Dibaca : 23809 x
$gkate="Catatan Refleksi"; ?> Catatan RefleksiKamis, 16 Agustus 2012 PERAN UTAMA SUAMI - ISTRI KRISTEN. Bag. II
Disisi lain dapat dikemukakan juga keberadaan seorang istri sebagai penolong menjadi lengkap ketika ia hadir dalam kesatauan dengan suami. Makna sebagai penolong bukan sekedar pengalaman yang bersifat phisik sebab pada dasarnya penolong artinya bermakna dalam tugas suci dan luhur sebagai perempuan yang menjadi istri. Inilah perempuan religious, manusia religious yakni manusia yang terus haus untuk menyatakan kehadiran yang bermakna dan berarti. Kehausan religious inilah yang disebut oleh Mircea Eliade ( religions fenomenolog ) sebagai pribadi yang terlibat menata keberadaannya di tengah-tengah dunia yang kacau ( chaos ). Maka tidaklah keliru ketika relasi Yesus dan Gereja disebut sebagai relasi mempelai pria dan mempelai perempuan. Hal ini memperlihatkan kehadiran perempuan yakni Gereja ditengah-tengah dunia yang chaos adalah menemukan dan mengembangkan jatidirinya yang luhur dan suci ( karena sudah disucikan ).
Dengan demikian seorang perempuan, seorang manusia religious tidak hadir sekedar "menolong` tetapi menyatakan keberadaanya sebagai luhur dan suci dalam tugas penataan di tenga-tengah dunia yang kacau. Keluhuran inilah yang kemudian tampil secara elok dalam kesatuan dengan suami dan menyatakan kehausan untuk mewujudkan kebajikan yang tidak saja secara individual tetapi juga dalam persekutuannya dengan suami.
Bertolak dari gagasan yang demikian maka seorang istri secara eksistensial memiliki peran untuk :
1. Menyatakan sukacita ditengah rumah tangga. Sukacita yang dihadirkan oleh seorang istri adalah sukacita yang utuh baik jasmani maupun rohani. Ia menjadi perempuan yang menata kehidupan rumah tangga dengan menghadirkan keberadaannya secara terhormat, berwibawa dan lembut. Ia tahu kapan bersikap tegas. Seorang istri yang demikian hadir bagaikan Abigail yang dengan sikapnya lembut namun jelas , membela suami dari kemarahan Daud ( 1 Sam. 25 : 32 - 35 ). Kecerobohan seorang suami dapat berakibat fatal namun dalam konteks Duad dan Nabal, Nabal selamat karena Abigail. Dengan kata sederhana " jadilah istri yang membawa keselamatan Tuhan dalam rumah tangga ". Seperti Abigail artinya sumber sukacita dan bertindak dengan bijaksana.
2. Menghadirkan devosi / penyembahan ( amsal 18 : 22 ). Allah berkenan kepada suami yang berhikmat dengan menyatakan kehadiran istri yang dikenan oleh Tuhan. Dalam frasa ini dikemukakan bahwa istri yang dikenan oleh Tuhan (bukan saja oleh suami) merupakan awal dari sebuah babak baru kehidupan beribadah. Dalam konteks Amsal 18 hendak dikemukakan bahwa seorang yang berhikmat selalu mengabaikan sikap bermalas-malasan ( ayat 9 ). Sikap mengabaikan kemalasan menempatkan seorang istri selalu hadir dengan karakter yang beribadah. Istri yang baik dan dikenan oleh Tuhan menjadi nyata dalam segala karya dan tindakannya yang menyatakan ibadah dalam kebajikan dan apa yang berkenan kepada Tuhan. Seperti Rut yang dalam keteladannya telah menjadi leluhur dari Daud dan berujung ke Mesias.
3. Kata akal budi dalam ayat ini ( Amsal 19 : 14 ) memiliki kesejajaran dengan Amsal 19 : 10 - kemewahan. Penampilan yang menawan adalah penampilan dengan kesan mewah. Akal budi adalah kemewahan dan barang langka saat ini. Akal budi tidak lagi menjadi berfungsi secara baik dalam peran sebagai istri tetapi ke-dunia-wian. Dalam konteks ini hendak dikemukakan bahwa hidup yang menjauh dari akal budi adalah kehancuran bagi seorang istri. Istri yang ber-akalbudi adalah istri yang tampil "mewah` dan membaggakan hati suaminya. Istri yang demikian selalu menjadi "penasihat ajaib` bagi suaminya dan membawa keberuntungan. Inilah kemewahan dari akal budi yang sungguh memperkaya rumah tangga dalam arti yang sebenarnya. Dengan bahasa sederhana " jadilah arif dan jelita hati sehingga kemewahan rohani menjadi kebanggaan ".
Dari semua penjelasan ini hendak disampaikan bahwa hidup rumah tangga Kristiani bukanlah sebuah kehidupan yang biasa sebab terkandung didalamnya rencana dan kehendak Allah. Perwujudan yang utama disini ilah hiudp takut akan Tuhan dan jangan bermain-main dengan dosa.
MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKTUAN DENGAN-NYA MAKA HIDUP SEBAGAI SUAMI ATAU ISTRI TIDAK PERNAH SIA-SIA.

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip :Arsip ..
Last Searches:
Kategori Utama: Artikel (52), Catatan Refleksi (85), Download Materi (2), Khotbah (316), Photo Keluarga (44), xx (2) |