aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 22663 x

Catatan Refleksi
Selasa, 14 Agustus 2012
PERAN UTAMA SUAMI - ISTRI KRISTEN Bag.I

Pendahuluan.


Gagasan tentang rumah tangga Kristiani yang sungguh-sungguh menjadi bagian utuh dari rencana Allah seringkali dipandang sebelah mata. Hal ini bertolak dari pemahaman bahwa manusia pada dasarnya tidak pernah mampu menyatakan seluruh rencana dan kehendak Allah sebagai keterbatasannya. Jika demikian halnya maka pemberkatan nikah yang dilaksanakan dalam kandungan perjanjian yang kudus hanyalah sebuah praktik keagamaan yang tidak menukik pada kehendak dan rencana Allah yang ideal. Kita tentu prihatin dengan semakin rentannya suami-istri Kristen menyerah pada persoalan yang muncul dalam kehidupan rumah tangga mereka yang berujung pada sikap apatis dan pragmatis. Sikap apatis adalah sikap diam dan membiarkan semua peristiwa terjadi begitu saja dan mengalir tanpa kesadaran yang kokoh bahwa rumah tangga adalah lembaga yang Allah bentuk dengan idealism yang ada pada-Nya. Sikap apatis memperlihatkan tidak adanya emosi, antuasiame dan motivasi sehingga suami-istri tidak lagi tertarik untuk menyikapi setiap peristiwa yang terjadi. Disisi lain sikap pragmatis yang kuat menyebabkan seseorang berpkikr praktis, jika hal rumah tangga tidak lagi menghadirkan apa yang dipikirkannya maka rumah tangga dapat diakhiri dengan perceraian. Dalam konteks demikian nampak bahwa suami-istri Kristen perlu menempatkan rumah tangga pada dasar yang kokoh dan utuh yakni keterlibatan Yesus Kristus. Hal ini tidak berarti bahwa dengan hadirnya Yesus dalam rumah tangga maka kehidupan rumah tangga tersebut immune terhadap persoalan dan pergumulan. Sebaliknya disetiap pergumulan dan tantangan yang dihadapi suami-istri selalu ditanggapi dengan antusiasme dan motivasi yang kuat untuk tetap mempertahankan identitas rumah tangga sebagai rumah tangga Kristen.



A. Bagaimanakah perilaku suami ?


Seorang suami pertama-tama adalah seorang yang cukup matang dan dewasa dalam pikiran , perkataan dan perbuatan. Perhatikan nats yang berbunyi demikian : Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. ( Matius 19 : 5 ). Seorang yang dianggap cukup mampu untuk berdiri sendiri bersama istri dalam perjalanan rumah tangga mereka. Ayat ini tidak mengindikasikan sikap melupakan orang tua tetapi menjadi tanda bahwa hidup berumah tangga adalah hidup yang menantang sebab keluar dari kenyamanan bersama orang tua, keluar dari perlindungan yang selama ini dialami. Seorang suami yang meyakni bahwa pilihannya adalah anugerah Allah sehingga mendapat mandate untuk menjaga keluhuran dari mandate tersebut sebagai suami. Berdasarkan pikiran demikian maka menjadi suami Kristen memiliki makna khas yang membentang dalam perjalanan kasih sebagai suami - istri. Dalam konteks demikian maka perilaku suami adalah:


1. Efesus 5 : 29 - merawat dan mengasuh menyatakan bahwa suami hadir agar pasangan ( istri ) semakin bertumbuh dalam hidupnya. Kehadiran seorang suami buknalah sekedar memenuhi nafkah tetapi lebih dari itu menghadirkan suasana yang membuat istri dengan segala keberadaannya semakin mengalami peningkatan rohani maupun jasmani. Dalam konteks ini dapat dikatakan dengan kalimat sederhana " hai suami jadikan istrimu semakin hari semakin pintar`.


2. Kolose 3 : 19 - Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia. Melalui firman Tuhan ini hendak dikemukakan bahwa mengasihi menjadi bentuk perhatian yang diberi semangat "kurban` dan bukan "korban`. Perbedaan yang utama dari frasa ini adalah sesuatu yang dilakukan dengan sukarela atau sesuatu yang dilakukan dengan terpaksa. Mengasihi istri tentu tidak dapat diwujudkan dalam keterpaksaan tetapi sebagaimana Kristus mengasihi jemaat dengan memberi diri - Nya, bukankah sikap yang sama amat luhur diterapkan oleh setiap suami. Dalam konteks ini dapat dikemukakan dengan kalimat yang sederhana " hai suami, jadilah laki - laki ".


3. 1 Petrus 3 : 7 - Demikian juga kamu, hai suami-suami hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang. Suami yang selalu berdoa merupakan gaya hidup dan bukan sebuah kewajiban. Doa itu lalu tampil secara elok dalam perjumpaan dengan istri. Menjadi suami yang berdoa adalah suami yang menyatakan doa dalam karya. Melalui pemahaman yang demikian maka keberadaan setiap suami senantiasa dimaknai sebagai seorang yang visioner. Seorang pribadi yang dengan teguh memahami bahwa visi masa depannya tidak berarti tanpa kehadiran istri. Inilah yang membuka kesadaran penting bahwa doa dan karya adalah satu dan tidak terpisahkan serta mengarah kemasa depan. Dalam konteks demikian maka dapat dikatan dalam kalimat sederhana "hai suami jangan mimpi saja tetapi berdoa dan bekerja` Balswick ( the family, 2007, 67 ) mengemukakan bahwa persatuan suami - istri menghadirkan kekuatan yang unik karena kesatuan mereka membawa mereka pada ketergantungan satu dengan lain. Pernyataan ini sekaligus menunjukkan bahwa suami - istri Kristiani selalu berada dalam kehidupan yang menyatu, sebab 3 hal diatas tidak dapat diweujudkan oleh suami sendirian tetapi hanya bila kesatuan yang unik dan menghasilkan saling ketergantuangan dapat terwujud. ( bersambung )








Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip :

Arsip ..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Kategori Utama: Artikel (52), Catatan Refleksi (85), Download Materi (2), Khotbah (316), Photo Keluarga (44), xx (2)