Dibaca : 22521 x
Catatan RefleksiJumat, 28 Juni 2013 Luk.23:46 WASPADA TERHADAP NIHILISME (BAG. KE-2)
Nietzsche dengan gagasan nihilism yang dikemukakannya hendak menyatakan bahwa kebenaran absolut yang berporos pada Allah berdasarkan dogma agama yang membelenggu adalah tembok yang harus diruntuhkan. Kenyataan dengan semua bentuk penderitaan yang ada didalamnya merupakan akibat dari manusia yang menyandarkan diri pada dogma tentang Allah yang absolut. Manusia pada dirinya sendiri memiliki kuasa untuk dapat membuat keputusan yang terpenting dalam hidupnya dan karena itu tidak tergantung pada Allah.
Berdasarkan pemahaman yang demikian maka perilaku manusia yang mengusung nilai-nilai moral yang berporos pada Allah yang absolut merupakan tindakan yang irasional. Nietszche seolah memposisikan Allah sebagai biang keladi dari semua ketidakberesan, hipokrit, kerusakan yang dialami manusia.
Inilah pemikiran yang secara radikal hendak memutuskan semua dogma manusia yang mengkristal pada Allah yang absolut. Maka kematian Tuhan adalah suatu keberuntungan sebab dengan demikian maka eksistensi manusia mengalami pemulihan dan manusia dapat melakukan kehendaknya dalam kebebasan.
Pada masa kini pemikiran nihilism Nietszche memang tidak terlalu popular dalam kehidupan warga jemaat bahkan dapat dipastikan bahwa pemikiran ini mengalami penolakan. Gereja secara eksplisit menolak gagasan nihilism bahkan mengutukinya dengan keras. Namun mari perhatikan beberapa fakta berikut
1. Transformasi
Sebuah tragedy besar dalam kehidupan Kristen adalah ketika manusia yang beribadah tidak mengalami transformasi sebagaimana dikemukakan dalam Yes. 40:31, demikian Soren Kierkegaard. Ketika kehidupan ber-gereja hanya diposisikan sebagai kegiatan rutin dan berlangsung mekanis maka dapat dipastikan transformasi hidup tidak terwujud. Dalam konteks ini terbukalah ruang untuk anasir nihilism mendapat tempat. Artinya hidup yang berlangsung secara normative dan hanya berorientasi pada profit di semua lini akan menjadi penuntun untuk memasuki dunia nihilism.
Dunia sebagai realitas dengan segala gagasan dan ide yang ada padanya sedang tampil dengan kekuatan nilai-nilai yang diusungnya sendiri dan sebagai contoh adalah konkretisme. Dewasa ini manusia mengandalkan bukti yang sahih atas sebuah gagasan, maka kita tidak heran ketika banyak orang senang dengan ibadah penyembuhan (ditambah istilah rohani), sebab manusia membutuhkan hal yang kongkrit. Pada titik inilah sebuah transformasi hanya menjadi angan-angan.
Dalam konteks pelkat PKB, kepekaan terhadap anasir nihilism harus tetap kita waspadai sebab sebagai kepala keluarga sebagian besar dari kita berhadapan dengan dunia yang mengusung nilainya sendiri. Pelkat PKB dengan nilai transformasi yang ada padanya merupakan bapak-bapak yang juga rentan terhadap serbuan nihilism. Ketika logika berpikir kita berhadapan dengan logika Firman Tuhan maka dititik inilah terjadi pergulatan batin.
Dalam perspektif Luk. 23:46, kita dapat belajar tentang sebuah penyerahan diri total kepada gagasan dan rencana Allah tentang keselamatan. Kita dituntut untuk selalu hadir dengan ide dan gagasan yang sama dalam keberadaan kita sebagai seorang bapak, maka yang harus dipahami ialah menjadi seorang bapak adalah anugerah yang harus diterima dengan sukacita. Dengan totalitas kita percaya pada Allah yang absolut maka dalam totalitas yang sama sebenarnya Ia sudah bertindak bagi kita.
2. Anonimitas
Anonimitas merujuk kepada pemahaman tiadanya hubungan antar pribadi bahkan tidak dikenal. Seseorang yang tidak dikenal namun bisa saja dekat dalam berbagai kegiatan dan aktifitas. Nihilism dapat hadir dalam bentuk anonimitas sebab perjumpaan dengan sesama hanya dilihat sebagai perjumpaan raga. Kebersamaan tidak diperlukan sebab seseorang dengan kehendak untuk berkuasa (will to power) adalah realitas yang tidak dapat dipungkiri.
Kenyataan yang buruk hanya dapat dijawab dengan pendekatan kekuasaan yang militant. Artinya sebuah perubahan yang structural dalam kehidupan bersama dapat dicapai melalui tangan-tangan yang berkuasa tanpa mempertimbangkan aspek rasa. Di sinilah nihilism mendapat tempat yang sempurna ketika semua gagasan yang dibangun mendapat kemasan yang sesuai dengan jaman.
