HUT KEMERDEKAAN RI KE - 67
DAN
HUT GPIB JEMAAT IMMANUEL KE-27
17 AGUSTUS 2012.
Tidak dapat dipungkiri bahwa momen kemerdekaan merupakan peristiwa yang mengandung banyak makna. Kemerdekaan 67 tahun yang lalu merupakan fase eksistensial bagi bangsa dan Negara Indonesia beserta semua rakyat termasuk kita saat ini. Kemerdekaan adalah puncak dari sebuah pergulatan batin maupun raga yang terintegrasi secara kualitatif. Kemerdekaan bukan hanya sebuah narasi yang bergelora tetapi lebih dari itu erupakan narasi tentang kehidupan yang terjalin secara natural dan menemukan bentuknya yang istimewa dalam pergulatan yang berlangsung disepanjang sejarah bangsa dan Negara Indonesia.
Disisi lain, kemerdekaan juga mengandung makna religious ketika dalam perspektif iman diletakkan hati yang mengagungkan Allah didalam Yesus Kristus. Jalinan dari kerinduan dan kehausan sebagai pribadi yang merdeka memunculkan antusiasme, motivasi yang mengkristal dalam kreasi dan karya. Disisi lain kemerdekaan yang diwujudkan Allah dalam Yesus Kristus adalah peristiwa religious karena terkait dengan eksistensi manusia yang mulia ( image of God ). Kemerdekaan jenis ini adalah kemerdekaan dari pribadi-pribadi yang berbudi luhur dan suci untuk melanjutkan karya pemberitaan kabar sukacita ( Mat. 28 ). Inilah kemerdekaan yang melampaui batas-batas geografis dan batas-batas jangkauan manusia.
Seluruh gagasan ini memperlihatkan keterikatan dari sebuah pribadi yang mengalami kemerdekaan. Merdeka sekaligus adalah terikat dalam kesukarelaan untuk memangun kemanusiaan yang luhur dan berhati suci. Inilah perjuangan yang terus menerus berlangsung selama hayat masih dikandung badan. Manusia religious adalah manusia yang merdeka dan sekaligus terikat kepada cita-cita untuk menyatakan warta gembira. Soren Kierkegaard, seorang filsuf Kristen yang dengan lantang menyatakan religiositasnya dengan mengatakan bahwa : " saya tidak akan pernah melupakan bagaimana Tuhan menolong saya dank arena itu muncul harapan saya bahwa segala sesuatu adalah untuk kemuliaan - Nya " Maka menjadi pribadi yang merdeka adalah pribadi yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan suci dari HATI yang dengan sukarela terikat kepada Yesus Kristus. Maka merdeka bukan waktu untuk melakukan apa saja yang bersifat demonic tetapi merdeka adalah jejaj-jejak iman untuk memuliakan yang MAHA MULIA.
Karena untuk itulah suatu hari kemerdekaan ini harus dipertanggung jawabkan dihadapan yang MAHA MULIA, YESUS KRISTUS. Selamat Hari Ulang Tahun bangsa dan Negara anugerah Allah, Indonesia dan selamat ulang tahun persekutuan yang dibentuk untuk mewartakan hakikat kemerdekaan Gereja Immanuel. Yang MAHA MULIA YESUS KRISTUS memberkati bangsa dan persekutuan ini, sampai selama-lamanya..