka pada ayat 6:26 Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Suatu jawaban dari pertanyaan "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?".

Dalam konteks waktu itu maka pencarian akan Yesus merupakan tanggapan atas karya Yesus sebagaimana dialami oleh orang banyak. Tentu motivasi yang menyelubungi pencarian tersebut merupakan hal penting yang selalu di koreksi oleh Yesus.


1. Apakah pencarian itu hanya karena mujisat ?

Yesus hendak mengarahkan kita semua bahwa sebuah model pencarian yang bertumpu pada pencarian yang benar merupakan langkah yang melampaui sebuah mujisat. Mencari Yesus dalam hal ini bukan disebabkan karena mujisat tetapi karena kesediaan untuk berada dalam relasi yang dijumpai oleh - Nya. Pencarian akan Yesus kemudian diposisikan sebagai datang kepada Yesus Sang Pemilik dan berujung pada kualitas hidup masa kini dan akan datang ( ayat 40 ).

Apakah mencari Yesus karena mujisat maka jawaban kita jelas TIDAK, sebab Yesus lebih dari sekedar mujisat. Ia adalah Tuhan yang dalam kelemahaman kitapun tetap berkarya dan menghendaki supaya tetap berkarya didalam-Nya ( ayat 29 ). Korelasi antara percaya dan bekerja memperlihatkan sebuah aktifitas yang didasari pada kasih karunia Yesus.



2. Apakah pencarian itu hanya karena roti ?



Roti adalah kebutuhan manusia dan pada semua tingkatan hidup menjadikan makanan ini sangat popular. Roti hadir sebagai symbol pemenuhan kebutuhan jasmani yang selalu menjadi bagian dari orang percaya. Maka pencarian Roti dalam konteks bacaaan kita merupakan pencarian yang berujung pada keselamatan sebab Ia sendiri menyatakan diri-Nya sebagai Roti Hidup (ayat 35 ). Roti hidup merupakan jaminan bagi setiap orang yang mencari, agar hidup menjadi berarti maka pencarian tidak bersifat komunal tetapi lebih personal. Artinya pencarian yang dilakukan lebih bersifat individual.



Saat ini kita berjumpa dengan banyaknya pencarian yang hanya berpusat untuk diri sendiri dan menghalalkan segala macam cara. Pencarian model begini adalah penyesatan yang dilakukan dengan sadar. Mencari Yesus yang hanya berdasarkan keinginan dan pemuasan diri merupakan bahaya besar yang dihadapi oleh Gereja. Itulah sebabnya seringkali gereja tidak mampu menghadirkan berkat bagi sesama.



3. Tetap mecari sekalipun secara phisik tidak ada.

Pencarian dalam konteks inilah yang merupakan pencarian mendalam karena pencarian tidak berhenti pada perjumpaaan secara fisik. Maksudnya ialah pencarian terjadi dari hati yang antusias untuk berjumpa dengan Yesus. Karena itu Yesus pernah memuji mereka yang percaya sekalipun tidak melihat. Sebab percaya sekalipun tidak melihat memerlukan kemauan kuat dan penghayatan yang besar tentang kasih Allah. Dalam konteks inilah kehadiran murid-murid Yesus menjadi berarti.



Dengan model pencarian seperti inilah kita ditantang untuk selalu waspada dalam bersikap ketika mencari, sebab pencarian Yesus bukanlah sesuatu yang sudah final. Bahwa sekarang kita percaya kepada Yesus bukanlah alasan untuk berhenti terus mencari Tuhan dan arti memberi diri dalam persekutuan yang handal bersama Yesus.

Banyak roti ditawarkan oleh dunia ini namun roti dunia bukanlah Roti surgawi yakni Yesus. Maksudnya bisa saja kita mendapatkan apa yang kita perlu tetapi dalam Tuhan Yesus apa yang kita dapatkan adalah sekaligus menjadi bentuk pengutusan kita.

Karena itu tetaplah mencari dan percayalah pencarian itu tidak pernah sia-sia. Amin.


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518