Pemahaman di atas hendak menyatakan bahwa dalam seluruh aktifitas yang berlangsung secara rutin seringkali satu dengan lain tidak saling mengenal sekalipun dalam kebersamaan. Komunitas yang bergerak secara massif dari satu tempat ke tempat lain namun tidak terkoneksi merupakan komunitas dengan relasi yang kering, dingin serta tanpa nyawa.
Berdasarkan Luks 23:46 didemonstrasikan hubungan interpersonal yang dalam dan kuat. Hubungan yang dalam dan kuat itu bahkan membuat orang lain mengakui eksistensi Yesus (Luk.23:46 dab). Nihilism dapat meniadakan relasi bahkan memandang relasi dapat menjadi hambatan. Dengan pemikiran yang demikian maka pemahaman nihilism sungguh merupakan pemikiran dengan individualism yang kuat.
Dalam konteks pelkat PKB, dapat dikemukakan bahwa seluruh kehadiran selaku umat Tuhan selalu diposisikan dalam pemikiran yang kuat tentang`ecclesia domestica`(persekutuan yang berbasis rumah). Dengan pernyataan demikian hendak ditegaskan bahwa iman Kristen tidak pernah memandang sisi individu saja tetapi setiap pribadi diposisikan mengalami koneksi satu dengan lain. Pernyataan Paulus di Roma 12:5 " ..yang seorang terhadap yang lain...` artinya terdapat hubungan.
Dengan pemahaman yang demikian maka keberadaan setiap bapak Kristiani adalah bapak yang memiliki koneksi interpersonal. Hal itu diwujudkan dalam relasi di rumah maupun di komunitas umat Tuhan bahkan di lingkungan yang lebih luas, masyarakat. Hubungan yang terwujud secara sehat memang dapat mengeliminasi kekuatan nihilismesebab dalam hubungan yang sehat terwujud keberadaan selaku umat Tuhan yang sehat.
Penutup
Apakah dengan usaha memahami transformasi dan anonimitas yang teratasi maka dunia menjadi lebih baik? Tentu saja tidak. Namun segala sifat destruktif yang dihasilkan dunia dengan nilai-nilainya tentu saja harus selalu dihadapi oleh setiap bapak. Disinilah kewaspadaan tetap harus terjaga sehingga seluruh relasi yang dibangun dengan Tuhan dan sesame memiliki nilai-nilai yang positif. Ibadah lalu idak sekedar perjumpaan tanpa makna tetapi sellau memiliki dimensi penguatan (empowerment) bagi setiap bapak. Pemahaman bahwa kita ada di dunia tetapi tidak berasal dari dunia merupakan gagasan idel yang dikembangkan Yesus dalam kerangka menyatakan damai sejahtera.
Setiap bapak adalah pribadi yang mendapat anugerah untuk melakukan perannya secara konstruktif dengan semangat egaliter sebagaimana dinyatakan Yesus. Dalam konteks inilah komunitas bapak-bapak dalam pelkat adalah komunitas yang bermakna karena selalu mengalami transformasi dan terkoneksi. Nihilism bukanlah pemikiran yang harus dibenci sebab bukankah pribadi dengan label Kristen tetapi dengan perilaku yang nihilis masih sering dijumpai? Namun pemikiran ini harus dijawab dengan ketekunan dan disiplin sebagai seorang bapak yang selalu mengenal pasangannya, anaknya dan komunitasnya. Dengan demikian kita tidak sekedar menjadi pribadi yang beribadah tetapi sekaligus saluran berkat sebagai wujud pengutusan yang dipercayakan kepada setiap bapak.
Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak akan sia-sia.

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Catatan Refleksi:Selasa 7 April 2026 RUANG RINDU (Letto)Jumat, 16 Agustus 2024 MERDEKA HARUSNYA BERUJUNG MEREKASelasa, 21 Februari 2023 SUAMI-ISTRI ANTARA BUKIT ZAITUN HINGGA MARANATHASabtu, 24 Desember 2022 DAMAI YANG DIRAYAKAN SEMESTASabtu, 04 Juni 2022 GARAM DAN TERANG DALAM PERSPEKTIF BULAN PELKESJumat, 31 Desember 2021 PIKIRAN ARIF DIAKHIR TAHUNRabu, 07 Juli 2021 KELUARGA, HARGANAS DAN PIALA EROPA Rabu, 22 April 2020 NYANYIAN MUSA NYANYIAN KEHIDUPANRabu, 13 Nopember 2019 HIDUP SEBAGAI TANDA KESAKSIANSelasa, 29 Oktober 2019 TOLSTOY DAN GPIB TENTANG CINTA (Renungan HUT GPIB Ke-71 31Okt 1948 - 31 Okt 2019)Arsip Catatan Refleksi..
Last Searches:
Kategori Utama: Artikel (52), Catatan Refleksi (85), Download Materi (2), Khotbah (316), Photo Keluarga (44), xx (2) |