aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 22473 x

Catatan Refleksi
12 Pebruari 2012
Vita Est Brevis

"HIDUP YANG TIDAK DIPIKIRKAN
ADALAH HIDUP
YANG TIDAK LAYAK DIJALANI"
(SOCRATES).


Rekan-rekan pemuda, hidup itu singkat, vita est brevist sehingga kualitas hidup tidak hanya soal angka-angka tetapi soal karya. Masa muda tidak akan berlangsung terus menerus dan karena itu diperlukan kemauan kuat untuk memberi arti pada masa muda. Salah satu cara untuk itu ialah memiliki kepekaan mendengar suara Tuhan ( ayat 9 ). Ditegah-tengah berbagai suara yang kita dengar dewasa ini diperlukan kerendahan hati untuk dituntun oleh suara Tuhan. Suara yang kita dengar dapat saja menjadi "polusi " yang membuat kita tidak memiliki ketajaman pendengaran. Suara kebebasan yang tidak teratur, suara individualis yang membuat kita terasing, suara konsumerisme yang membuat kita menjadi tidak pernah puas alias tamak dan semua suara yang sejenis dengan itu.


Samuel dituntun untuk dapat mendengar suara Tuhan, sesuatu yang berharga sehingga ia dapat diperlengkapi. Mendengar memang bukan hal mudah sebab kecenderungan manusia adalah berbicara dan hanya mau didengar. Disini rekan-rekan pemuda diajak untuk mau mendengar suara-suara yang tidak bersuara ( voice of the voiceless ). Suara-suara pergumulan dan dambaan akan pendampingan dari teman-teman disekitar kita. Suara-suara yang lemah dari sahabat-sahabat kita yang telah jatuh dalam jeratan individualisme dan konsumerisme. Kita hadir bagi mereka dan menjadi sahabat yang setia dengan uluran tangan penuh kasih.


Didalamnya kita perlu untuk berdiam diri sejenak agar dilengkapi oleh Tuhan dengan Firman-Nya. Suara Tuhanlah yang akan menolong kita menjalani waktu masa muda sehingga hidup menjadi sesuatu yang serius untuk dijalani. Hidup itu singkat dan waktu terus berjalan, untuk itu kita perlu memberi makna pada hidup yang adalah anugerah Allah. Dalam pengertian inilah makna Sumpah Pemuda menjadi berarti, sebab sebagai orang muda kita tidak hanya bersuara lantang tentang kebebasan dan pembaruan namun sekaligus dalam keheningan diri kita mendengar suara Allah yang membebaskan dan membaharui.

Maju terus bersama Yesus, sebab dalam persekutuan dengan-Nya masa muda kita tidak pernah sia-sia.




Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip :

Arsip ..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Kategori Utama: Artikel (52), Catatan Refleksi (85), Download Materi (2), Khotbah (316), Photo Keluarga (44), xx (2)