aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.



Khotbah
Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

HIDUP DALAM TERANG Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi Kesaksian Yohanes bahwa Allah adalah terang menunjukkan bahwa hakikat Allah yang menata (Yohanes 1:5) sekaligus adalah Allah yang berkonfrontasi dengan kegelapan. Terang sebagai identitas Allah adalah Terang yang menyatakan keteraturan dan ketertiban. Dalam Yohanes 8:12 Yesus mendeklarasikan diri-Nya sebagai TERANG DUNIA yang menunjukkan bahwa dalam gelapnya kuasa dosa yang mematikan maka Terang itu hadir untuk merengkuh setiap orang berdosa. Hadirnya Terang yang merengkuh manusia menunjukkan kegelapan bukanlah keadaan yang biasa sebab kegelapan dalam konteks ini bukan soal tiadanya cahaya saja tetapi lebih menjelaskan keadaan yang merusak (destruktif). Kuasa kegelapan ini mampu menghadirkan ketidakpedulian pada nurani, berbuat kejahatan dianggap biasa (arti dari skotos yakni kegelapan). Kata "kegelapan" yang dipakai di dalam Yohanes 1:5, memang bukanlah sekedar suatu kegelapan biasa, seperti gelapnya malam ketika padamnya lampu karena terputusnya aliran listrik sehingga membuat suasana kurang nyaman karena berbagai kegiatan menjadi terhambat. Tetapi kegelapan di sini berasal dari kata Yunani "Skotos" yang berarti kegelapan yang bersifat jahat, kegelapan yang menyerang, kegelapan yang membawa kematian. Dan ternyata yang bekerja di balik kegelapan itu adalah: kuasa iblis, kuasa dosa dan kuasa maut...     baca selengkapnya..


Khotbah
Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

HIDUP DALAM TERANG Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi Pertanyaan yang mendasar dalam kehidupan bergereja adalah sejauh manakah Yesus dapat menjadi teladan dalam kehidupan bergereja. Soal keteladanan menjadi prinsip pelayanan sebab tanpa mengacu pada keteladanan Yesus Kristus pelayanan gereja bisa saja nampak sibuk tapi tidak mengakar, tidak bertumbuh apalagi berbuah (Kolose 2:7). Gereja yang tujuannya adalah memberitakan perbuatan Allah yang besar (1 Petrus 2:9) menjadi gereja dengan tujuan utama yakni menyatakan panggilan dan pengutusan secara benar. Dalam konteks inilah maka ketika Paulus menasihati jemaat di Filipi untuk hidup dalam kesatuan hal ini bertolak dari persoalan kehidupan jemaat. Persoalan itu dikemukakan oleh Paulus sebagai tidak sehati dan tidak sepikir dalam kesatuan kasih, jiwa dan tujuan (ayat 2). Mencari kepentingan sendiri dan puji-pujian yang sia-sia (ayat 3). Memperhatikan kepentingannya sendiri (ayat 4). Semua sifat negative yang dikemukakan oleh Paulus dapat menjadi racun dalam kehidupan bergereja. Inilah orang-orang toxic yang merasuki gereja dengan pemahaman yang dangkal. Berhati-hatilah dengan orang seperti ini. Namun pertanyaan mendasarnya adalah apakah antidot terhadap racun persekutuan ini? Apakah yang dapat menangkal beredarnya racun yang manumpulkan makna kehadiran gereja. Jawabnya adalah ‘menaruh pikiran dan perasaan yang...     baca selengkapnya..


Khotbah
Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

HIDUP DALAM TERANG Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi Peristiwa Titus di Pulau Kreta dengan tugas untuk menata jemaat dengan baik dalam tuntunan nasihat Paulus menunjukkan adanya keadaan yang genting. Paulus yang menasihati Titus untuk menata jemaat di Pulau Kreta karena perilaku hidup yang buruk. Keburukan perilaku orang Kreta sebagaimana ayat 12 menjelaskan bahwa ini cara hidup yang tidak sehat yang hanya berorientasi pada diri sendiri dan memuaskan diri sendiri. Cara hidup yang demikian buruk lalu menjadi Kristen maka hidup yang ditampilkan adalah hidup yang jauh nilai-nilai yang berlaku dalam Kristus. Sebagai orang percaya mereka belum meninggalkan hidup mereka yang lama (Titus 3: 11). Dengan keadaan yang demikian maka mereka menjadi batu sandungan bagi pelayanan pemberitaan Injil. Ke-kristen-an hanyalah teori yang berkumandang abstrak tetapi yang dalam keseharian sangat berbeda (Titus 3: 3). Untuk mengatasi persoalan inilah maka Paulus menugaskan Titus untuk menetapkan Penatua di Kreta yang mereka yang punya karakter baik. Karakter kristiani yang akan berhadap-hadapan dengan karakter Kreta yang ‘sakit’. Kata ‘mengatur’ di ayat 5 adalah ‘epidiorthose’ - Dalam bahasa Yunani modern secara harafiah kata ini diterjemahkan menjadi "perbaikan" (repair/fix). Kata ini umum digunakan untuk segala bentu...     baca selengkapnya..


