aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 25292 x

Khotbah
Minggu, 23 Maret 2014
Yohanes 2:13-25
PERCAYA DALAM NAMA YESUS



Sahabat-sahabat yang terkasih dalam Tuhan Yesus,
Bait Suci bagi umt Israel memiliki makna yang sangat penting sebab diyakini dan dihayati oleh umat bahwa distulah Allah hadir dan bersemayan di tengah-tengah umat. Dalam Yesaya 2: 3, bahkan disebutkan bahwa dari situlah (Bait Suci ) keluar pengajaran Allah yakni Firman-Nya kepada umat. Sedemikian pentingnya Bait Suci sebab Allah sendiri yang mentapkannya sebagai rumah persembahan (2 Taw. 7:12). Tempat dimana umat dengan sukacita dan sukarela (sacrifice) menyerahkan persembahan. Allah memandang persembahan umat sebagai persembahan diri sehingga persembahan umat menjadi symbol dari perembahan diri. Yesus dalam bacaan hari ini menyebutnya sebagai Rumah Bapa-Ku (ayat 16). Maka Bait Suci menjadi tempat yang istimewa karena disitu Ia hadir dan menerima persembahan umat sebagai tanda syukur. Tentu saja tanda syukur itu lebih menekankan kemauan umat yang kuat dan bersih, murni dan tulus.



Maka kehadirana para pedagang di lingkungan Bait Suci tidak saja merendahkan makna Bait Suci tetapi telah menempatkan relasi Allah dan Umat semata-mata dalam perspektif mekanikal. Artinya perjumpaan Allah dan Umat tidak lagi diwrnai dengan spirit `persembahan� tetapi dengan spirit rutinitas. Umat dalam hal ini tidak saja jatuh kedangkalan makna perjumpaan dengan Allah tetapi telah mendemonstrasikan perilaku merendahkan Allah dengan pemahaman bahwa persembahan adalah yang utama. Apakah persembahan itu baik atau buruk tidak lagi menjadi pertimbangan padahal soal memberi persembahan dan bentuk persembahan adalah perintah Allah sendiri melalui Musa (Imamat 1:1; 4:1; 5:14) semua merujuk kepada perintah Allah dalam rangka pendamaian antara Allah dan umat berdasarkan hubungan perjanjian.



Sahabat-sahabat terkasih,



Disinilah sumber kemarahan Yesus yang melihat perilaku yang tidak sopan dari umat dengan menganggap bahwa asal ada persembahan Allah pasti senang. Allah adalah Allah pemilik segala sesuatu termasuk semua persembahan yang dimiliki oleh umat tetapi ketika makna persembahan itu direndahkan disanalah Yesus marah. Apalagi ketika persembahan yang asal-asalan dan penuh perhitungan untung rugi diberikan di hari Paskah. Hari dimana Allah melakukan pembebasan bagi umat secara luar biasa dari Mesir. Hari dimana hubungan perjanjian Allah dan Abraham, Ishak serta Yakub yang terancam mengalami pemulihan. Teguran Yesus kepada semua pola perdagangan yang terjadi di bait Allah sekaligus menjelaskan bahwa persembahan dan ibadah bukanlah dalam semangat transaksi tetapi dalam semangat kurban (sacrifice) dan bukan korban (victim). Ketika relasi dengan Allah yang berdasarkan pemahaman rahmat Allah digeser dengan pemahaman Allah memerlukan persembahan disinilah persembahan kepada Allah berubah menjadi bisnis yang menguntungkan.





