Dibaca : 26021 x
KhotbahMinggu, 22 Nopember 2020 2 Korintus 3: 1-11 KAMULAH SURAT KRISTUS YANG TERBUKA
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Relasi antara Paulus dan jemaat di Korintus adalah relasi yang dibangun berdasarkan pengajaran yang dikemukakan Paulus. Dalam relasi yang demikian sikap mempercayai ajaran Paulus merupakan jalan masuk mendalami dan menghayati semua kuasa yang terkandung di dalamnya. Dari sinilah dapat dimengerti bahwa yang dikehendaki oleh Paulus dan menjadi dasar pengajarannya adalah sebuah perubahan bersumber dari dalam. Apa yang terlihat di luar bisa saja dimanipulasi sehingga keadaan di dalam tidak muncul kepermukaan. Manusia bisa saja dengan piawai mengemas berbagai pemikiran dengan metode yang rumit namun dapat dipastikan bahwa kelelahan psikologis akan membuka warna aslinya. Apakah seseorang sungguh-sungguh mengalami sebuah transformasi dari kehidupan yang lama ke kehidupan yang baru sungguh diuji oleh berbagai tantangan yang dihadapi. Lebih khusus lagi ketika ukuran yang dikenakan pada manusia adalah ukuran harta dan kepemilikan (Herbert Marcuse) maka usaha memahami diri semakin sulit karena "terpenjara` oleh pikiran yang gelap.
Bagi Paulus, ia tidak memerlukan surat yang akan memberi legalitas pelayanannya sebab baginya jemaat adalah surat yang hidup. Surat yang terbaca langsung dan surat yang tidak dapat dimanipulasi sebab otentik. Artinya pola kehidupan jemaat yang sungguh menerima Kristus adalah sebuah kesaksian yang bernilai tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa Paulus tidak membutuhkan surat-surat pengakuan sebab pada diri jemaat terbaca sebuah surat yang dituliskan dengan Roh yang memerdekakan (ayat 17). Melalui pengajaran ini Paulus hendak menunjukkan bahwa setiap pelayanan yang dilakukan adalah pelayanan yang didasarkan pada faktor berikut:
1. Setiap pelayanan akan menjadi pelayanan yang berkualitas ketika rujukakannya bukan kepada diri sendiri tetapi kepada Allah. Apakah seorang pelayan harus memuji dirinya sendiri? Paulus menunjukkan bahwa pelayanan yang otentik adalah pelayanan yang tidak dipengaruhi oleh selera pasar tetapi pelayanan yang mempenagruhi selera pasar. Dengan demikian maka tidak diperlukan berbagai surat pujian sebagaimana dimaksud dalam 2 Kor. 3: 2 sebab surat pujian itu adalah umat / jemaat. Maka setiap pelayan tidak memiliki ruang sedikitpun untuk memegahkan diri sendiri. Keyakinan yang besar kepada Allah yang mampu mengubah kehidupan manusia adalah sebuah keyakinan untuk memahami bahwa para pelayanan tidak akan bisa mengubah manusia hanya Roh yang mampu melakukakannya (ayat 😎
Pelayanan oleh Roh adalah pelayanan yang menghidupkan dan tidak mematikan maka setiap wujud pelayanan yang dihidupi oleh Roh akan muncul sebagai sebuah kesaksian, sebagai surat yang terbuka yang tidak membutuhkan tinta dan kertas tapi hati dan darah Yesus.
2. Adanya perbedaan antara pelayanan yang mematikan dan menghidupkan. Pelayanan yang dilakukan Paulus bukanlah pelayanan yang mematikan sebab pondasi pelayanan adalah Perjanjian Baru (ayat 6). Sebuah pelayanan menjadi pelayanan yang mematikan ketika pelayanan itu tertuju pada diri sendiri dan dengan "halus` mengabaikan Kristus. Rasul Paulus justru menunjukkan bahwa pelayanannya mengarah pada kehidupan dan bukan kematian. Pelayanan yang demikian selalu didasari oleh pengakuan bahwa kesanggupan pelayanan ini adalah karya Allah (ayat 5)
Hal ini menunjukkan bahwa sebuah perubahan dalam kehidupan jemaat dihasilkan oleh karya Allah yang memakai semua usaha Paulus. Allah terus membetangkan tugas pelayanan bagi Paulus dan Paulus sendiri mengakui karya tersebut. Inilah sebuah model pelayanan yang menghidupkan. Dengan begitu kehidupan yang lama harus ditanggalkan, kehidupan lama haru dilupakan.
Ketika menulis berarti menciptakan ruang untuk mengekspresikan semua pemikiran dan gagasan serta menjadi ruang bagi diri sendiri maka dalam perspektif iman, setiap orang percaya sedang meyediakan sarana dimana Allah menulis tentang ide dan gagasan-Nya yang menghidupkan manusia. Maka setiap orang percaya dipaggil untuk meneruskan kehidupan yang baik bagi sesama. Kehidupan yang baik itulah hasil karya Allah sebagai karya terbaiknya. Jadi ketika kita menghidupi kehidupan dengan kebaikan bersyukurlah sebab disetiap kebaikan itu, hadir karya-Nya. Setiap kali kita menghidupkan kehidupan dengan keburukan, bertobatlah sebab kita sedang merusak setiap gagasan Allah.
Maka sebagai orang percaya saat ini hadirlah dengan baik bahkan diam sebab dalam kebaikan dan sikap diam terkandung kuasa yang besar yakni mengaku bahwa karya Allah melampaui segala kekuatan kita. Berserahlah kepada-Nya dengan membiarkan-Nya menulis tentang kehidupan melalui kehidupan kita semua. Amin.

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|