aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 24193 x

Khotbah
Minggu, 20 Januari 2013
Markus 7:14-16
RELIGIOSITAS YANG KOMPATIBEL, PER-HATI-KAN HATI ANDA.

RELIGIOSITAS YANG KOMPATIBEL, PER-HATI-KAN HATI ANDA.
Sahabat-sahabat yang terkasih,

Sifat kompatibel memperlihatkan perilaku yang terasa cocok, dan jika bersama sahabat tidak terjadi persaingan, sepikiran, seperasaan. Sifat kompatibel mempertontonkan kematangan diri yang dibangun berdasarkan hati yang terbuka dan lapang dalam menerima berbagai perbedaan. Dan melalui jiwa yang kompatibel seseorang tidak akan merasa terancam oleh kehadiran sahabat, justru sebaliknya ia hadir menjadi sahabat sejati. Kesadaran yang kompatibel dewasa ini semakin mustahil ketika perilaku hidup kerap diwarnai dengan sifat korup. Kompatibilitas yang diperlukan masa kini semakin suram tatkala lembaga keagamaan tidak lagi berwajah sumringah dan ramah tetapi dipoles dengan warna-warna menor. Wajah religiositas semacam itulah yang hendak disentuh oleh Yesus agar mengalir lagi kehidupan yang akan memberi keceriaan.

Relasi dengan Allah didalam Yesus Kristus adalah relasi yang bersifat kompatibel, cocok, seperasaan sebagaiaman dikemukakan Yesus dalam Yohanes 15: 14, 15 : " Kamu adalah sahabat-Ku .... Aku menyebut kamu Sahabat". Inilah relasi kompatibel yang dikehendaki bahkan telah dimulai oleh Allah sendiri. Yesus membuka ruang kompatibilitas agar setiap pribadi mengalami aliran kehidupan yang anggun, yang elok dan mempesona. Bukankah hidup yang demikian adalah hidup dalam keceriaan dan kebahagiaan yang tidak dapat ditawarkan oleh dunia?

Sahabat-sahabt terkasih,

Dalam konteks inilah kita semakin memahami apa yang dikehendaki oleh Yesus melalui Injil Markus 7:14-16. Perintah dan kehendak Allah seharusnya kompatibel dengan manusia, namun sebaliknya yang terjadi adalah ketidak cocokan. Ketidakakuran inilah yang memang dikehendaki oleh si jahat sehingga dengan leluasa dapat terus mempertajam inkompatibilitas. Ruang ketidakakuran yang terbuka luas memungkinkan segala peristiwa yang jahat menjadi nyata. Ketika perempuan tidak lagi menjadi pribadi yang patut mendapat apresiasi atau ketika anak-anak menjadi korban kejahatan. Kita semua tentu prihatin dengan kejahatan yang muncul dalam wajah ketidakadilan, ketika kebenaran menjadi bias dalam kuasa yang diperjual belikan.

Namun ketika paskah dan natal hadir, ruang-ruang ibadah nampak meriah dalam balutan keharuman yang menyesakkan. Ruang religiositas lalu menjadi ruang public untuk memperlihatkan kemunafikan yang terjaga dan tertata rapi. Ibadah tidak lagi menjadi sebuah persekutuan yang akrab dan cocok tetapi diwarnai dengan eksklusifitas dan persaiangan.

Disinilah ajaran Yesus menjadi hembusan angin topan yang mengejutkan agar supaya setiap insan memahami bahwa yang najis itu bukanlah yang masuk (ayat 15). Dalam pernyataan ini Yesus tidak menganjurkan sifat serakah (greed) namun hendak memberi ketegasan bahwa kenajisan lebih diakibatkan oleh hati yang kotor. Hati yang najis dan kotor akan menghasilkan segala yang anjis dan kotor dan tentu menimbulkan ketidakcocokan dengan-Nya. Allah adalah Allah yang kudus maka setiap pribadi yang terhisab kedalam-Nya adalah pribadi yang kompatibel dengan-Nya yakni pribadi yang :

1. Menghadirkan kesucian hidup yang tidak meriah di ruang peribadahan saja namun yang menjadi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kesucian hidup yang membahana dalam kepengapan ruang peribadahan yang semu dan nampak rapuh. Model religiositas demikian akan tampil semarak sebentar lalu redup dalam gelombang jaman. Kesucian hidup yang dibangun atas keluhuran budi selalu menghasilkan perilaku kompatibel dengan-Nya.

2. Menghadirkan ibadah sebagai sebuah akta yang sekalipun hadir di derasnya banjir dengan berbagai aroma yang tidak sedap namun mampu membawa keceriaan. Maksudnya ialah ibadah yang hadir tidak saja beraroma keringat dan apek namun mampu menyatakan keleluasan batin. Peristiwa via dolorosa adalah peristiwa dengan bau amis keringat dan darah dan bukan peristiwa di ball room yang megah dengan oenyejuk udara. Inilah ibadah yang luar biasa, sebab ada banyak insan yang beribadah dengan perilaku demikian sekalipun tidak sedikit yang sebaliknya.


Maka kita dapat bersyukur bahwa Yesus tidak menganjurkan kita serakah tetapi Ia mengingatkan kita bahwa hati kita adalah yang utama. Dan hati selalu terkait dengan hidup seutuhnya, maka perhatikan hidup kita seutuhnya. Maju terus bersama Yesus, sebab dalam persekutuan dengan-Nya kita tidak mengalami sakit hati. Amin.


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518