Maka melalui pemberitaan Firman hari ini hendak dijelaskan bahwa :

1. Ayat 13 - 17 : kontradiksi antara Paskah dan persembahan yang terlihat sangat dalam perbedaannya menjadi pembading yang radikal bahwa umat memang tidak lagi menghormati Allah. Allah sebagai pembebas dan pembawa kelepasa telah ditanggapi dengan perilaku yang merendahkan. Allah adalah Allah yang dinamis dan kreatif sehingga tidak terpaku pada perilaku yang mekanis tentu harus menjadi tujuan dari sebuah ibadah. Bait Allah sebagai titik perjumpaan Allah dan Umat maka Bait Allah menjadi Bait Allah hanya selama Allah hadir dan tidak diabaikan. Umat yang hadir di Bait Allah haruslah umat yang menghayti relasi istimewa ini. Allah tidak memandang bentuk persembahan tetapi memandang jauh kedalam isi hati.



Umat dengan hati yang merendah di hadapan Allah itulah yang disukai Allah dan bukan diganti dengan kambing atau domba atau burung merpati. Inilah pesan kuat dari perikop ini yang masih sangat relevan dengan kita sekarang. Ibadah yang yang sangat mekanis dan tidak ramah seringkali menghasilkan perilaku hipokrit yang memalukan. Umat masa kini selalu ditantang untuk dengan kreatif menyatakan kabar sukacita dan bukan merendahkan kabar suakcita itu dengan materi. Mencintai Allah haruslah dibangun dengan semangat yang radikal tidak setengah-setengah. Sikap ini akan muncul dalam perilaku yang menghormati dan menghargai dan diberlakukan dalam penyembahan kepada Allah yang hidup. Hati yang menyembah inilah yang lebih diutamakan sehingga bukan lagi sebuah persembahan dalam peribadahan yang berlangsung secara otomatis dan tanpa makna sebaliknya percaya bahwa Allah didalam Yesus Kristus adalah Allah yang hidup. Perjumpaan dengan Allah yang hidup inilah yang utama dan bukan persembahan seolah memberi sumbangan kepada Allah.



2. Ayat 18-25: menjelaskan bahwa umat mengalami ketidak jelasan dengan penjelasan Yesus. Selama mereka masih memakai paradigma yang penting�bussines as usual� dan bukan hati yang merendah maka yang muncul adalah gugatan. Kedegilan hati dan butanya mata rohani membuat umat waktu itu tenggelam dalam kegelapan kebodohan. Apapun yang mau dijelaskan sebagai kebenaran tetapi hati sudah kotor dan penuh tipu daya busuk maka dapat dipastikan penjelasan Yesus selalu menghadirkan keterkejutan (ayat 20-22). Pergeseran Bait Allah dalam konstruksi yang megah kepada kemuliaan Yesus Kristus sebagai Bait Allah yang hadir di tengah umat menjadi tanda bahwa tembok-tembok Bait Allah hanya temporer tetapi Yesus adalah Bait Allah sejati. Karena Yesus Kristus sendiri merupakan perwujudan makna Bait Suci itu, dan karena gereja adalah tubuh-Nya (Rom 12:5; 1Kor 12:12-17; Ef 1:22-23; Kol 1:18), gereja disebut sebagai "bait Allah" karena didiami oleh Kristus dan Roh Kudus (1Kor 3:16; 2Kor 6:16; bd. Ef 2:21- 22). Melalui Roh-Nya, Kristus berdiam di dalam gereja-Nya dan menuntut agar tubuh-Nya itu kudus. Ini berarti kehadiran Bait Allah tidak lagi dalam bentuk yang statis tetapi dimanis. Sebab bukankah dimanapun kita berada kita adalah Bait-Nya? Ini menjelaskan bahwa kudusnya kehidupan umat sekarang selalu berhubungan dengan sesama.



Maka hal penting sahabat-sahabat yang terkasih, Allah menghendaki kita semua tanpa kecuali untuk selalu menghormati-Nya dan seluruh anggota tubuh dipakai sebagai saran mendatngkan bahagia dan sukacita. Jangan pernah kompromi dengan dosa, tetapi mengampuni orang berdosa adalah perilaku menghormati Allah yang sudah membebaskan kita dari dosa. Inilah yang harus kita hayati dalam perjumpaan dengan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Maju terus bersama Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya persembahan kita tidak pernah sia-sia. Amin.


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518