aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 20605 x

Khotbah
Minggu, 22 April 2018
Yohanes 21: 15-19
APAKAH ENGKAU MENGASIHI AKU?

APAKAH ENGKAU MENGASIHI AKU?


Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,



Perubahan adalah hal penting dalam kehidupan sebab tanpa kesediaan untuk berubah seseorang terkungkung pada kehidupan lama yang tidak bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun bagi sesama apalagi bagi Tuhan. Perubahan kearah yang lebih baik dan bermanfaat tentu memerlukan kesediaan untuk terbuka terhadap hal baru. Hal ini penting sebab ketika belenggu pada masa lalu tetap digenggam maka kemerdekaan untuk memasuki masa depan akan terpasung dan tidak menemukan kedalam hakikat kehidupan. Merasa nyaman dengan kehidupan lama akan menggerus kemampuan untuk beradaptasi dengan tanggungjawab baru yang menantang untuk lebih bermakna.



Percakapan Yesus dan Petrus dalam bacaan ini merupakan `tanda� perubahan yang sedang dilakukan oleh Yesus. Percakapan Yesus dan Petrus menjadi jembatan emas bagi Petrus untuk melangkah dengan keadaan yang baru. Keadaan lama yang diwarnai penyangkalan (Yoh. 18: 13-27) merupakan peristiwa yang memerlukan perubahan besar dalam Petrus. Keadaan yang akhirnya memperlihatkan bahwa piawai berkata-kata tidaklah cukup sebab mengikut Yesus memerlukan kesediaan untuk tidak berhenti pada kata-kata. Sikap Yesus yang terbuka bagi para murid dengan menjumpai mereka di danau Galilea adalah pintu gerbang pembaruan yang sedang dirancang-Nya. Sebuah perjumpaan yang akan menuntun para murid memasuki keadaan baru sebagai pemberita Injil (ayat 5-7). Inilah awal dari persiapan para murid khususnya Petrus untuk meneruskan karya Yesus ke seluruh dunia yakni menyapa mereka yang mengalami penolakan oleh dunia.



Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi



Dalam kisah pembaruan yang dilakukan oleh Yesus, Ia menempatkan Petrus pada posisi yang berbeda. Ia memberi pertanyaan dengan tingkatan yang berbeda kepada Petrus. Ia mengundang Petrus untuk mengalami dua hal penting. Pertama. Melalui pertanyaan Yesus kepada Petrus hendak dikemukakan bahwa Petrus perlu mengenal siapa dirinya. Pengenalan diri yang baik akan membawa Petrus pada pengertian bahwa Ia adalah murid Yesus dan bukan pengkhianat. Pertanyaan yang bermuara pada kepekaan Petrus menyadari siapa dirinya di hadapan Yesus sehingga kata `mengasihi� adalah mutiara dari kesetiaan. Tanggung jawab baru yang akan diembannya merupakan perwujudan dari gagasan tentang pembaruan yang dimotori oleh Yesus. Mengasihi Yesus lalu diwujudkan dalam antusiasme tinggi untuk melangkah dalam kepastian memasuki hari esok. Pembaruan diri yang bertumpu pada pengenalan diri akan menyadarkan Petrus bahwa berbagai persoalan dan pergumulan yang dialami olehnya sangat kecil dibandingkan dengan kasih karunia-Nya yang terus menyertai. Pengenalan diri yang akan membantu Petrus memahami bahwa tugas yang diberikan oleh Yesus `gembalakanlah domba-domba-ku� ( ayat 15, 16,17) adalah hasil perjumpaan dengan-Nya. Sebuah perjumpaan yang utuh meliputi keseluruhan hidup Petrus.

Kedua, perjumpaan dengan Yesus menjadi pijakan untuk mengasihi Yesus dengan sepenuh keberadaannya. Artinya Yesus menjadi pusat kehidupan Petrus dan gagasan lain, ajaran lain, pemikiran lain kini tidak lagi memengaruhi relasinya dengan Yesus Tuhan. Yesus pasca kebangkitan adalah Yesus yang berkuasa atas hidupnya sehingga dengan piawai Petrus dapat menterjemahkan panggilan dan pengutusannya di ruang publik (band KPR 2:14). Petrus yang berjumpa dengan Yesus yang bangkit adalah Petrus yang mengalami kebangkitan dari masa lalu. Petrus yang bertemu dengan Yesus dalam jawaban penuh kesedihan ( Yoh, 21:17) adalah Petrus yang berbicara dengan suara lantang memberi penjelasan tentang siapa Yesus. Inilah buah dari sebuah perjumpaan yang bermakna lebih dari sekedar kata `mengasihi Tuhan�.





Sahabat-sahabat terkasih



Dewasa ini ketika manusia tidak lagi mengenal dirinya sendiri sehingga kehadirannya tidak bermakna maka setiap murid Yesus perlu membuka diri untuk terus menerus diperbarui (band. Kol. 3:10). Pembaharuan yang bertolak dari mengasihi Yesus adalah pembaharuan yang akan menuntun setiap murid-Nya dewasa ini untuk paham bahwa diri tidak berarti namun Yesus yang memberi arti. Memahami bahwa dirinya tidak bernilai namun didalam Tuhan ia bernilai tinggi.

Hal ini penting agar kita tahu diri dalam kehidupan ini dan menghayati pentingnya keterlibatan Tuhan di semua aspek keshidupan kita. Kita perlu memahami bahwa Ia mengutus kita mengerjakan apa yang dirancang-Nya. Ia menjumpai kita agar terus maju dalam hantaman badai dan pergumulan. Ia menyadarkan kita bahwa kata-kata bijak saja tidaklah cukup sebab kebijakan yang paling hakiki adalah bermakna bagi sesama.



Kisah ini lalu memberi kesadaran baru bahwa kita perlu berubah dari cara hidup yang lama sebagai pengkhianat kepada-Nya. Kita sedang memasuki era perubahan yang mendasar sehingga memerlukan keterbukaan untuk diubah-Nya. Tugas besar sedang kita kerjakan atau sedang menunggu untuk dikerjakan, marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus. Mengasihi Tuhan dapat diwujudkan dalam karya cerdas dan piawai dalam merangkum segenap kemampuan dengan antusias lalu mewujudkannya dalam karya gemilang. Mengasihi Yesus hanya berarti ketika kita mau dan bersedia mengalami perubahan.

Maju terus bersama Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518