Dibaca : 22089 x
KhotbahMinggu, 10 November 2019 Rut 1: 1-8 KELUAR DARI KEPALSUAN
 Dewasa ini kita berada di abad kepalsuan sebuah abad yang ditandai dengan topeng berlapis yang menutup kebenaran. Abad dimana yang nampak tidak sesuai dengan apa yang ada didalam diri, kalung salib besar menggantung dileher tetapi Yesus tidak tinggal dihati. Abad kepalsuan adalah abad yang memakai kekerasan sebagai jalan keluar mengatasi masalah dan kebencian menjadi pilihan terbaik.
Dalam abad ini senyum bisa diartikan sebagai pembunuhan dan perilaku baik adalah tempat bersembunyi semangat `Brutus�. Di abad ini dendam muncul dengan wajah rupawan sementara benci dibungkus dengan ayat-ayat suci. Inilah abad dimana tindakan dan pikiran tidak pernah berkolaborasi. Penampilan bisa menawan dan mengesankan tetapi pikiran dan perbuatan penuh dengan kejahatan.
Di abad ini manusia tidak lagi otentitk tetapi hidup dalam kekuasaan pasar sehingga cantik maupun ganteng ditentukan oleh selera pasar sehingga aplikasi `photoshop� sangat laris. Pasar menentukan perilaku sehingga siapa yang memenuhi selera pasa akan hadir sebagai pemenang. Nilai-nilai dalam keluarga juga diterjang oleh selera pasar sehingga `ethos� yang berarti kesusilaan, perasaan batin tidak lagi menjadi pedoman berperilaku anggota keluarga.
Narasi yang kita baca saat ini adalah narasi otentik yang tidak dibungkus kepalsuan ketika Elimelekh mengambil sikap `keluar�. Keluar dari Bethlehem dapat saja dipahami sebagai keluar dari `tanah perjanjian�. Keluar dari Bethelehem artinya keluar dari proteksi Ilahi yang secara turun menurun menjadi bagian dari umat. Ketika `pasar� diguncang prahara maka keluar adalah sikap yang umum dilakukan.
Pada bacaan ini nampak bahwa keluar bukanlah peristiwa sederhana tetapi mengandung konsekuensi yang besar yakni terlepas dari proteksi Allah. Bethlehem tidak lagi menjanjikan masa depan sehingga alasan untuk meninggalkan Bethlehem adalah alasan yang sangat masuk akal. Maka keluar dari Bethlehem adalah tindakan yang masuk akal untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Sahabat terkasih
Ketika hasil dari keluar tidak menjumpai kehidupan maka keluar telah menjumpai kegagalan. Peristiwa keluar tidak lagi menguntungkan sebab kematian telah memebri warna yang suram. Kematian menunjukkan kuasanya yang besar dan seolah menanduk semua pengharapan tanpa sisa. Kematian berhasil memberi peringatan bahwa keluar adalah kegagalan dan perlu menjadi pertimbangan dan opsi untuk mengatasinya.
Bukankah keluar dari otentisitas telah menjadi pilihan abad ini? Ketika keluar dan meninggalkan identitas diri menjadi opsi yang paling disukai. Ketika kelaparan dengan segera ditanggapi dengan KELUAR maka hasilnya tidak terduga. Narasi Rut memperlihatkan sifat jujur bahwa menunduk pada keadaan bukanlah pilihan tetapi kehilangan identitas perlu restorasi menyeluruh. Hal ini penting agar setiap warga jemaat dapat menghayati bahwa hidup tidak saja membutuhkan roti tetapi juga roti kejujuran.
Hidup tidak dalam kepalsuan tetapi tetap realistis tanpa menggadaikan kebenaran. Keluar bisa saja nampak berhasil diwaktu singkat namun mematikan dalam waktu panjang. Maka hal PERTAMA yang menjadi pesan dari narasi ini adalah jalanilah hidup dengan benar. Jangan keluar dari keaslian sebagai umat kepunyaan Allah (1 Petrus 2:9), jangan keluar meninggalkan proteksi Allah sehingga hidup penuh kompetisi yang diciptakan pikiran. Dalam dunia yang diwarnai kepalsuan maka perlu dibuat `jarak� dengannya agar kepalsuan dunia ini tidak membawa pengaruh buruk dalam kehadiran selaku umat Tuhan.
Sahabat-sahabat terkasih
Di sisi lain sikap Rut dan Naomi adalah sikap yang realistis dan otentik. Rut tidak lagi berpikir duakali untuk mengikut Naomi. Sikap jujur Rut hanya mungkin ketika Naomi menyampaikan kejujuran bahwa tidak ada keuntungan dengan mengikutnya kembali ke Bathlehem. Naomi memberi opsi penting yang akan menentukan masa depan Rut dan Orpa (ayat 8) namun jawabannya adalah Rut yang tetap mengikutinya. Sikap Rut tidak sekedar mengikuti selera pasar tetapi bersikap jujur dengan suara hati dan menunjukkannya dalam tindakan.
Keaslian seperti inilah yang kini diperlukan oleh dunia, sebab di abad yang penuh kepalsuan setiap kebaikan bisa dibangun dengan rencana tertentu. Keaslian yang ditentukan dengan mendengar suara hati dan mewujudkannya merupakan ajakan dari seruan yag arif. Generasi dari orangtua yang jujur adalah generasi yang diberkati (Amsal 20:7), akibat yang setimpal menimpa setiap orang sebagai akibat dari kebenaran dan kejujuran (Amsal 12:13-14).
Maka pesan KEDUA yang perlu kita perhatikan ialah hiduplah sesuai pilihan yang baik dan jujur. Jangan pernah ada ruang untuk kehilangan keaslian. Di abad yang tidak jujur sebagai hasil negatif dari persaiangan/kompetisi maka dibutuhkan orang-orang yang otentik, jujur dalam pikiran, benar dalam tindakan. Hasilnya adalah Tuhan percayakan perkara besar seperti yang Ia percayakan kepada Rut.
Hindari kepalsuan dan hidup dalam kejujuran dan kebenaran rencana Allah, sebab Ia tidak pernah memakai kepalsuan sebagai alat tujuan-Nya. Amin.

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|