Khotbah
Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

HIDUP DALAM TERANG Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus Kasihi Kebahagiaan, siapakah yang tidak mendambakannya? Kebahagiaan, siapakah yang tidak menginginkannya? Pertanyaan reflektif seperti ini menjadi pertanyaan yang sering hadir dengan tujuan merenungkan kembali, apakah sesungguhnya kebahagiaan? Dalam teks bacaan kita saat ini dikemukakan hal-hal penting yang perlu menjadi perhatian sebelum memahami hakikat kebahagiaan. Kesuksesan bukanlah kunci kebahagiaan. Kebahagiaan adalah kunci kesuksesan. Jika Anda mencintai apa yang Anda lakukan, Anda akan sukses demikian menurut Albert Schweitzer. Hal ini menunjukkan bahwa dalam perspektif Imamat, kebahagiaan adalah akibat dari mencintai apa yang dilakukan yakni perintah Tuhan. Perintah Tuhan sebagaimana dikemukakan adalah perintah yang didasarkan pada karya dan tindakan Tuhan. jadi umat yang mengalami karya dan tindakan Tuhan yang berlangsung rapih dan teratur akan berujung pada kesediaan untuk dirangkuh dan diraih dalam persekutuan dengan Tuhan. Bertolak dari pemahaman demikian maka bacaan saat ini menunjukkan beberapa aspek penting dalam hubungannya dengan karya dan kehendak Tuhan. Pertama ayat 30-31. Secara jelas dikemukakan bahwa pentingnya menjaga hari Sabat, yakni hari dimana setelah seluruh karya penciptaan terwujud maka Allah memberkati Hari Sabat (Kejadian 2:1). H...     baca selengkapnya..


Khotbah
Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

HIDUP DALAM TERANG Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi, Salam sejahtera, Sebelum kenaikan Yesus ke surga, Tuhan memberi janji bahwa para murid akan memiliki kuasa jika mereka menerima roh kudus (KPR 1:8). Dalam janji tersebut terkandung makna bahwa kuasa yang dimiliki adalah kuasa untuk memberitakan kabar sukacita sampai ke ujung bumi. Ini menunjukkan bahwa bahwa para murid setelah peristiwa Pentakosta menjadi murid yang akan merealisasikan amanat pengutusan Tuhan. Kuasa ini diperlukan sebab patut dipahami bahwa kuasa jahat juga tidak berdiam diri. Kuasa jahat yang menebarkan keadaan kacau, kerusakan maupun kematian. Kuasa jahat ini menjadi kuasa yang menghadirkan ketakutan, keresahan dan ketidakpastian. Kuasa jahat ini juga berusaha menumpulkan segala daya untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Tidak ada kuasa yang dapat menandingi kuasa jahat ini kecuali kuasa Roh Kudus. Kuasa Roh Kudus menampilkan wajah yang memanusiakan manusia sehingga martabat manusia mengalami pemulihan. Kuasa Roh Kudus juga meruntuhkan sekat-sekat yang membatasi manusia untuk mewujudkan peningkatan derajat kehidupan sebagai manusia yang mengalami kemerdekaan didalam Tuhan Yesus. Kuasa Roh Kudus bukanlah kuasa yang berkutat di tempat gelap dan kotor tetapi Ia hadir untuk membatasi keruhnya kehidupan manusia dan memulihkan keberadaa...     baca selengkapnya..




Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Kategori Utama: Artikel (52), Catatan Refleksi (85), Download Materi (2), Khotbah (323), Photo Keluarga (44), xx (2)